Kedatangan masyarakat Beguldah ke Kantor Pemko Binjai untuk meminta keadilan dan keamanan karena mengaku kerap diintimidasi oleh sekelompok OTK, akhirnya direspon oleh Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Golkar, H Zainuddin Purba SH., Kamis (18/8).
Sembari menangis dan berlinang air mata, keluh kesah pun disampaikan masyarakat Beguldah kepada wakil rakyat yang akrab disapa Pak Uda ini.
"Saya sudah berkomunikasi dengan Bapak Kapolres Binjai dan menyampaikan bahwasanya masyarakat meminta Kapolres dan Walikota Binjai agar segera menutup galian C ilegal yang berada disana dan selama ini sudah beroperasi selama 20 tahun," ungkap Pak Uda saat dikonfirmasi awak media disela sela dirinya menemui warga.
Pak Uda juga menegaskan bahwa hal ini tidak ada kaitannya dengan politik.
"Ini murni keluhan warga dan jangan dikaitkan dengan masalah politis. Memang nyatanya sama sama kita lihat bahwa keprihatinan masyarakat sudah memuncak sehingga mereka minta tutup galian C ilegal yang ada yang berujung diserang oleh kelompok yang diduga dari pengusaha ilegal itu. Inilah masalahnya yang sekarang terjadi," tegas Pak Uda.
Sebagai Wakil Rakyat, H Zainuddin Purba meminta kepada Walikota dan Kapolres Binjai serta Dandim 0203/LKT, untuk bertindak tegas dengan menutup galian C ilegal yang berada di Beguldah.
"Ini semua sumber masalah di kota ini. Untuk saya minta agar segera ditutup galian C ilegal tersebut. Belum lagi masalah narkoba. Artinya disitu untuk yang ilegal sudah komplit," beber Pak Uda.
Pak Uda juga menyayangkan kenapa masyarakat harus mendapat teror dan intimidasi. "Kedepan saya berharap pemerintah dan kepolisian lebih tanggap," pintanya.
Disinggung apakah selama 20 tahun beroperasi, galian C ilegal tidak tersentuh oleh hukum dan apakah ada oknum yang membekingi aktifitas tersebut, legislator dari Partai Golkar ini mengatakan bahwa sebelumnya sempat tutup.
"Sempat tutup. Selanjutnya buka lagi karena mereka mendukung calonnya Kepala Pemerintah pada Pilkada sebelumnya. Dan hingga saat ini masih tetap buka. Artinya banyak Sambo Sambo yang membekingi usaha ilegal itu," demikian tutup H Zainuddin Purba.