Hal ini dikatakan oleh Kapolres Sergai AKBP Dr. Ali Machfud S. iK. M. IK didampingi Wakapolres Sergai Kompol Syofyan dan Ketua Pengurus Cabang (PC) Bhayangkari Polres Sergai, Ny. Ali Machfud, saat menyerahkan bantuan di Dusun III Mesjid Jamik Desa Sei rampah kecamatan Sei rampah, Sabtu ( 19/11).
"Tadi baru kita terima beras sebanyak 5 (lima) ton, dan sekarang ada di Mapolres Sergai. Secara bertahap, beras itu akan kita salurkan ke posko - posko tenda pengungsi di wilayah yang terdampak banjir. Jadi bukan yang poskonya hanya di pinggir jalan, kita sudah mendata posko yang jauh didalam sana dan tentunya akan kita drop juga. Supaya jangan ada yang merasa dikucilkan", kata Kapolres.
Terkait banyaknya keluhan warga di Dusun 3 Mesjid Jamik dan desa Pematang Ganjang, soal keterbatasan tenda pengungsi, dalam hal ini Kapolres yang nyaris setiap hari selama banjir ini berkeliling juga turut perihatin.
"Kami bukan tidak mau mengungsi pak Kapolres, tapi kemana anak-anak kami mau tidur? Sementara, tenda yang ada sangat terbatas isinya", ucap seorang Mamak - mamak mengadukan keluh kesahnya kepada Kapolres Sergai dan Ketua PC Bhayangkari Sergai.
Tentu saja permasalahan ini mendapat perhatian yang sangat serius bagi Kapolres, apalagi Tenda inventarisasi Polri sudah semuanya dipasang di Daerah Aliran Sungai (DAS) sungai Bedagai.
Terlihat Kapolres Sergai melakukan komunikasi dengan Kapolsek Firdaus, AKP Idham Halik, Wakapolres Sergai Kompol Syofyan dan Kabag Ops Kompol T. Manurung untuk mencari solusi terkait keluhan warga pengungsi korban banjir di Kab. Sergai.
Kepada awak media yang berada di lokasi dan warga yang mengadukan hal ini, Kapolres berjanji akan mencarikan solusinya.
"Nanti segera akan saya sampaikan kepada Bupati, sekaligus hal ini akan kita laporkan kepada Kapolda Sumut, secepatnya. Supaya, problem ini cepat ditanggulangi secara bersamaan, kasihan juga kemana mereka tidur? Kalau tidak keberatan, aula Polres Sergai siap menampung para pengungsi", kata Kapolres.
Tapi hal ini disanggah oleh Ketua PC Bhayangkari Polres Sergai, Ny. Bayu. "Wah, susah kalau mengungsi terlampau jauh dari rumah, kami mamak-mamak ini pastinya nggak mau jauh meninggalkan rumah, apalagi jauh dari anak", kata Ibu Ketua PC Bhayangkari Sergai, memberikan pendapatnya.
Sore tadi, Kapolres Sergaibmemberikan bantuan sembako sebanyak 150 (Seratus lima puluh) karung yang berisikan beras 5 Kg,kepada masyarakat yang terkena dampak banjir di 3 (Tiga) lokasi yakni di Belidahan Desa Firdaus, Dusun 3 Masjid Jam'i desa Sei rampah dan Desa Pematang Ganjang Kecamatan Sei Rampah.
Terkait banjir yang melanda Kecamatan Sei Rampah, Kapolres juga menjelaskan tetap melakukan koordinasi dengan pihak Pemkab. "Apalagi dibeberapa lokasi, pemkab Sergai sudah membuat/membangun pompa - pompa air yang menyedot air yang menggenangi pemukiman warga. Juga sebelumnya melakukan normalisasi sungai, tetapi memang intensitas hujan cukup tinggi. Bukan di Sergai saja yang kebanjiran, tetapi sebelumnya sudah terjadi di Asahan, Batubara bahkan tadi malam di Medan. Yang penting, mari kita hadapi fenomena alam ini dengan berbuat yang terbaik, dan saling bekerja sama menanggulanginya", tandas AKBP Ali Machfud.
Turut hadir, Camat Sei Rampah Suhendra Damanik, Kades Firdaus, Suh Erwin dan Kades Sei rampah, Cipto.
Terpisah, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Sergai, Eurik Fritz Prapanca Damanik ketika dikonfirmasi melalui selular, menjelaskan kalau kondisi banjir hari ini (Sabtu 19/11) di tiga kecamatan sudah berangsur surut. (Dolok Masihul, Sipispis dan Tebing tinggi).
"Banjir saat ini masih tinggi di kecamatan Sei Rampah, Sei Bamban dan Tanjung Beringin. Kita mengakui kalau soal Tenda Posko Pengungsi dan Perahu Karet, saat ini jauh dari mencukupi alias kurang banyak. Hal inilah yang menjadi skala prioritas kami, disamping hal - hal lainnya", jelas Damanik.