Selasa, 06 Des 2022 05:06

Ini kronologis tewasnya warga Deliserdang di Langkat, berawal masalah sepele

Binjai (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Aqil
Rabu, 23 Nov 2022 22:33
Istimewa
Korban saat akan dievakuasi petugas
Teka teki penyebab kematian Kartonodi Surbakti (KS) warga Dusun IV Perpanden, Simpang Rambung, Desa Berdikari, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, yang terjadi pada Senin (21/11) sore sekira Pukul 18.00 Wib tersebut akhirnya sudah terjawab.

Berdasarkan data yang diterima awak media dari Kasi Humas Polres Binjai Iptu Junaidi, kasus penikaman yang menimpa KS hingga berujung kematian yang terjadi di Dusun I Desa Namu Ukur Utara, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat tersebut setelah korban berkelahi dengan rekannya berinisial RB (37) yang merupakan warga sekitar TKP. 

"Peristiwa itu bermula saat korban berinisial KT datang ke gubuk belakang rumah warga di Dusun I Desa Namu Uukur Utara, dan bertemu dengan pelaku berinisial RB," ungkap Iptu Junaidi, Rabu (23/11) sore.
Tidak hanya bertemu dengan pelaku, lanjut Iptu Junaidi, di sekitar lokasi, korban juga bertemu dengan 3 orang rekannya, masing masing berinisial BT, BS dan DN, yang berstatus sebagai Saksi. 

"Pada saat korban berbicara dengan saksi BT untuk menggadaikan HP Merk OPPO sebesar Rp700.000, BT langsung langsung berangkat mencari tempat gadaian tersebut. Namun BT akhirnya kembali lagi dan mengembalikan HP korban karena tidak dapat menemukan tempat penggadaian," urai Iptu Junaidi. 

Karena tidak menemukan tempat menggadai HP, rekan korban lainnya yang berinisial BS pun mencoba menawarkan diri untuk menggadaikan HP tersebut dan disetujui oleh korban. 

"Ya udah kau gadaikan, nanti kukasi uang rokok untukmu," ungkap Iptu Junaidi menirukan ucapan korban setelah mendengar keterangan dari para saksi.
Mendapat restu dari korban, BS pun pergi sembari membawa HP tersebut untuk digadaikan. 

"Pada saat akan dibawa, BT yang sebelumnya sudah mencoba untuk menggadaikan HP korban namun gagal juga ikut berkomentar dengan mengatakan 'aku tadi nggak ada uang rokok, sedangkan BS kau kasi uang rokok," urainya. 

Mendengar ucapan itu, darah korban pun mendidih dan mengeluarkan ucapan yang kurang enak didengar kepada BT. "Kalau HP itu gak laku, ku pecahkan HP itu nanti di depan abang," ungkap korban. 

Mendengar ucapan korban kepada BT, pelaku RB ternyata tidak terima dan mengatakan "Nanti nggak betul kau". 

Namun dijawab korban dengan ucapan "Kok ikut campur abang , aku kan ngomong sama abang ku BT ini".
Cekcok pun akhirnya terjadi. tersangka RB yang tidak senang dengan ucapan korban pun menjawab, "Sok kali mulutmu itu, ku pukul kau nanti".

Adu mulut terus terjadi hingga akhirnya korban menantang tersangka. 

"Jangan di sini kita ribut bang, kalau di luar, tiga pun kayak abang kumainkan," ungkap korban. 

Merasa ditantang, tersangka RB pun langsung memukul korban dan terjadi perkelahian antara keduanya. 

"Saat berkelahi, saksi BT melihat korban memegang pisau. Ia pun mencoba memegang tangan korban dan membantu memisahkan keduanya," urai Iptu Junaidi menceritakan kronologis kejadiannya. 

Kejadian yang tidak disangka pun terjadi. Pada saat korban dipegang oleh saksi BT, tersangka RB malah datang dan terus memukuli korban.
"Melihat tersangka makin beringas dan takut terlibat, saksi BT pun mengajak saksi lainnya untuk meninggalkan mereka yang sedang ribut," kata Kasi Humas Polres Binjai. 

Tak berselang beberapa lama usai perkelahian, barulah terdengar bahwa ada penemuan mayat di pinggir aliran Sungai, yaitu korban KT. 

"Korban KT ditemukan tergeletak dengan luka pisau masih tertancap di sekitar pinggang korban," tegas Iptu Junaidi, seraya menambahkan, selanjutnya korban dibawa Ke RSUD Dzoelham Binjai untuk di visum. 

"Sementara tersangka RB juga mengalami luka sayatan di area Kemaluan dan menjalani pengobatan di RSUD Dzoelham Binjai yang dijaga oleh petugas Sat Reskrim Polres Binjai," sambungnya. 

Kini, kasus ini sudah ditangani Satreskrim Polres Binjai. Adapun barang bukti yang didapat berupa 1 buah pisau berujung lancip bergagang kayu dengan panjang lebih kurang 45 Cm, 1 buah jaket warna abu-abu dan 1 buah baju warna Biru, untuk dibawa ke Polres Binjai guna proses selanjutnya.
Editor: Herda

T#g:Sei Bingaitewasadu mulut
Berita Terkait
  • Minggu, 27 Nov 2022 23:17

    Polrestabes Medan tetapkan 5 tersangka kasus tawuran yang menewaskan pelajar di SPBU

    Polrestabes Medan menetapkan lima orang menjadi tersangka kasus tawuran yang menyebabkan seorang pelajar berinisial F (15) meninggal dunia.

  • Selasa, 22 Nov 2022 20:22

    Warga Deliserdang tewas ditikam di Langkat, kasusnya ditangani Polres Binjai

    Diduga karena selisih paham, seorang warga yang diketahui bernama Kartonodi Surbakti (45) warga Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, tewas ditikam dengan pisau belati oleh temannya sendiri.

  • Selasa, 22 Nov 2022 18:32

    Geger... Mayat wanita tanpa busana dibungkus karung goni di sungai Amplas

    Masyarakat digegerkan dengan penemuan mayat wanita tanpa busana terbungkus karung goni beras di semak-semak pinggir Sungai.

  • Jumat, 18 Nov 2022 13:18

    Lakalantas di lampu merah KM 19 Binjai, penumpang sepeda motor tewas ditabrak truk

    Adapun lakalantas yang terjadi di perempatan yang dilengkapi dengan traffic light tersebut terjadi antara Sepeda Motor jenis Honda Supra X, nopol BK 6617 RX yang dikendarai oleh Purnomo (40) warga Ja

  • Rabu, 16 Nov 2022 10:16

    Polres Humbahas Pantau Psikologis Anak Dari Korban Mutilasi

    Pasca HM ditetapkan sebagai tersangka dan telah dilakukan penahanan, Polres Humbahas melalui Unit V PPA Sat Reskrim Polres Humbahas terus memantau kondisi anak yang ibunya tewas dibunuh ayah kandungnya sendiri.

  • Komentar Pembaca

    Tentang Kami   Pedoman Media Siber   Disclaimer   Iklan   Karir   Kontak

    Copyright © 2013 - 2022 utamanews.com
    PT. Oberlin Media Utama