Di sebagian lokasi air tanah di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang tidak memenuhi baku mutu sebagai air yang layak dikonsumsi. Hal ini diungkapkan oleh Ahli Fisika Nano Partikel Dr. Makmur Sirait, M.Si pada Senin (22/10/2018), setelah melakukan uji kualitas air yang diambil dari beberapa sampel lokasi di Kecamatan Percut Sei Tuan.
Dari hasil yang didapat sebagian besar sample air tanah yang ada tidak memenuhi PH yang distandartkan dan masih ada kandungan detergen, logam serta material kimia yang berbahaya dengan kadar di luar ambang batas. Bila air tanah tersebut dikonsumsi dalam waktu lama maka akan mengakibatkan berbagai macam penyakit pada tubuh.
Oleh karena dari itu sejumlah dosen Unimed dari berbagai lintas Keilmuan, diantaranya: Dr. Makmur Sirait, Prof. Dr. Herbert Sipahutar, MS dan Drs Juniar Hutahean, M.Si, mencoba untuk membantu masyarakat lewat Pengabdian Masyarakat peningkatan kualitas Air tanah hingga menjadi air yang layak untuk dikonsumsi.
"Setelah melakukan pengujian di beberapa sampel di beberapa lokasi selanjutnya pengujian kita lakukan di Laboratorium Fisika dan di Laboratorium milik Kementerian Kesehatan. Beranjak dari hasil uji laboratorium tersebut maka tim merancang sistem penyaring air dalam teknologi nano Partikel, sehingga kondisi air layak untuk di konsumsi. Untuk pilot project yang kita buat berlokasi di musholah Al-Ikhlas Kampung Cendol Desa Kolam Kecamatan Percut Sei Tuan, karena di lokasi ini airnya selain ph rendah dan banyak logam serta berbau", ujar ketua Prodi Fisika Unimed tersebut.
Dan saat ini di lokasi, kondisi air sudah memenuhi baku Mutu sebagai air yang layak dikonsumsi dengan sistem penyaringan nano partikel. "Air tanah atau sumur bisa langsung diminum tanpa harus dimasak lagi, karena hasil penyaringannya juga sudah kita lakukan pengujian di Laboratorium Kementerian Kesehatan. Jadi kita coba berbuat untuk masyarakat yang ada di sekitar kampus menjadi problem solver bagi permasalahan yang mereka hadapi. Dan pengabdian ini syarat nilai akademisi yang kami emban, tanpa memandang suku, ras ataupun agama yang penting ilmu yang kami miliki dapat diterapkan dan bermanfaat," ujar penganut Kristen taat tersebut.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua LPM Unimed Dr. Kustoro Budiarta, ME yang diwakili sekertaris Mukti Hamjah, M.Si., mengungkapkan bahwa tidak hanya untuk konsumsi, air yang sudah layak untuk dikonsumsi langsung tersebut untuk dapat diberdayakan di masyarakat untuk dijadikan usaha oleh BKM atau Remaja Masjid sehingga ada income generate untuk operasional juga untuk pemasukan warga masyarakat lewat musholah Al-Ikhlas.
"Maka dari itu pelatihan manajemen usaha juga dilakukan Unimed untuk mempersiapkan masyarakat agar dapat menjadi pelaku usaha dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat, Sehingga ketermanfaatan dari alat yang digunakan dapat bernilai amal jariah", ungkap Dosen fisika tersebut.
Rasa syukur dan bangga diungkapkan salah seorang warga masyarakat dan Pengurus BKM Musholah Al-Ikhlas Sonimin, bahwa masyarakat Kampung Cendol Desa Kolam merasa gembira dengan pengabdian yang dilakukan oleh Dosen Unimed. "Tidak hanya ceramah-ceramah saja, akan tetapi jelas dengan bukti konkritnya. Selama ini masyarakat memanfaatkan air tanah dalam berbagai proses tanpa mengetahui kandungan yang ada dalam air tesebut dengan adanya program ini masyarakat menjadi mengerti," katanya.
"Dan lebih bahagia lagi kami mendapatkan seperangkat alat penyaring yang lengkap sehingga air tanah kami yang bau bisa langsung diminum, dan kami juga bersyukur ini dapat menjadi peluang usaha bagi kami untuk menjual air galon isi ulang, sesuai yang telah diajarkan cara manajemen dan pemasarannya oleh Bapak-Bapak dosen," ungkap pria yang menjadi tokoh masyarakat desa Kolam tersebut.