Selasa, 06 Des 2022 04:42
  • Home
  • Politik
  • Jokowi: 800 juta orang terancam kelaparan akut

Jokowi: 800 juta orang terancam kelaparan akut

Medan (Utamanews.com)
Oleh: Dito
Jumat, 12 Agu 2022 04:12
BPMI
Presiden Jokowi saat bertemu dengan Presiden Xi Jinping
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan 800 juta orang di dunia terancam kelaparan dan kekurangan pangan akut.

Saat ini, Jokowi mengatakan lebih dari 300 juta orang di dunia sudah menghadapi kekurangan pangan akut dan kelaparan.

"Sekarang 300 juta lebih orang terancam kekurangan pangan akut dan kelaparan. Di beberapa negara sudah mulai, mulai, mulai, dan diperkirakan kalau tidak ada solusi bisa masuk ke 800 juta orang," ungkap Jokowi dalam YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (11/8).
Merespons situasi ini, ia meminta semua pihak dan khususnya Kementerian Pertanian (Kementan) untuk segera membuat lahan yang selama ini menganggur menjadi produktif.

"Inilah kenapa kami ingin lahan-lahan yang tidak produktif itu diproduktifkan. Urusan cabai, ini harusnya rumah tangga di desa itu menanam itu di polybag atau di pekarangannya," ujar Jokowi.

Jika sejumlah rumah tangga melakukan hal tersebut, Jokowi yakin lonjakan harga cabai tak akan terjadi lagi. Pasalnya, pasokan cabai otomatis akan berlimpah atau sesuai dengan kebutuhan.

Sementara, ia mengatakan Kementerian Pertanian juga gencar menanam kelapa genjah di lahan-lahan yang tak produktif. Namun, hasil tanam tersebut baru akan terlihat pada dua tahun mendatang.

"Kelapa genjah yang nanti hasilnya dua tahun, 2,5 tahun. Dalam satu tahun nanti pohon bisa 180 buah yang itu bisa dibuat gula semut, minyak kelapa, dan dijual buahnya untuk minuman segar," terang Jokowi.

Penanaman genjah kelapa sudah dilakukan di Solo Raya, Boyolali, Karanganyar, dan Sukoharjo.

Rinciannya, pemerintah menanam 46 ribu kelapa genjah di Boyolali, 44 ribu di Karanganyar, dan 110 ribu di Sukoharjo.

"Targetnya kurang lebih 1 juta kelapa genjah. Tapi tidak kelapa saja nanti ada jagung, lalu dibagi juga bibit cabai," tutup Jokowi.
Editor: Yaya

Sumber: CNNIndonesia

T#g:gandumperang
Berita Terkait
  • Selasa, 15 Nov 2022 18:15

    Jokowi: Paradigma kolaborasi sangat dibutuhkan untuk selamatkan dunia

    Dunia sedang mengalami tantangan yang luar biasa akibat berbagai krisis, mulai dari pandemi COVID-19, rivalitas yang menajam, hingga perang yang terjadi.

  • Selasa, 25 Okt 2022 00:05

    Jokowi, Sri Mulyani, Luhut Sepakat: Badai Besar Akan Datang

    Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sepakat, ekonomi global akan menghadapi badai besar.Para petinggi negara d

  • Senin, 17 Okt 2022 14:47

    Hari Pangan, Jokowi Ingatkan Dampak Perang dan Pandemi

    Hari Pangan Sedunia diperingati setiap 16 Oktober. Terkait hal itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan mengenai dampak perang antara Rusia-Ukraina dan pascapandemi Covid-19 yang bisa menimbulk

  • Jumat, 16 Sep 2022 12:36

    Bupati Taput Buka Ujian Tertulis Penerimaan Perangkat Desa

    Dari kantor kecamatan Tarutung kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Bupati Drs. Nikson Nababan, MSi, membuka langsung ujian tertulis penerimaan perangkat Desa secara aplikasi zoom, Jumat (16/09).

  • Senin, 12 Sep 2022 06:12

    Zelensky Tuding Rusia Dalang Pemadaman Listrik Total di Ukraina Timur

    Pemadaman listrik total terjadi di wilayah Ukraina timur. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuding Rusia sebagai dalang padamnya listrik di seluruh wilayah timur Ukraina tersebut.

  • Komentar Pembaca

    Tentang Kami   Pedoman Media Siber   Disclaimer   Iklan   Karir   Kontak

    Copyright © 2013 - 2022 utamanews.com
    PT. Oberlin Media Utama