Kamis, 21 Mei 2026

Demi tangkap penyelundup 1 ton sabu, Polwan ini tidur di semak-semak

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Budi Sabtu, 15 Jul 2017 10:55
Masyarakat tanah air terperangah atas prestasi Polri yang berhasil mengungkap penyelundupan 1 ton sabu ke Indonesia.

Demi tangkap penyelundup 1 ton sabu, Polwan ini tidur di semak-semak
Pengungkapan ini tidak terlepas dari peran sejumlah anggota Polri yang tergabung dalam Satgas Merah Putih, yang satu di antaranya adalah seorang polisi wanita, AKP Rosana Albertina Labobar SIK.

Seperti apa operasi senyap yang dilakukan tim tersebut, berikut kronologinya.
Pada Selasa (6/6/2017), Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya mendapat kabar tentang adanya pergerakan sejumlah residivis asal Taiwan, yang dicurigai bakal melakukan transaksi narkoba dengan skala besar. 


Pasukan ini berada di bawah komando Direktur Dit Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Nico Afinta dan Kapolresta Depok, Komisaris Besar Herry Heryawan atau yang akrab disapa Herimen.

Dalam perjalanannya, tim ini banyak menemukan kendala. Salah satunya adalah tentang minimnya informasi yang dihimpun mengenai sepak terjang jaringan ini.

"Tapi kami enggak putus asa, kami ikutin pergerakannya dari bandara. Pertama mereka dari Citra Garden, kemudian Putra Garden, terus bergeser ke Hotel Puri Kemang. Seminggu kemudian kembali ke Malaysia, selama tiga hari kemudian, balik lagi. Jadi tadinya mereka ada enam orang, satu orang kembali ke Taiwan, lima orang ke Malaysia," tutur AKP Rosana Labobar, Jumat (14/7/2017).

produk kecantikan untuk pria wanita
Sebagai Polisi Wanita (Polwan) satunya-satunya dalam operasi tersebut, Rosana ternyata menjadi andalan sekaligus kunci keberhasilan tim ini. Saking geregetnya ingin mengungkap kasus ini, Rosana pun rela tidur di semak-semak demi bisa melihat dari dekat pergerakan para pelaku.

"Mereka pulang ke Taiwan itu tanggal 23-an. Nah mereka datang lagi beberapa hari kemudian. Terus tanggal 11 Juli, mereka sampai di Anyer, mereka menginap semalam dan sempat ngecek pelabuhan-pelabuhan kecil di Anyer, salah satunya adalah Hotel Mandalika," kata Rosana.

Kemudian, puncaknya pada 12 Juli 2017, pelaku terdeteksi kembali lagi ke lokasi yang sama di kawasan bibir pantai dekat Hotel Mandalika, Anyer. Di sinilah aksi nekat Rosana kembali dipertaruhkan.

Hasilnya pun tak sia-sia, para pelaku akhirnya berhasil ditangkap. Satu di antaranya tewas di lokasi kejadian. Para pelaku sempat melakukan upaya perlawanan dengan menabrakkan mobil ke arah polisi hingga akhirnya tak berdaya setelah diberondong timah panas.
iklan peninggi badan

Dari kasus ini, Satgas Merah Putih berhasil menyita sebanyak satu ton sabu dengan kualitas nomor satu. Diperkirakan seharga Rp1,5 triliun.

busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later