Kamis, 23 Apr 2026

KPU Binjai gelar sosialisasi kepada tokoh masyarakat, pada hakekatnya Pemilu adalah kegembiraan

Binjai (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Aqil Minggu, 06 Nov 2022 15:06
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Binjai menggelar sosialisasi kepada sejumlah tokoh organisasi dan tokoh masyarakat yang ada di Kota Binjai, Minggu (6/11)
 Istimewa

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Binjai menggelar sosialisasi kepada sejumlah tokoh organisasi dan tokoh masyarakat yang ada di Kota Binjai, Minggu (6/11)

Dalam rangka mensukseskan Pemilu serentak 2024 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Binjai menggelar sosialisasi kepada sejumlah tokoh organisasi dan tokoh masyarakat yang ada di Kota Binjai, Minggu (6/11) sekira Pukul 10.15 Wib.

Mengusung tema "Peran Tokoh Masyarakat" dalam kegiatan yang digelar di RM Punokawan yang beralamat di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Limau Mungkur, Kecamatan Binjai ini juga diisi dengan sesi tanya jawab dengan beberapa orang narasumber, yaitu Santri eksekutif/santri motivator, KH Akhmad Khambali SE MM, serta Kasubdit Politik Dit Intelkam Polda Sumut, Kompol Maga Simarmata.
Dibuka langsung oleh Ketua KPU Binjai, Zulfan Effendi, dalam kegiatan ini dirinya menegaskan bahwa saat ini pihaknya intens melakukan sosialisasi. "Untuk diketahui, KPU Kota Binjai baru saja menyelesaikan rekapitulasi faktual Partai Politik," ungkap Zulfan.

Sementara itu, KH Akhmad Khambali SE MM, dalam paparannya yang mengambil tema "Penguatan Moderasi Beragama" menegaskan bahwa Pemilu itu adalah hakekatnya masyarakat gembira. Untuk itu, ia berharap adanya perubahan yang lebih baik dalam setiap gelaran Pemilu.
"Pemilu ini hakekatnya adalah buat kita gembira, bukan menciptakan konflik. Saya yakin kalau ingin berubah pasti susah, ribet dan nyebelin. Tapi saya yakin semua itu bisa dilakukan," ungkap Akhmad Khambali.
Dipercaya sebagai seorang narasumber, Akhmad Khambali juga menghimbau kepada masyarakat untuk menghindari politik identitas pada Pemilu 2024 mendatang.

"2024 kita harus hindari politik identitas. Untuk itu kita harus merubah mindset kita. Ingat, agama menjadi kita berpolitik secara santun dan kaffah," tegasnya, seraya meminta masyarakat untuk mudah percaya dengan berita hoax, karena hoax dibuat oleh orang pintar dan disebarluaskan oleh orang bodoh.

Pada kesempatan itu, Akhmad Khambali juga membeberkan perihal agama dan politik. "Pelibatan agama dalam politik oleh penganutnya dimaksudkan untuk mengawal agar politik sesuai dengan etika dan ajaran agama, melegitimasi aspirasi dan perilaku politik dengan ajaran agama serta membangun identitas dan solidaritas sosial," bebernya.
produk kecantikan untuk pria wanita

Narasumber lainnya, yaitu Kasubdit Politik Dit Intelkam Polda Sumut, Kompol Maga Simarmata, dalam paparannya membeberkan cara cara mendeteksi, antisipasi serta potensi kerawanan dan bertindak jelang Pemilu 2024.

"Cara bertindak kepolisian yaitu Pre-entiv, Preventif dan Represif. Sedangkan hakikat ancaman potensi kerusuhan yaitu tahapan pemilu dan dinamika politik. Sedangkan untuk bentuk antisipasi bisa terbuka maupun tertutup (PAM Intel)," beber Kompol Maga Simarmata.

Sebagai Kasubdit Politik Dit Intelkam Polda Sumut, Kompol Maga Simarmata juga mengakui, walau saat ini masih dalam tahapan verifikasi faktual, namun potensi atau suhu politik sudah sangat tinggi. 

iklan peninggi badan
"Guna meminimalisir adanya gangguan gangguan, maka kita harus merangkul tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda," pungkasnya. 

Tidak hanya itu, di hadapan sekitar 100 orang tamu undangan, Perwira Menengah Polisi ini juga membeberkan jumlah deklarasi relawan Sumut untuk Bakal Calon Presiden yang termonitor oleh pihaknya. 

"Walau masih tahapan verifikasi faktual, tetapi deklarasi sudah cukup gencar. Dari catatan kami, di Sumatera Utara, jelang Pemilu 2024 ini untuk relawan Ganjar sudah 23 kali deklarasi, Puan 3 kali, Cak Imin 3 kali, Prabowo 2 kali, Anis 9 kali, Erick Thohir 2 kali, Sandiaga Uno 1 kali dan Airlangga 1 kali," ungkapnya. 

Prediksi kedepan jelang Pemilu 2024 juga ikut dibeberkan oleh Kompol Maga Simarmata. 

"Adapun prediksi kami kedepan yaitu terjadi peningkatan giat politik yang dapat mempengaruhi Kamtibmas, pengelompokan massa berdasarkan kesamaan dukungan/pilihan, mobilisasi massa/relawan, rawan politik identitas, rentan terhadap polarisasi massa, kejahatan IT (Medsos), manfaatkan tokoh agama tertentu sebagai corong dan manfaatkan tempat ibadah untuk kegiatan politik," bebernya.
Sedangkan untuk politik identitas, Kompol Maga Simarmata meyakini akan makin marak jelang Pemilu 2024. "Ada beberapa faktor penyebabnya, yaitu mudah dikerjakan, biaya murah, cepat responnya, kuat pengaruhnya dan luas dampaknya," tuturnya, sembari menegaskan Stop Politik Identitas. 

Sesi tanya jawab juga menjadi bagian dalam sosialisasi yang digelar oleh KPU Kota Binjai ini. 

Hadir dalam kegiatan itu, Walikota Binjai diwakili Sekda H. Irwansyah Nasution, Camat se-Kota Binjai, MUI, BKAG, PHDI, Parakhin, Walubi, KUB, FKAE, KAHMI, Forhati, Al-Wasliyah, Angkatan Putri Al-Wasliyah, Muhammadiyah, Aisyiyah, NU, Muslimat NU, KNPI, LIRA, LSM LIRA, Santri Nusa serta seluruh Komisioner KPU Kota Binjai.
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️