Komisi E DPRDSU Tantang Rumah Sakit Di Medan Deklarasi "Dokter Kami Fulltimer"
MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Sam
Kamis, 20 Feb 2020 10:00
Dimas Tri Adji, S.I.Kom., Ketua E DPRD Sumut menyatakan bahwa bila tidak ada terobosan baru, bila semuanya berjalan sesuai aturan yang ada, pelayanan kesehatan di Sumatera Utara, khususnya di kota Medan, akan begini-begini saja.
"Kalau memang mau, deklarasikan, 'lima puluh persen dokter kami, fulltime!' Saya yakin dengan begitu kepercayaan masyarakat kepada rumah sakit itu akan naik", ujar Dimas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi E DPRD Sumut dengan 4 Manajemen Rumah Sakit elit di kota Medan, Rabu (19/2/2020).
Pernyataan ini berawal dari imbauan Poaradda Nababan, Sp.B anggota Komisi dari PDIP agar para top manajemen yang hadir mempekerjakan setiap dokter spesialis hanya di satu RS, alias full timer.
"Sudah ada riset yang memperlihatkan sebanyak 60%-70% peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) berobat ke luar negeri. Data itu tidak bisa dibantah lagi, itu karena sistem pelayanan di RS di Sumut sangat buruk. Tidak mungkin ada dokter yang bisa maksimal melayani pasien jika bekerja di 2 atau 3 RS dalam waktu yang sama," tegasnya.
Di tempat yang sama, pimpinan RDP, dr. Mustafa Kamil Adam, Sp.PD meminta agar manajemen rumah sakit berani menyekolahkan dokternya untuk mengambil spesialis dan atau subspesialis.
"Rumah sakit swasta jangan curang, membajak para dokter spesialis yang disekolahkan oleh negara. Harusnya rumah sakit menyekolahkan para dokter yang memiliki potensi untuk menjadi dokter spesialis atau sub spesialis yang jago. Sehingga para dokter itu bisa fulltime", ungkapnya.
Menanggapi imbauan para wakil rakyat tersebut, Dr. Togar Siallagan, M.M, AAK selaku Direktur Utama RS Murni Teguh Medan menyatakan akan memperbanyak dokter di tempat mereka yang berstatus full timer.
"Sangat memungkinkan hal itu kita lakukan, tetapi harus bertahap," jawab Togar.