Selasa, 06 Des 2022 03:18

Lembur Tak Dibayar, Jam Kerja Bermasalah, Pekerja PT CKGM Mogok Spontan

Paluta (utamanews.com)
Oleh: Maulana Syafii
Kamis, 24 Mei 2018 21:34
Maulana Syafii
Sejumlah pekerja pengisian tabung Gas LPG di PT CKGM lakukan protes terkait jam kerja.
Diduga kuat karena tidak mendapatkan pembayaran upah kerja lembur dan jam kerja yang bermasalah, sejumlah pekerja di perusahaan PT Cipta Karya Gemilang Mandiri (PT CKGM) melakukan protes dengan cara mogok spontan di lingkungan perusahaaan, di Kecamatan Simangambat, Paluta, Kamis (24/05/2018).

Informasi diterima wartawan dari Pengurus Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Logam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPL FSPMI) PT CKGM, Ahmad Rajin Harahap dan Saddam, mereka melakukan protes untuk memperjuangkan hak-hak normatifnya. "Kami melakukan protes kepada manajemen perusahaan, karena perusahaaan kami nilai sudah melanggar kesepakatan yang telah dibuat, yakni memberikan upah lembur bagi pekerja di atas 25 delivery order (DO)," sebut pekerja.

"Sesuai kesepakatan pekerja dengan pihak perusahaan pada bulan February 2018 lalu, jam kerja karyawan pengisian tabung gas LPG 3 Kg di PT CKGM sebanyak 25 DO. Bila lebih dari 25 DO, maka mendapatkan upah lembur," terangnya.

Namun, lanjut pekerja, sampai kini perhitungan upah lembur yang diberikan pihak perusahaan kepada pekerja terkesan semuanya perusahaaan Tanpa ada acuan upah yang disepakati kedua pihak. "Pernah kami bekerja lembur hingga 29 DO, tapi upah lemburnya hanya sebesar Rp 35.000 perorang. Begitu juga, Ketika kami bekerja sebanyak 27 DO, kami belum mendapatkan upah lemburnya," tegas pekerja. 

Untuk itu, lewat aksi protes hari ini, para pekerja di perusahaan SPPBE Pertamina ini menuntut agar pihak perusahaan dapat memberikan jam kerja sesuai ketentuan undang-undang ketenagakerjaan. "Kami juga menuntut perusahaaan tidak mempekerjakan kami di dua jenis pekerjaan yang berbeda-beda atau double job," tambahnya. 

Sementara itu, Kepala UPT Wasnaker Wilayah 4, Iskandar Zulkarnain saat dihubungi wartawan menyatakan, pihaknya memang sedang melakukan fungsi pengawasan terhadap manajemen perusahaan PT CKGM, terkait hubungan industrial dengan pekerjanya. 

"Nanti saya coba konfirmasi ke pihak manajemen. Memang, sebelumnya, Staf kami dari UPT Wasnaker Wilayah 4 sudah melakukan pengawasan ke perusahaaan PT CKGM, berdasarkan pengaduan dari pekerja," kata Iskandar. 

Sedangkan Manajer PT CKGM, July Chan, sampai berita ini diturunkan belum bisa dihubungi wartawan. Namun, berdasarkan catatan wartawan, manajer tersebut turut serta menandatangani kesepakatan bersama dengan pekerja terkait jam kerja sebanyak 25 DO per tim sebanyak 7 orang, yang dibuat pada bulan Februari 2018 lalu.

Editor: Erickson

T#g:Mogok
Berita Terkait
  • Senin, 24 Okt 2022 15:34

    Tabrak truk yang tiba-tiba mogok dari belakang, mahasiswa ini akhirnya meninggal dunia

    Kejadian naas menimpa seorang mahasiswa berinisial DP (19) warga Jalan Dusun Suku Mulia, Desa Karang Rejo, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Akibat mengalami kecelakaan lalulintas (Lakalantas) korb

  • Senin, 18 Jul 2022 14:48

    Pemko Tebingtinggi Akan Bentuk Tim Untuk Telusuri Permasalahan PDAM Tirta Bulian

    Pemko Tebingtinggi akan membentuk tim untuk menelusuri permasalahan yang terjadi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bulian."Kita akan bentuk tim untuk menyelesaikan permasalahan yang dikeluhk

  • Senin, 18 Jul 2022 12:08

    Karyawan PDAM Tirta Bulian Mogok Kerja

    Puluhan karyawan/karyawati PDAM Tirta Bulian melakukan aksi mogok kerja di kantornya, Jalan Pusara Pejuang, Kota Tebingtinggi, Sumut, Senin (18/7/2022).Dalam aksinya, sedikitnya 50 orang karyawan peru

  • Rabu, 27 Jan 2021 21:07

    Protes keberadaan RMC P120 lintas Lubuk Pakam- Binjai, puluhan Angkot Mogok Massal di jalan Megawati

    Puluhan supir angkutan jurusan Binjai-Medan, menggelar aksi mogok masal di persimpangan Jalan Medan-Binjai, tepatnya di simpang Jalan Megawati, Kecamatan Binjai Timur, Rabu (27/1). Dalam aksinya,

  • Senin, 05 Okt 2020 11:15

    Kabaharkam Polri Teken Surat Telegram Kapolri Antisipasi Unras dan Mogok Kerja Nasional

    Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, selaku Kaopspus Aman Nusa II-Penanganan COVID-19, tandatangani Surat Telegram Kapolri nomor ST/2836/X/Ops.2./2020 tangga

  • Komentar Pembaca

    Tentang Kami   Pedoman Media Siber   Disclaimer   Iklan   Karir   Kontak

    Copyright © 2013 - 2022 utamanews.com
    PT. Oberlin Media Utama