Komunitas milenial Kota Binjai yang menamakan dirinya "Forum Muda Mudi Peduli Kota Binjai" menggelar Diskusi Publik di salah satu Cafe yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara, Rabu (11/11) malam, sekira Pukul 20.30 Wib.
Kegiatan yang mengusung tema "Pemuda Cerdas Memilih Pemimpin Yang Berkualitas" dihadiri oleh Calon Walikota Binjai nomor urut 1, Rahmat Sorialam Harahap SH. MH serta dihadiri Puluhan muda mudi atau kerap disebut dengan Kaum Milenial.
Pantauan awak media, di lokasi kegiatan juga tampak hadir Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Kota Binjai, Sanni Abdul Fattah, serta Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Sumut, Faisal Hadi Pinem SH.
Dalam diskusinya, menurut Rahmat Sorialam Harahap SH.MH, semua Pasangan Calon (Paslon) Walikota Binjai pada Pilkada 2020, tentunya mempunyai kualitas yang mumpuni. Untuk itu, peran Pemuda sangat penting untuk menentukan masa depan Kota Binjai.
"Kita simak sejarah. Berangkat dari Sumpah Pemuda 1928, semua berkumpul dari berbagai daerah. Artinya semua berawal dari Pemuda. Selanjutnya Proklamasi 1945 juga digerakkan oleh Pemuda, seperti Bung Karno, Bung Hatta dan Bung Syahrir," ungkap Rohmat Sorialam Harahap.
Untuk itu, ungkapnya, peran Pemuda sangat penting untuk memajukan Kota Binjai.
Ia juga menilai, saat ini Kota berjuluk Kota Rambutan ini bukanlah Kota Smart City, melainkan Semut City. Hal itu dikarenakan saat ini status Kota Binjai menjadi Kota Kecil.
Pria kelahiran Medan yang berpasangan dengan Dr H Usman Jakfar Lc. MA, pada Pilkada Binjai tahun 2020 ini juga menyoroti masalah "dunia maya" yang saat ini banyak diakses oleh Pemuda. Sebab menurut Rahman, saat ini kita hidup didalam dua dunia, yaitu dunia nyata dan dunia maya.
"Kita saat ini mempunyai dua dunia, yaitu dunia nyata dan dunia maya. Bahkan kalau saya lihat saat ini presentase Pemuda lebih banyak di dunia maya. Kalau kita jeli, produk dan kreasi anak anak Binjai di dunia nyata dalam konteks Positif bisa kita masukkan ke dunia maya dan itu bisa menjadi sumber penghasilan," urai Rahman.
Sebagai Calon Walikota Binjai nomor urut 1, Pria yang hingga saat ini dipercaya menjadi Wakil Ketua Badan Pengawas dan Disiplin Partai Gerindra, kedepannya menginginkan di setiap Kecamatan hingga Kelurahan yang ada di Kota Binjai, mampu membuat Klaster Klaster Produksi agar bisa dijual di dunia maya.
"Contohnya, karena Kota Binjai dibelah oleh tiga Sungai, kita bisa buat wisata air. Bagaimana mau maju kalau di Binjai hanya ada satu Hotel bintang berkelas, sementara nama Hotel itu hanya sebuah nama siaran Radio di Kota Medan," ujarnya sembari guyon.
Untuk itu, lanjut Rahmat, bila masyarakat memberikan amanah kepada dirinya bersama Dr H Usman Jakfar untuk memimpin Kota Binjai, maka ia berjanji akan merubah Tata Kota.
"Kita rubah Tata Kota. Misalnya Bundaran Tugu kita buat pancuran air yang disoroti lampu warna warni. Jalan sudirman kita buat seperti Malioboro. Artinya ada ciri khas. Saya melihat Sky Cross saat ini malah seperti rumah hantu. Kalau kita jeli, tempat itu bisa difungsikan untuk kegiatan positif, seperti Cafe, sehingga ada nilai sejarah dan orang tidak bosan untuk berkunjung kembali," ucap Pria berusia 47 tahun ini.
Guna mencapai tujuan itu, ucap Rahmat, semua harus digerakkan oleh Pemuda Pemuda Kota Binjai, sehingga kedepannya kita berharap Binjai bisa menjadi Icon Sumatera Utara.
"Tanpa dukungan dari Pemuda, hal itu tentunya tidak terwujud. Untuk itu saya mohon doa dan dukungan dari Pemuda Kota Binjai. Saya yakin kaum Milenial Kota Binjai sejalan dengan gagasan saya," bebernya, seraya mendapat aplaus dari para tamu undangan.
Senada, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah GMNI Sumut, Faisal Hadi Pinem, juga mendukung wacana tersebut. Menurutnya, sebagai seorang yang memposisikan dirinya dari luar Kota Binjai, hal itu bisa terwujud bila Pemuda bisa mencontoh dari para pendahulunya.
"Kita bisa ambil semangat dari proses sejarah, yaitu dari sebelum dan sesudah Merdeka. Saya berharap Pemuda bisa mencontoh semangatnya. Binjai menurut saya kurang icon. Tanpa mengenyampingkan tokoh tokoh yang ada, semua itu yang bisa menjalankannya adalah Pemuda," ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan Faisal Hadi, saat ini dunia memandang seksi Negara kita. Penilaian itu salah satunya karena Indonesia mempunyai Pemuda yang berpotensi. "Bagaimana dengan Kota Binjai? Tentunya dengan Potensi para Pemuda serta didukung dengan Pemimpin yang berkualitas, saya rasa hal itu sudah bisa terwujud," ucap Faisal.
Sebagai Sekretaris DPD GMNI Sumut, Faisal juga menegaskan bahwa Kewirausahaan yang mampu menembus dunia adalah Pemuda. "Untuk itu sangat cocok bila kekuatan Pemuda mampu disandingkan dengan Pemimpin yang berkualitas," urainya.
Di tempat yang sama, salah seorang tokoh agama, yang juga menjabat sebagai Ketua GNPF Ulama Kota Binjai, Sanni Abdul Fattah, dalam penyampaiannya mengatakan, Pemuda saat ini harus mampu menjadi Agent of Change (agen perubahan). Sebab jika diberi kesempatan, maka banyak hal hal positif yang mampu dikerjakan oleh Pemuda sehingga kedepannya mampu berprestasi.
"Saya melihat di Kota Binjai, pemudanya hanya itu itu saja yang dipanggil. Pemuda lainnya terkesan belum ada kesempatan untuk berbicara. Bagaimana kita bisa mengetahui kemampuan dari generasi penerus bangsa kita kalau tidak diberikan kesempatan," ujarnya penuh tanya, seraya mengucapkan terima kasih kepada kaum Milenial yang bersedia hadir di acara Diskusi Publik ini.
Sebagai tokoh agama, Ustadz Sanni (sapaan akrab Sanni Abdul Fattah) juga menyoroti Kota Binjai yang saat ini menjadi nomor dua setelah Medan dalam peredaran Narkoba.
"Kenapa bisa terjadi. Karena mafianya didiamkan. Tidak mungkin kalau Kepala Daerah tidak mengetahui hal itu. Mirisnya lagi, orang orang dari luar Kota, menilai Kota Binjai ini sebagai Kota Diskotik," tegas Ustadz Sanni dengan nada kesal.
Untuk itu, sebagai salah seorang tokoh agama di Kota Binjai, Ustadz Sanni menghimbau kepada masyarakat untuk bersama sama bergandengan tangan memerangi narkoba.
"Jika bapak Rahmat dipercaya masyarakat untuk memimpin Kota Binjai, maka kami minta agar ditutup tempat tempat maksiat. Tempat tempat mesum yang berkedok kos- kosan juga harus ditertibkan. Untuk itu, saya meminta kepada para Pemuda, mari kita perangi narkoba bersama sama untuk menyelematkan generasi penerus bangsa," pinta Ustadz Sanni, seraya diaminkan oleh tamu undangan.
Sesi tanya jawab juga menjadi bagian dalam kegiatan ini. Dilanjutkan dengan doa serta foto bersama menjadi rangkaian penutup dalam kegiatan ini.