Senin, 04 Jul 2022 04:36

LBH Medan minta Polda Sumut usut tuntas kematian tersangka di ruang Penyidik

Medan (utamanews.com)
Oleh: Tuan Laen
Sabtu, 14 Mei 2022 18:04
Istimewa
Foto jenazah tersangka saat diperiksa keluarga
Seorang terduga tersangka tindak pidana pencabulan bernama Irwanto alias Muhammad Ragil, diduga meninggal dunia di ruangan Sat Reskrim Polresta Deli Serdang. 

Meninggalnya Irwanto pada hari Rabu Pagi tanggal 11 Mei 2022, menimbulkan kejanggalan dan tanda tanya besar pihak keluarga serta masyarakat khususnya Deli Serdang.

Hal itu disampaikan pihak keluarga korban bernama Kasman Harahap didampingi LBH Kota Medan kepada awak media, Sabtu (14/5/2022).

Menurut Kasman Harahap, "secara logikanya saya melihat ada kejanggalan-kejanggalan, seperti bunuh diri menggunakan kabel sebesar telunjuk, ada coknya diselipkan di jendela."

"Kalau orang lompat itu pasti pecah coknya, saya sudah lihat secara logika saya, dia ngak bunuh diri", kata Kasman.

Sementara, Wakil Direktur LBH Kota Medan Irvan Saputra menduga meninggalnya Irwanto alis Muhammad Ragil syarat akan kejanggalan.

"Hal tersebut bukan tanpa alasan, dimana berdasarkan informasi yang diterima LBH Medan dari rekan media yang telah mewawancarai pihak keluarga dan foto-foto korban," katanya

Pasca jenazah korban dibawa ke rumah, keluarga korban penasaran dan membuka kain kafan Irwanto ternyata ketika diperiksa diduga tubuh korban Irwanto penuh lebam atau memar. Adapun diketahui korban ada memar di pinggang dan di lengan termasuk di dekat rusuk korban.

LBH Medan juga menyoroti dugaan kejanggalan lainnya yang dialami korban dimana, diketahui korban diduga ditangkap di daerah Karo atas dugaan tindak pidana pencabulan pada Selasa tanggal 10 Mei 2021, sekitar siang hari dan pasca penangkapan tersebut korban dibawa ke Polresta Deli Serdang untuk diambil keteranganya.

"Diduga korban diperiksa mulai sore hingga pagi esok harinya artinya pemeriksaan tersebut sudah barang tentu dibawah pengawasan penyidik dan atau penyidik pembantu", kata Irvan Saputra. 

Tidak hanya itu saja, LBH Kota Medan menduga ada kejanggalan pada prosedur pemeriksaan Korban. Pertama, korban diperiksa tanpa didamping penasehat hukum yang mana seharusnya korban yang diduga melakukan tindak pidana pencabulan yang ancaman hukumnya lebih dari 5 tahun wajib didampingi penasehat hukum.

Sebagaimana amanat Pasal 56 ayat (1) KUHAP “Dalam hal tersangka atau terdakwa disangka atau didakwa melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana mati atau ancaman pidana lima belas tahun atau lebih atau bagi mereka yang tidak mampu yang diancam dengan pidana lima tahun atau lebih yang tidak mempunyai penasihat hukum sendiri, pejabat yang bersangkutan pada semua tingkat pemeriksaan dalam proses peradilan wajib menunjuk penasihat hukum bagi mereka."

"Artinya jika meninggalnya korban sebagaimana dikatakan pihak Polresta Deli Serdang diduga karena bunuh diri, sudah dapat dipastikan hal tersebut tidak akan terjadi jika saat pemerikasaan korban didamping oleh penasehat hukum", katanya.

Hal ini jelas menggambarkan adanya dugaan kesalahan prosedur pihak Polresta Deli Serdang saat melakukan pemeriksaan korban. Oleh karena itu LBH Kota Medan sebagai lembaga yang konsern terhadap Penegakan hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) meminta pihak polda sumut mengusut tuntas dan transparan perkara a quo.

Kedua, diduga ditemukannya banyak lebam dan memar pada tubuh korban diantaranya pada bagian pinggang dan lengan korban termasuk dekat rusuk. Kejanggalan ini sudah seharusnya dijelaskan pihak Polresta Deli Serdang kepada keluarga korban dan publik, apakah memang bunuh diri atau diduga adanya penyiksaan terhadap korban.

Jika nanti ditemukan adanya dugaan tindak pidana atau pelanggaran kode etik, maka Polda Sumut harus berlaku adil dan tegas. Guna memberikan keadilan kepada keluarga korban dan menghindari prespektif negatif masyarakat.

LBH Kota Medan menduga kejanggalan tersebut telah melanggar UUD 1945 Pasal 28 A, 28 D, KUHP Pasal 351 ayat (3), Pasal 18 ayat (4) UU 39 Tahun 1999 tentang HAM Pasal 4, UU No. 5 Tahun 1998 Tentang Pengesahan Covention Againt Torture and Other Cruel, Inhuman or Degrading Treatment on Punishment (Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman lain yang Kejam,Tidak Manusiawi atau Merendahkan Martabat Manusia) dan Undang-undang No: 12 Tahun 2005 tentang Pengesahan International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR).

Sementara, Kapolrestabes Deliserdang Kombes Pol Irsan Sinuhaji SIK MH ketika dikonfirmasi awak media, Sabtu (14/5/2022) melalui WhatsApp selularnya ke Nomor 08125080XXX membenarkan kejadian tersebut. 

"Benar, dan anggota sedang diperiksa Propam Polres thdp kelalaiannya", pungkasnya.
Editor: Budi

T#g:aniayaPolresta DSpencabulanPenyidik
Berita Terkait
  • Jumat, 01 Jul 2022 10:31

    Dituding ambil paksa beras, Polda Sumut sebut tindakan penyidik sudah sesuai prosedur

    Polda Sumut angkat bicara soal tudingan bahwa penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut mengambil beras secara paksa di kilang Padi Tani Jaya Nomor 88, Dusun I, Desa Ramunia, Kecamatan P

  • Rabu, 15 Jun 2022 11:45

    Setelah 20 hari dimakamkan, Jenazah Alm Siswa SD di Binjai yang diduga tewas dikeroyok teman sekolahnya diautopsi

    Ratusan masyarakat memadati tempat pemakaman umum yang berada di Jalan Umar Baki, Kelurahan Payaroba, Kecamatan Binjai Barat, tepatnya di samping timbangan Dishub Binjai, Rabu (15/6). Ramainya ma

  • Kamis, 09 Jun 2022 21:49

    Keluarga Almarhum Muhammad Ichan Desak Polres Binjai Tindak Lanjuti Pengaduan

    Keluarga Muhammad Ichan Aminty, siswa Kelas V SD Negeri 023971 Payaroba, Kecamatan Binjai Barat, yang meninggal dunia pada Selasa (24/5) lalu karena diduga memgalami kekerasan dari teman temannya di S

  • Selasa, 07 Jun 2022 15:57

    Anak Ahok Bakal Bersaksi di Sidang Ayu Thalia Sore Ini

    Sidang Ayu Thalia terkait kasus pencemaran nama baik terhadap anak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Nicholas Sean Purnama kembali digelar hari ini, Selasa (7/6/2022). Sean diagendakan akan menjadi saksi

  • Senin, 06 Jun 2022 23:06

    DPC GAMKI Kecam Perbuatan Abmoral Kepada Anak Di Taput

    DPC GAMKI (Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia) mengecam keras tindakan pencabulan kepada korban yang dilakukan oleh orang orang yang tidak bermoral.GAMKI Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) juga men

  • Kamis, 02 Jun 2022 09:02

    Nawal Lubis Ajak BMOIWI Sumut Berkontribusi Turunkan Angka KDRT

    Nawal Lubis mengajak seluruh ibu-ibu yang tergabung dalam Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI) untuk berkontribusi menurunkan angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Sumut.

  • Selasa, 31 Mei 2022 10:31

    Polresta Deli Serdang Ungkap Kasus Pengerusakan Secara Bersama-sama oleh Geng Motor

    Polresta Deli Serdang menggelar Press Release penanganan perkara tindak pidana secara bersama - sama melakukan kekerasan terhadap barang dan atau pengerusakan, Senin (30/05/2022)Adapun kegiatan yang b

  • Rabu, 25 Mei 2022 07:45

    Barbar.. Pemain Kejar dan Pukul Wasit Dalam Pertandingan Sepak Bola Ramadhan Cup Piala Bupati Labuhanbatu

    Turnamen sepakbola ramadhan cup memperebutkan piala Bupati Labuhanbatu sedikit tercoreng. Pasalnya terjadi kerusuhan pada babak pertama pertandingan antara Tim Padang Matinggi vs Cinta Makmur pada bab

  • Jumat, 20 Mei 2022 15:40

    Warga Namu Ukur ditemukan tergeletak bersimbah darah di Binjai Barat

    Seorang pria yang diketahui bernama Rio Karo Karo (28) warga Namu Ukur, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, ditemukan tergeletak bersimbah darah dengan beberapa luka di badannya di halaman rumah

  • Rabu, 18 Mei 2022 19:28

    Sidang Pencabulanan Anak Di Bawah Umur, Keluarga Korban Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

    Sidang kasus pencabulan sesama anak di bawah umur yang terjadi beberapa pekan lalu dengan terdakwa JCL (17) mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Binjai, Rabu (18/5) siang.Sidang perdana yang di

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2022 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak