Senin, 08 Agu 2022 16:39
iklan pemko Medan sd 23 Agustus 2022

Keluarga Almarhum Muhammad Ichan Desak Polres Binjai Tindak Lanjuti Pengaduan

Binjai (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Aqil
Kamis, 09 Jun 2022 21:49
Istimewa
Keluarga korban
Keluarga Muhammad Ichan Aminty, siswa Kelas V SD Negeri 023971 Payaroba, Kecamatan Binjai Barat, yang meninggal dunia pada Selasa (24/5) lalu karena diduga memgalami kekerasan dari teman temannya di Sekolah, meminta Polres Binjai, agar segera menindaklanjuti laporan mereka serta menghukum orang orang yang ikut terlibat menganiaya korban jika terbukti bersalah. 

Hal itu dikatakan Meini Mustika, yang merupakan Tante korban (adik kandung ibu korban) saat menemani orangtua korban membuat laporan ke Mapolres Binjai, Kamis (9/6) sore. 

"Sebagai bunda (tante-red) korban, saya berharap kepada pihak kepolisian agar segera menindaklanjuti laporan kami dan diusut hingga tuntas," ucapnya saat dikonfirmasi awak media di Mapolres Binjai. 

Wanita berhijab ini juga mengakui jika postingan di media sosial Facebook @Sabty Machan, adalah akun miliknya. "Saya tidak takut memposting itu di medsos karena kami merasa benar dan bahkan saya melihat langsung adanya kejanggalan di tubuh korban," ungkap Meini Mustika.

Tidak hanya itu, sebagai keluarga korban, Meini Mustika juga berharap agar kasus kematian keponakannya tersebut bisa segera terungkap. 

"Kalau memang keponakan saya meninggal karena dianiaya kawan kawannya, kami tentunya berharap ada keadilan buat keluarga kami, sebab nyawa tidak akan tergantikan dengan apapun," tutur Meini Mustika sembari terus menangis. 

Diakui Meini Mustika, walau sebelumnya sempat curiga dengan kematian korban, namun kecurigaan keluarga korban semakin bertambah kuat pada saat teman sekolah korban menceritakan kejadian yang menimpa Muhammad Ichan Aminty, beberapa hari sebelum meninggal dunia. 

"Sekitar 10 hari sesudah korban dimakamkan, teman sekolah korban yang juga masih bertetangga, mengadu ke kakak saya (ibu korban) kalau korban sering di-bully di sekolah. Ia mencetitakan bahwa pada hari Sabtu (21/5) atau 3 hari sebelum meninggal dunia, korban dikeroyok sama kawan kawan sekolahnya," ungkap Meini Mustika. 

Merasa ada yang janggal atas meninggalnya korban usai diceritakan oleh temannya, lanjut Meini Mustika, keesokan harinya ibu korban langsung mendatangi pihak Sekolah, guna mempertanyakan kebenaran cerita dari teman korban tersebut. "Namun tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan," tuturnya. 

Sebagai Tante yang juga keluarga korban, Meini Mustika juga menceritakan Ikhwal kejadian yang ia lihat hingga korban akhirnya meninggal dunia. 

"Awalnya saya merasa meninggalnya korban tidak wajar. Pada saat jasad korban dibaringkan dan saya angkat, telinga korban terlihat membiru dan bibirnya sangat pucat," kata Meini saat menceritakan kecurigaan dirinya kepada awak media. 

Kecurigaan tersebut pun segera disampaikan kepada kakaknya, Santi Citra Dewi, yang juga merupakan ibu kandung korban. "Saya bilang ke kakak saya, ini kok janggal (meninggalnya) ya, kenapa kok biru biru. Apa jangan jangan keracunan obat. Apa kakak kasih obat yang sudah kadaluarsa. Emang kakak beli obatnya dimana. Lalu kata kakak saya menjawab kalau korban katanya mengalami sakit biasa dan hanya diberi obat yang dibeli diwarung," ucap Meini saat menceritakannya kepada ibu korban, seraya mengakui bahwa korban tidak sempat dilarikan ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat. 

Usai jasad korban dimandikan, sambung Meini Mustika, barulah ibu kandung korban juga merasa curiga atas kematian anaknya, Muhammad Ichan Aminty. 

"Setelah jasad korban dimandikan, kakak saya langsung ngomong ke saya kalau badan korban kenapa merah merah. Apa mungkin karena masuk angin atau kena angin duduk. Begitupun kami masih berusaha untuk berpikir positif dan fokus untuk pemakaman korban," beber Meini. 

Disinggung kenapa ia baru memposting kejadian tersebut pada hari ini, sedangkan kematian korban sudah terjadi sekitar 2 pekan yang lalu, Meini Mustika mengaku, pada saat kejadian yang menimpa keponakannya tersebut, ia sedang tidak berada dirumah. 
 
"Benar saya yang memposting di media sosial itulah saya. Kejadian itu memang sudah terjadi sekitar 2 Minggu dan pada saat kejadian saya tidak dirumah. Namun kakak saya sempat menghubungi saya dan mengeluhkan kalau anaknya sedang sakit," kata Meini Mustika. 

Menurut pengakuan kakak kandung saya, kata Meini Mustika, pada hari Sabtu habis pulang Sekolah, korban jatuh sakit. "Keesokan harinya, tepatnya hari Minggu, menurut kakak saya, korban juga masih bisa berlari untuk mengambilkan Pampers buat adiknya. Karena memang selama ini korban tidak pernah mengeluh atau mengadu apapun kepada orangtuanya," pungkasnya. 

Puncaknya, sebut Meini Mustika, pada Senin (23/5) fisik korban drop. Badannya lemas dan mengalami diare. 

"Bahkan menurut kakak saya, disuruh ke kamar mandi pun korban sudah tak sanggup dan terpaksa harus dipakaikan Pampres karena sudah tidak bisa bergerak lagi. Akhirnya pada Selasa siang, korban meninggal dunia," demikian ucap Meini Mustika, sembari mengatakan bahwa korban merupakan anak pertama dari 2 bersaudara dari pasangan Santi Citra Dewi dan Adi.
iklan pemko Medan sd 23 Agustus 2022
Editor: Herda

T#g:aniayaAniaya anakPolres Binjai
Berita Terkait
  • Sabtu, 06 Agu 2022 15:06

    Bobby Nasution Ajak Seluruh Pemangku Kepentingan Pastikan Anak-anak Terlindungi

    Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengajak seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) memastikan anak-anak benar-benar terlindungi dan kekerasan terhadap anak dapat ditekan terus sehingga bisa menjadika

  • Selasa, 02 Agu 2022 15:12

    Korban Pengeroyokan, Samuel Hutabarat Melapor ke Polsek Bandar Khalifah

    Seorang laki - laki menjadi korban pengeroyokan hingga mengalami luka di pelipis mata, bibir serta bagian kepala belakang robek pada Senin malam (1/8) sekitar pukul 23.50 wib, di dusun Pondok Panjang

  • Senin, 25 Jul 2022 14:25

    Polisi: Berkas perkara lengkap, Sie Dong segera disidang di PN Binjai

    Berkas perkara Pho Sie Dong alias Sie Dong (39) dinyatakan sudah lengkap oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai. Sejalan dengan ini, penyidik Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai juga sudah melakukan t

  • Sabtu, 23 Jul 2022 21:53

    Jokowi: Tanggung jawab kita semua agar bullying anak tak terjadi lagi

    Presiden Jokowi menyinggung soal kekerasan pada anak dalam pidato Hari Anak Nasional yang digelar di Istana Bogor. Ia menyebut, pencegahan kekerasan pada anak adalah tanggung jawab banyak pihak."Ini a

  • Jumat, 22 Jul 2022 17:02

    Satresnarkoba Polres tangkap warga Pekanbaru edarkan sabu di kota Binjai

    Nasib apes dialami oleh seorang pria berinisial Y (44) warga Jalan Bambu Kuning, Blok GG-09 Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekan Baru. Ia terpaksa diamankan Satresnarkoba Polres Binj

  • Kamis, 21 Jul 2022 07:41

    Pengacara Ungkap Temuan Baru: Kuku Brigadir Yoshua Dicabut

    Kuasa hukum keluarga Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J telah menghadiri gelar perkara dengan Polri terkait laporannya soal dugaan pembunuhan berencana. Sang kuasa hukum mengungkap

  • Selasa, 19 Jul 2022 12:29

    Kasus penganiayaan terhadap Endang, Kader PP Binjai Selatan masih belum ada perkembangan

    Kasus penganiayaan dengan menggunakan Senjata Tajam yang menimpa Endang Trisna Handoko (44) warga Jalan Teluk Betung, Lingkungan VI Kelurahan Rambung Timur, pada Minggu (3/7) lalu, sekira Pukul 19.20

  • Jumat, 15 Jul 2022 21:05

    PPS Kena Keroyok, HMI Minta Kepala Sekolah SMP Dicopot

    PPS (13), diduga mendapat perbuatan perundungan atau bully antarsiswa yang terjadi di lingkungan sekolah SMP Negeri 4 Sibolga, pada Senin (11/7/2022) kemarin. Akibat kejadian itu, siswa yang mengenyam

  • Jumat, 15 Jul 2022 06:25

    Warung kopi tempat jual Sabu digrebek Satresnarkoba Polres Binjai, 1 pengedar diamankan

    Lagi lagi, petugas Kepolisian dari Satresnarkoba Polres Binjai, berhasil meringkus pengedar narkotika jenis Sabu Sabu.Adalah TJS (19) seorang pria warga Dusun Belinteng, Desa Sanggapura, Kecamatan Sei

  • Kamis, 14 Jul 2022 20:44

    Polisi menyamar tangkap 3 pria diduga bandar narkoba di seputaran lapangan Merdeka Binjai

    Lapangan Merdeka Kota Binjai yang diketahui menjadi pusat keramaian masyarakat untuk melakukan olahraga, kumpul bersama keluarga dan refreshing serta sebagai sarana berkumpulnya kaum muda, ternyata di

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2022 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak