Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Binjai, Hardiansyah Putra Pohan, mengaku belum melaporkan hasil tes urine seorang pegawai honorer berinisial G ke Walikota Binjai. Padahal diakuinya, oknum tersebut terbukti positif saat diadakan tes urine mendadak beberapa waktu lalu.
"Ya, ada 3 orang kemarin yang kita lakukan tes urine dadakan. Ketiganya positif. Sementara 2 orang sudah dipecat yang 1 lagi belum," jelas Pohan, saat dikonfirmasi awak media, Rabu (18/5).
Berdasarkan keterangan yang berhasil dirangkum awak media, sebanyak 3 orang tenaga honerer di Satuan Polisi Pamong Praja Kota Binjai diduga positif narkotika saat dilakukan tes urine.
Namun 2 orang sudah dipecat dan 1 orang belum. Kabar yang berhembus, oknum pegawai honorer yang belum dipecat itu karena dibekingi orang berpengaruh di Pemko Binjai.
Kabar itupun ditepis oleh Kasatpol PP Kota Binjai, Hardiansyah Putra Pohan. Ia mengatakan bahwa soal pemecatan tak ada kaitannya dengan beking.
"Enggaklah, gak ada itu," sebutnya.
Namun awak media sempat bingung dengan jawaban Kasatpol PP terkait tes urine acak yang dimaksudnya.
"Persoalan intern, tentang kedisiplinan. Lalu kita ambil acak aja. Kebetulan mereka (3 orang honorer) yang dites urine. Bukan tes urine terjadwal. Untuk 1 orang yang positif (masih bekerja) belum saya laporkan ke pak Wali dikarenakan beliau masih sibuk," demikian ungkap Hardiansyah Putra Pohan.