Sabtu, 01 Okt 2022 00:04
  • Home
  • Politik
  • Presiden Jokowi Dorong Peningkatan Produksi Kedelai Nasional

Presiden Jokowi Dorong Peningkatan Produksi Kedelai Nasional

Jakarta (Utamanews.com)
Oleh: Dito
Selasa, 20 Sep 2022 23:00
BPMI
Presiden Jokowi
Presiden Joko Widodo memimpin rapat bersama jajarannya untuk membahas tata kelola dan peningkatan produktivitas kedelai di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 19 September 2022. Dalam rapat tersebut, Presiden Jokowi mendorong segenap jajarannya untuk meningkatkan produksi kedelai nasional sehingga kebutuhan kedelai dalam negeri tidak 100 persen bergantung kepada impor.

“Bapak Presiden ingin agar kedelai itu tidak 100 persen tergantung impor karena dari hampir seluruh kebutuhan yang 2,4 (juta ton) itu produksi nasionalnya kan turun terus,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya kepada awak media selepas rapat.

Untuk itu, Presiden Jokowi memberikan sejumlah arahan antara lain agar jajarannya bisa menentukan harga kedelai agar petani tidak dirugikan. Terkait hal tersebut, Presiden meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk membeli dari petani dengan harga yang telah ditentukan.

“Jadi untuk itu, untuk mencapai harga itu nanti ada penugasan dari BUMN agar petani bisa memproduksi. Itu di harga Rp10.000 (per kilogram),” imbuh Airlangga.

Persoalan harga yang kurang menarik bagi petani ini juga yang menjadi salah satu penyebab petani enggan menanam kedelai dalam beberapa waktu terakhir. Menurut Airlangga, petani tidak bisa menanam kedelai jika harganya di bawah Rp10.000 per kg karena akan kalah dengan harga impor dari Amerika Serikat yang hanya Rp7.700 atau bahkan lebih murah.

“Jadi kita di 2018 misalnya kita produksinya di 700 ribu hektare, nah sekarang di 150 ribu hektare. Jadi kalau petani disuruh milih tanam jagung atau kedelai, ya mereka larinya ke jagung semua. Nah sekarang kita kan ingin semua ada mix, tidak hanya jagung saja tetapi kedelainya juga bisa naik,” jelasnya.

Arahan kedua, Presiden mendorong agar petani menggunakan bibit unggul yang telah direkayasa secara genetik atau genetically modified organism (GMO). Dengan menggunakan bibit tersebut, diharapkan produksi kedelai per hektarenya bisa melonjak beberapa kali lipat.

“Dengan menggunakan GMO itu produksi per hektarenya itu bisa naik dari yang sekarang sekitar 1,6-2 ton per hektare, itu bisa menjadi 3,5-4 ton per hektare,” lanjutnya.

Langkah berikutnya, pemerintah menyiapkan anggaran untuk perluasan lahan tanam kedelai dari yang sekarang sekitar 150 ribu hektare menjadi 300 ribu hektare, dan menjadi 600 ribu hektare pada tahun depan. Pemerintah berupaya mengejar target 1 juta hektare produksi dalam beberapa tahun ke depan.

“Itu anggarannya sudah disiapkan sekitar Rp400 miliar dan tahun depan juga akan ditingkatkan dari 300 (ribu) menjadi 600 ribu hektare, existing sekitar 150 ribu hektare. Dengan demikian maka produksi itu, angka target produksi 1 juta hektare dikejar untuk 2-3 tahun ke depan,” tandasnya.
Editor: Yaya

Sumber: balittra.litbang.pertanian.go.id

T#g:KedelaiTempe
Berita Terkait
  • Rabu, 02 Mar 2022 11:42

    Hendrik Lewerissa Minta Pemerintah Tegas dan Komit Terhadap Isu Kedelai

    Anggota Komisi VI DPR RI Hendrik Lewerissa meminta agar Pemerintah tegas terhadap isu kedelai. Terlebih, adanya dugaan penimbunan terhadap komoditas tersebut.Pihaknya menegaskan, Kementerian Perdagang

  • Jumat, 08 Jan 2021 18:58

    Harga Kacang Kedelai di Binjai Alami Kenaikan, Disperindag Awasi Agar Tidak Langka

    Harga bahan baku tempe yaitu berupa kacang Kedelai, akhir akhir ini mengalami kenaikan di pasaran. Akibatnya, beberapa Produsen makanan khas Indonesia yang terbuat dari fermentasi terhadap biji kedela

  • Jumat, 20 Nov 2020 07:20

    Tingkatkan Kreatifitas Warga Perbatasan, Yonif 125 Berikan Pelatihan Pembuatan Tempe

    Sebagai wujud kecintaan dan kepedulian terhadap warga perbatasan, Prajurit Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa di bawah Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 174/ATW motivasi warga untuk meningkatkan

  • Senin, 25 Feb 2019 17:35

    Di Pasar Pelem Gading Cilacap, Jokowi Beli Beras hingga Tempe

    Setelah meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap Ekspansi 1x660 MW pada Senin, 25 Februari 2019, Presiden Jokowi dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Gedung Patra Ria Pertamina u

  • Selasa, 27 Feb 2018 19:27

    Gapoktan Jaya Muda Lakukan Pertanaman Kedele

    Usai melaksanakan panen hasil pertanaman padi sawah, sejumlah petani anggota gabungan kelompok tani (Gapoktan) Jaya Muda, Desa Pasir Jae Kecamatan Sosa Kabupaten Padang Lawas (Palas), melanjutkan deng

  • Rabu, 12 Apr 2017 13:49

    Sumut Perkenalkan Cabai Karo Varietas Temper Ungu

    Ketua TP PKK Evi Diana Erry Nuradi memperkenalkan cabai merah spesifik Sumut varietas Temper Ungu yang berasal dari Kabupaten Karo saat telekonferensi dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Senin (10/4/2017).

  • Minggu, 05 Jun 2016 10:52

    Babinsa dampingi petani lakukan perawatan kedelai

    Babinsa Koramil 10/Sei Rampah Koptu Marbun bersama petani Gultom melaksanakan pendampingan terhadap kegiatan perawatan tanaman kedelai bertempat di Dusun V Desa Suka Damai Kecamatan Sei Rampah Kabupat

  • Sabtu, 23 Apr 2016 06:34

    Produksi Kedelai Distan Palas Tahun 2015 Naik 64%

    Produksi kedelai yang dikelola oleh Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Palas pada tahun 2015 lalu mengalami kenaikan sebanyak 64%, bila dibandingkan dengan hasil produksinya di tahun 2014 lalu. Kendat

  • Jumat, 01 Jan 2016 09:35

    Bantuan Alsintan dan Mekanisasi Pertanian, Dorong Semangat Pemuda Palas Bertanam Kedelai

    Program pemerintah pusat dalam upaya khusus (Upsus) ketahanan pangan padi, jagung dan kedelai (Pajale), lewat kegiatan penyaluran alat mesin pertanian (alsintan) dan bantuan mekanisasi pertanian, dini

  • Jumat, 01 Jan 2016 09:32

    Petani Kedelai di Palas Keluhkan Pemasaran Hasil Produksi

    Seperti diketahui hasil produktifitas pertanaman kedelai sejumlah petani dan kelompok tani (poktan) kedelai  di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas) di tahun 2015 seberat 20,8 kwintal perhektar

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2022 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak