Jumat, 23 Feb 2024 14:36

Ini yang Bikin Jokowi 'Ngamuk' Hingga Sebut Bodoh (Lagi)

Medan (Utamanews.com)

Oleh: Budi

Kamis, 25 Agu 2022 02:25

BPMI
Presiden Jokowi di acara KADIN, Selasa (23/8)
Sudah tidak terhitung lagi berapa kali Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucap kata bodoh. Kemarin, kata-kata tersebut kembali terucap kembali dari orang nomor satu Indonesia.

Saat memberikan pengarahan dalam peringatan HUT RI ke 77 yang diselenggarakan Kadin, Jokowi mengaku miris melihat kas keuangan negara yang dikumpulkan pemerintah dari PNBP sektor batu bara dan minyak sawit harus dipakai untuk membeli barang baru.

"Sangat lucu sekali APBN yang kita collect dari pajak, PNBP, royalti kemudian keluar sebagai belanja pemerintah yang dibeli barang impor. Waduh, bodoh banget kita ini kalau kita terus-terus seperti itu," tegas Jokowi.

Jokowi meminta semua baik APBN dan APBD agar dibelanjakan untuk produk-produk dalam negeri. "Sekarang sudah saya suruh tanda tangan semua daerah, komitmen bisa beli berapa triliun, berapa miliar," sambungnya.
Berdasarkan catatan, ini adalah kesekian kalinya Jokowi jengkel karena alokasi anggaran pemerintah yang justru dibelikan produk impor. Padahal, dana tersebut bisa dipergunakan untuk membeli produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Mulanya, Jokowi menekankan bahwa belanja pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus menciptakan nilai tambah, membangkitkan pertumbuhan ekonomi, dan juga efisien tanpa mengesampingkan kualitas.

"Jangan sampai kita memiliki APBN Rp 2.714 triliun, APBD Rp 1.197 triliun, belinya produk impor," tegas Jokowi, dikutip Rabu (15/6/2022).
Jokowi mengaku miris bahwa belanja pemerintah dan pusat masih kerap digunakan untuk belanja impor. "Saya tau banyak kementerian, banyak daerah yang tidak mau membeli produk dalam negeri alasannya macam-macam. Spec-nya, kualitas enggak baiklah. Alasan banyak sekali," jelasnya

Padahal, dana yang bersumber dari APBN maupun APBD adalah dana yang ditarik dari rakyat. "Sedih. Ini uang rakyat, uang yang dikumpulkan dari pajak baik PPN, PPh Badan Perorangan, PNBP dengan cara yang tidak mudah, kemudian kita belanja produk impor," tegas Jokowi.

Jokowi mengatakan, ada sekitar 842 produk di dalam e-Katalog yang sebetulnya dapat dipenuhi dari produk dalam negeri. Jokowi pun tak habis pikir masih ada ratusan produk impor di e-Katalog.

"Ini untuk apa? 842 itu drop. Kalau produknya di dalam negeri, sudah ada untuk dipasang," tegasnya.
Hadir dalam kesempatan tersebut, sejumlah jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju dan para pemangku kepentingan terkait lainnya.

"Bodoh sekali kita. Maaf. Kita ini pinter-pinter, tapi kalau cara seperti ini, bodoh sekali kita. Saya harus ngomong apa adanya," tegasnya.
Editor: Yaya

Sumber: cbncindonesia.com

T#g:APBNbarang imporjokowi jengkel
Berita Terkait
tiktok rss yt ig fb twitter

Tentang Kami    Pedoman Media Siber    Disclaimer    Iklan    Karir    Kontak

Copyright © 2013 - 2024 utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

⬆️