Rabu, 29 Jun 2022 20:41
  • Home
  • Opini
  • Dinamika Negara Berkembang di Asia-Afrika: Peluang, Potensi, dan Tantangan dari Sudut Pandang Akademik

Dinamika Negara Berkembang di Asia-Afrika: Peluang, Potensi, dan Tantangan dari Sudut Pandang Akademik

Jakarta (utamanews.com)
Oleh: Theofilus J.S/Mahasiswa Prodi HI UKI Jakarta
Kamis, 19 Mei 2022 08:59
Kemlu RI (2019)
Ilustrasi Hubungan Asia-Afrika
Hubungan negara-negara Asia-Afrika secara politik resmi terbentuk semenjak Konferensi Asia-Afrika yang diselenggarakan di Bandung pada tahun 1955. Ini merupakan awal dari kerja sama negara selatan-selatan.

Hubungan negara-negara Asia-Afrika pun tidak berhenti pada konferensi tersebut, melainkan turut dipererat oleh pembentukan GNB (Gerakan Non-Blok) pada tahun 1961 dan G77 (Kelompok 77) pada tahun 1964.

Makin eratnya hubungan negara Asia-Afrika dengan bukti berbagai kerja sama antar negara menunjukkan bahwa terdapat kepentingan yang harus digapai oleh masing-masing negara, sebab tidak mungkin negara menjalin hubungan kepada negara lain jika tidak didorong oleh kepentingan negara.

William S. Wibowo (2022) pada kesempatan webinar “Dinamika Negara Berkembang di Asia-Afrika: Peluang, Potensi, dan Tantangan” Unit Kegiatan Mahasiswa FISIPOL Thinkers Club Universitas Kristen Indonesia pada 13 Mei 2022, mengungkapkan melalui penelitiannya bahwa terdapat kepentingan dari peningkatan hubungan negara berkembang Asia dan Afrika, salah satu contohnya adalah Tiongkok kepada negara-negara di Timur Tengah dan Afrika Utara, seperti Mesir.

William turut menjelaskan bahwa negara memiliki kesamaan dengan manusia, terlepas ia adalah negara maju atau berkembang. Jika seseorang mendekati orang lain, maka orang tersebut memiliki kepentingan pada orang yang ia dekati.

Oleh karena itu, pada konteks Tiongkok, kepentingan-kepentingan tersebut antara lain seperti keamanan energi terhadap Mesir, melalui kebijakan “Marching to the west for BRI partnership” diharapkan dapat memberikan stabilitas internal di domestik Tiongkok dan membantu pencarian status global untuk politik luar negeri Tiongkok.

Hal ini menunjukkan interaksi Asia-Afrika terjadi pada masa kontemporer terlepas dari dinamika politik internasional yang ada.

Lalu, Farhan Julianto dari INADIS (2022) menjelaskan bahwa terdapat berbagai bentuk konflik di benua Afrika yang menyebabkan Afrika menjadi benua penuh dengan tantangan keamanan. Adanya berbagai perang saudara, kudeta militer, krisis sumber daya alam, dan lain-lain, selalu mewarnai benua Afrika.

Oleh sebab itu, walaupun penuh dengan peluang dan potensi, hubungan negara-negara di Asia kepada negara-negara di Afrika menyimpan tantangan, papar Farhan.

Kemudian, Yusnan Hadi Mochtar, dosen UNU Kaltim (2022) menyatakan bahwa negara-negara Barat melihat bahwa negara-negara Asia-Afrika belum menghasilkan buah-buah baik dari demokrasi, karena demokrasi di Asia-Afrika masih belum membuahkan hasil yang tepat. Maka negara-negara Barat pun hanya melihat bahwa demokrasi di Asia-Afrika hanya dijalankan untuk hal-hal teknis yang terkait dengan bantuan luar negeri.

Terdapat faktor-faktor bagi kemunduran demokrasi di Afrika, hal-hal tersebut seperti pemerintah yang kurang responsif, dukungan anti demokrasi, kurangnya keseimbangan antara pemerintah dan sipil, masih adanya nilai-nilai otoritarianisme, adanya intervensi Barat, pengaruh kepentingan Rusia dan RRT, hingga ekstremisme agama.

Pada konteks Asia, yang menjadi faktor bagi kemunduran demokrasi adalah populisme, meningkatnya otoritarianisme, akuntabilitas pemerintah, ekstremisme agama, dan pengaruh Tiongkok, sehingga negara Asia-Afrika sejatinya memiliki kendala yang mirip walaupun secara konteks ekonomi, politik, dan sosial budaya dapat berbeda tiap negaranya.

Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa hubungan negara-negara di Asia dan Afrika sebenarnya dapat menjadi jawaban alternatif bagi negara-negara berkembang. Melalui kesamaan tingkat ekonomi, kemiripan keadaan sosial-budaya, serta pengaruh historis yang serupa menyebabkan hubungan lintas batas negara-negara Asia-Afrika selalu meyimpan peluang dan potensi yang non-tradisional bagi negara berkembang untuk dapat ditindaklanjuti sebagai hubungan negara sesama berkembang yang pasti akan lebih seimbang jika dibandingkan dengan hubungan negara maju-negara berkembang. Kendati demikian, hal ini juga menyimpan tantangan yang tidak kecil juga, seperti yang dijelaskan oleh Darynaufal Mulyaman, dosen Prodi HI UKI Jakarta (2022).
Editor: Budi

T#g:AfrikaAsiaAsia AfrikaTiongkok
Berita Terkait
  • Sabtu, 04 Jun 2022 21:34

    Alcatel-Lucent Enterprise Apresiasi Kesuksesan Mitra Bisnis Melalui Connex22 Southeast Asia

    Alcatel-Lucent Enterprise (ALE), provider terdepan solusi komunikasi, jaringan, dan komputasi awan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri, mengumumkan para pemenang “Partner of the Year&rdqu

  • Rabu, 25 Mei 2022 12:35

    Susan Hasiani Sitanggang Direktur PT.GHM: Docking KMP Tao Toba 1 Segera Direalisasikan

    Direktur Utama PT Gunung Hijau Megah (GHM) KMP Ferry Tao Toba yang baru, Susan Hasiani Sitanggang didampingi Komisaris Utama Ny. Dorthia Silitonga dan Komisaris Gusti Sitanggang, usai memimpin rapat b

  • Selasa, 19 Apr 2022 07:19

    Bertemu Konjen Tiongkok, Edy Rahmayadi Bahas Kerja Sama Bidang Olahraga

    Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menginginkan adanya kerja sama dengan Republik Rakyat Tiongkok di bidang olahraga. Apalagi, saat ini Sumut dalam persiapan menjadi tuan rumah Pekan Olahra

  • Senin, 14 Mar 2022 11:44

    Gejolak Harga Pangan, Kali Ini Berbeda

    Gejolak (volatility) harga pangan di pasaran saat ini memang luput dari perkiraan sebelumnya. Anggapan demikian, hanya lebih cocok disematkan pada orang-orang yang ingatannya pendek.Tengoklah masa lal

  • Kamis, 03 Mar 2022 22:33

    Jokowi Terima Surat Kepercayaan 6 Dubes Negara Sabahat, Ini Daftarnya

    Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Iriana Jokowi menerima surat kepercayaan dari 6 duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) negara-negara sahabat. Berdasarkan keterangan di la

  • Selasa, 01 Feb 2022 22:31

    GOR Berkapasitas 1.000 Orang Akan Dibangun di Barus

    Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani letakkan batu pertama pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Barus, di Jalan SM Raja, Kelurahan Padang Masiang, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (T

  • Senin, 31 Jan 2022 05:31

    Chery, Merk Baru Mobil SUV di Indonesia

    Salah satu produsen mobil asal Tiongkok merek Chery, yang sempat bermain di pasar otomotif Indonesia kini sedang melakukan 'pemanasan' masuk ke Tanah Air.

  • Kamis, 27 Jan 2022 18:17

    CSR OG Hospital, Pengecekan gula darah dan tekanan darah gratis bagi warga Binjai

    Mewakili Walikota Binjai, Staff Ahli Pemko Binjai Dr Heri Hendri, hadiri kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) OG Hospital Kota Binjai, yang dilaksanakan di Masjid Sabilal Muhtadin, Jalan Teluk Betung, Kelurahan Rambung Timur, Kamis (27/1).

  • Selasa, 11 Jan 2022 23:01

    Wujudkan Medan Sebagai Medical Tourism, Bobby Bertemu Direktur RS Columbia Asia

    Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan menjadi hal utama yang akan dilakukan Pemko Medan untuk mendukung terwujudnya Kota Medan sebagai Medical Tourism. Sebab, banyak sekali potensi yang bisa digali

  • Jumat, 31 Des 2021 16:00

    Tahun 2021, Nilai Ekspor Komoditas Pertanian Sumut Tertinggi se-Indonesia

    (Foto: Dinas Kominfo Provinsi Sumut/ Veri Ardian)Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menempati peringkat pertama nilai ekspor komoditas pertanian se-Indonesia. Total nilai ekspor hasil pertanian Sumut sep

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2022 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak