Kedekatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) beberapa waktu terakhir serta terlihat beberapa kali hadir dalam acara yang digelar partai berlambang Ka'bah ini sepertinya sudah mulai terjawab.
Sebab bisa dipastikan pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang, PPP siap mengusung Anies Baswedan, sebagai calon Presiden dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang.
Akan diusungnya Anies Baswedan sebagai calon Presiden pada Pilpres 2004 mendatang dibenarkan oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kota Binjai, Supardi.
Menurutnya, hal tersebut adalah keputusan dari DPP melalui DPW PPP Sumatera Utara, untuk selanjutnya diteruskan ke DPC.
"Benar, itu merupakan perintah dari DPP. Sebagai kader, kami harus siap menjalankannya," ungkap Supardi, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (15/3).
Menurutnya, diusungnya seorang Anies Baswedan oleh PPP, tentunya sudah melalui tahapan dan musyawarah serta survey dari para pengurus DPP PPP.
"Karena menurut saya, dalam politik, hubungan baik atau buruk sangat ditentukan ada atau tidaknya kepentingan. Hal ini tentunya juga berlaku dalam hubungan Anies dan PPP," ujar Ketua DPC PPP Kota Binjai.
Pun begitu, lanjut Supardi, dirinya belum berani memastikan apakah hal tersebut merupakan sebuah harga mati dari Partai yang dinakhodai oleh Suharso Monoarfa ini.
"Yang punya kapasitas untuk menentukan calon yang akan diusung pada Pilpres mendatang adalah DPP. Namun hingga saat ini yang saya ketahui, masih Anies Baswedan yang akan diusung," beber Supardi.
Disinggung apakah ada nama lain dari kalangan internal (Kader PPP) yang akan diusung sebagai calon Presiden pada Pilpres 2004 mendatang, pria berkacamata ini tidak bisa memastikannya.
"Sekali saya katakan, yang menentukan itu nantinya adalah DPP. Kalau pun nantinya ada dari internal, saya rasa sah sah saja. Apalagi bila ia mampu mendongkrak elektabilitas partai," tuturnya.
Sebagai Ketua DPC PPP Kota Binjai, Supardi juga menegaskan bahwa pada Pilpres 2024 mendatang, Partai yang mempunyai tagline "Merawat Persatuan Dengan Pembangunan" ini dipastikan tidak akan berkoalisi lagi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).
"Benar, pada Pilpres mendatang kami tidak akan berkoalisi lagi seperti sebelumnya, walau resiko terburuk harus terjadi dan itu harus kami hadapi," tegas Supardi saat ditemui di Sekretariat DPC PPP Kota Binjai, Jalan WR Mongonsidi, Kelurahan Satria, Kecamatan Binjai Kota.
Sebagai Kader, Supardi juga menegaskan bahwa PPP selalu membangun silaturahmi dengan berbagai elemen. Hal itu bertujuan agar terwujud masysrakat yang bertaqwa kepada Allah SWT dan negara Indonesia yang adil, makmur, sejahtera, bermoral, demokratis, tegaknya supremasi hukum, penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM), serta menjunjung tinggi harkat-martabat kemanusiaan dan keadilan sosial yang berlandaskan kepada nilai nilai keislaman.
"Artinya tidak menutup kemungkinan dengan diusung Anies Baswedan pada Pilpres 2024 mendatang, salah satu faktornya adalah permintaan dari masyarakat, yang kemudian dipertimbangkan dan masukan itu diterima oleh DPP," denikian kata Supardi.
Diketahui, kedekatan Anies Baswedan beberapa waktu terakhir ini dengan Partai Persatuan Pembangunan terlihat semakin mesra. Hal itu terlihat saat Anies ikut menghadiri beberapa acara yang digelar oleh Partai Persatuan Pembangunan, diantaranya pada peringatan Hari Lahir dan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) DPW PPP Yogyakarta pada akhir Januari 2022 lalu.