Kamis, 21 Mei 2026
Berpotensi Raih Rp300 Miliar, DPRD Binjai Belum Juga Bentuk Pansus PAD
Binjai (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Aqil Senin, 20 Jun 2022 16:30
Ketua DPRD Binjai
Istimewa

Ketua DPRD Binjai

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Binjai, jauh jauh hari telah berencana untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun hingga kini, pembentukan Pansus PAD belum juga terlaksana. 

"Pansus PAD sudah lama itu direncanakan untuk dibentuk," kata Ketua DPRD Binjai, H Noor Sri Syah Alam Putra, Senin (20/6). 

Dirinya menjelaskan, rencana pembentukan Pansus PAD belum juga jadi dikarenakan masih dalam pengkajian lebih mendalam, serta analisa masih dilakukan sampai saat ini. 

"Apakah memang (Pansus PAD) harus dibentuk atau tidak, itu juga ada waktu 3 bulan masa pembentukan Pansus," ujar Ketua DPD Partai Golkar Kota Binjai ini. 
Selain pengkajian dan analisa mendalam, lanjut pria yang akrab disapa H Kires ini, pihaknya juga tengah mengumpulkan data data.

"Rencana sudah dari dulu, sekitar 2 tahun yang lalu. Sejak saya jadi pimpinan dewan, saya sudah merencanakan itu," urai H Kires.

Namun hingga kini, Pansus PAD belum juga terbentuk. Dirinya beralasan, masih tengah menghimpun data untuk melibatkan pihak mana saja dalam pembentukannya. 

"Ada beberapa orang yang kita minta masukan untuk pembentukan PAD. Kemudian untuk himpun data masih bingung," tukasnya. 
produk kecantikan untuk pria wanita

Sebelumnya, Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Binjai mendukung jika kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah mengusulkan pembentukan Pansus Pendapatan Asli Daerah. Usulan ini mengemuka karena realisasi target PAD tercatat tidak mencapai target sejak tiga tahun belakangan. 

Dalam pembentukan Pansus PAD, idealnya eksekutif dan legislatif harus bergandengan tangan menyikapi hal tersebut. Sebab, Kota Binjai berpotensi meraih PAD hingga Rp300 miliar. 

Kepala Bidang Retribusi dan Pajak BPKPAD Kota Binjai, Elfitra Hariadi, menyambut baik rencana pembentukan Pansus PAD tersebut. "Ya kita dukung untuk Kota Binjai agar lebih baik lagi," tegasnya.

iklan peninggi badan
Pria yang akrab disapa Fitra ini menambahkan, komponen PAD itu tidak hanya pajak daerah saja. "Juga ada retribusi, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lainnya," tutur Fitra.

Jika PAD Kota Binjai meningkat, sejalan dengan ini juga berdampak kepada keuangan daerah. Artinya, Binjai dapat meningkatkan statusnya dari kota kecil menjadi kota sedang, jika PAD meroket. 

Diketahui, BPKPAD Kota Binjai mencatat, pajak daerah yang terkumpul Rp45 miliar dan retribusi Rp3,8 miliar pada tahun 2017. Kemudian tahun 2018, pajak daerah yang terkumpul senilai Rp47 miliar dan retribusi sebesar Rp4,4 miliar. 

Tahun 2019, pajak daerah yang terhimpun meningkat jadi Rp52 miliar dan retribusi Rp4,6 miliar. Begitu juga di 2020, pajak daerah kembali meningkat yakni sebesar Rp65 miliar dan retribusi Rp3,6 miliar. 

Terakhir 2021, pajak daerah yang terhimpun sebesar Rp54 miliar dan retribusi Rp3,1 miliar. 
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later