Rabu, 01 Des 2021 22:38
  • Home
  • Ragam
  • Diduga Dibeking Anggota DPRD, Lurah Sidorejo Angkat Kepling di Medan Tapi Berdomisili di Deli Serdang

Diduga Dibeking Anggota DPRD, Lurah Sidorejo Angkat Kepling di Medan Tapi Berdomisili di Deli Serdang

Medan (utamanews.com)
Oleh: Tuan Laen
Senin, 30 Agu 2021 11:20
Istimewa
Ketua Komisi I DPRD Kota Medan Rudianto Simangunsong mengatakan, di dalam menetapkan Kepala Lingkungan (Kepling), Lurah dan Camat harus mengacu pada Perda Nomor 9 Tahun 2017 tentang Pedoman Pembentukan Lingkungan, Pengangkatan dan pemberhentian Kepala Lingkungan (Kepling). Lurah tidak boleh menonjolkan hak perogatifnya dalam menetapkan calon Kepling, karena hak perogatif warga juga ada yakni mengusulkan calon Kepling mereka. 

"Merujuk Perda Nomor 9 Tahun 2017, pengangkatan Kepling bukan karena keinginan atau selera lurah atau camat, harus mengadopsi usulan dan dukungan dari warga. Bukan selera Camat dan Lurah, Kepling kan kerjanya untuk mengurusi warga, jadi wargalah tahu siapa orang yang diusulkan jadi calon Keplingnya," kata Rudianto kepada wartawan, Minggu (29/8/2021) menyikapi persoalan Kepling Lingkungan 16 Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung yang ditolak oleh warga. 

Politisi PKS ini menegaskan, pemilihan Kepling jangan lagi jadi permasalahan karena aturannya sudah jelas di Perda Nomor 9 Tahun 2017, Camat dan Lurah harus merujuk pada peraturan tersebut. Usulan dari warga harus diutamakan, seperti yang tertuang pada pasal 15 BAB VII butir ke 1 disebutkan: Calon Kepling diusulkan lurah kepada camat dengan memperhatikan saran atau pendapat yang berkembang dalam masyarakat setempat. 

"Pasal 14, BAB VI butir 2a disebutkan, saat pencalonan, calon Kepling merupakan penduduk setempat yang terdaftar dan bertempat tinggal paling kurang 2 tahun terakhir terhitung sebelu diterimanya berkas pencalonan Kepling oleh lurah yang dibuktikan dengan kartu keluarga dan KTP. Jadi para lurah jangan ada bermain-main dalam pemilihan Kepling, karena aturannya jelas," terang Rudianto. 

Penegasan Rudianto tersebut menyikapi penolakan warga Lingkungan 16, Kelurahan Sidorejo Kecamatan Medan Tembung dimana Lurah Rafnila Lubis menetapkan calon Kepling yang bukan penduduk setempat. Ada 2 calon Kepling, David Tobing dan Tumbur Silitonga.

Menurut warga, David Tobing bukan warga lingkungan 16 sehingga mereka menyatakan menolak penetapan David sebagai Kepling. 

Perwakilan warga, Benhard Simatupang kepada wartawan, Sabtu (28/8/2021) mengatakan, sudah lama mereka mempersiapkan Tumbur Silitonga menjadi Kepling, karena Kepling sebelumnya akan pensiun. Tapi ketika Tumbur memasukkan berkas tanggal 4 Agustus, rupanya sudah ada masuk berkas calon lainnya bernama David Tobing. 

Mereka terkejut kenapa David bisa mencalon karena dia selama ini tinggal di Desa Lau Dendang, Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deliserang. 

Ketika warga pergi ke Kelurahan, Lurah meminta kedua belah pihak berembuk secara kekeluargaan, Senin (23/8/2021). Pada pertemuan tersebut David mengatakan sudah habis Rp 5 juta untuk keperluan jadi Kepling.

Menurut Benhard, Lurah berjanji akan menyelesaikan permasalahan ini, tapi warga sangat kecewa, ternyata tanggal 6 Agustus SK David Tobing jadi Kepling sudah diterbitkan oleh Camat Medan Tembung.

"Menurut kami, Lurah sebagai pamong bukan jadi pengayom, tapi membohongi masyarakat. Kami disuruh menunggu dan berembuk, tapi ternyata SK sudah terbit," terang Benhard didampingi warga lainnya seperti UF Silaen, Tulus Sitorus, RC Napitupulu, J Nadeak, baren Saragih, S br Nababan, Ny Sinaga br Hutasoit, Drs H Simanjuntak, Ny Silitonga br Simanjuntak, Ny Sinaga br Sihotang dan lainnya.

Isu yang berkembang, pencalonan David Tobing diduga dibeking oleh anggota DPRD Kota Medan bernama Sahat Simbolon. Ketika dihubungi, politisi Gerindra ini membantah membeking pencalonan David Tobing. Hanya dia tahu persoalan pencalonan Kepling di Lingkungan 16 Kelurahan Sidorejo terkait domisili dan KK.

David Tobing memiliki KK dan KTP di lingkungan tersebut, soal dia bertempat tinggal di tempat lain itu tidak jadi soal.

Pernyataan Sahat Simbolon berbeda dengan yang diungkapkan Ketua Komisi I Rudianto Simangunsong. Sahat Simbolon mengatakan, kalau sudah terpilih jadi Kepling bisa menetap tinggal di lingkungan tersebut meski itu mengontrak. "Karena dia sudah punya KK dan KTP," kata Sahat.

David Tobing yang dihubungi wartawan, Minggu (29/8/2021) membenarkan diduga sudah mengeluarkan sejumlah uang, tapi itu untuk pengurusan berkas-berkas. Dia membantah punya hubungan dengan Sahat Simbolon.

Sementara, Lurah Sidorejo Rafnila Lubis ketika dihubungi awak media melalui seluler aplikasi WA-nya, hingga berita ini ditayangkan belum dapat memberikan tanggapan resminya.
Editor: Budi

T#g:DPRD MedanKepling
Berita Terkait
  • Selasa, 30 Nov 2021 21:30

    Sah, Perda RTRW Tahun 2021-2041 Ditandatangani Walikota Medan

    Advertorial- Laporan hasil pembahasan Pantia Khusus DPRD Kota Medan terhadap Rancangan Peraturan Daerah Kota Medan tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Tahun 2021 s/d tahun 2041 telah ditandatangani Wal

  • Jumat, 26 Nov 2021 06:26

    DPRD Minta Dinas Terkait Berkolaborasi Atasi Genangan Air dan Banjir di Kota Medan

    DPRD Medan meminta agar Dinas Perkim, Dinas PU serta kecamatan dan kelurahan untuk berkolaborasi dalam pemetaan lokasi rawan genangan air dan banjir. "Ini sangat penting, mana kawasan genangan air mau

  • Selasa, 23 Nov 2021 03:23

    Anggaran Dinas Ketapang Besar, Anggota DPRD Medan Pertanyakan Programnya

    IstimewaAnggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan yang tergabung di Komisi II mempertanyakan program yang dimiliki oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP

  • Sabtu, 20 Nov 2021 19:20

    DPRD Medan: Tindak tegas bangunan yang menyalahi aturan

    Permasalahan izin bangunan haruslah menjadi perhatian pemerintah Kota Medan, terutama dalam sistem birokrasi satu pintu."Sebaiknya langsung melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pin

  • Rabu, 17 Nov 2021 10:17

    Komisi II DPRD Medan minta PT Bukit Jaya Lestari segera selesaikan hak karyawan yang di-PHK

    Komisi II DPRD Kota Medan meminta PT Bukit Jaya Lestari agar segera menyelesaikan hak-hak normatif seorang karyawannya bernama Muhammad Effendi yang di-Putus Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak, dan b

  • Senin, 15 Nov 2021 09:35

    Program Kawasan Bersih Bukti Bobby Nasution Serius Atasi Masalah Sampah di Medan

    Sejumlah langkah dan upaya terus dilakukan Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam mengatasi masalah kebersihan di Kota Medan. Melalui berbagai kebijakan yang dikeluarkannya, menjadi bukti bahwa menantu

  • Senin, 08 Nov 2021 20:08

    Hasyim Tutup Rapat Kerja DPRD Kota Medan

    Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE menutup kegiatan Rapat Kerja DPRD Kota Medan yang dilaksanakan sejak tanggal 7 - 9 November 2021 di Hotel Grand Mutiara, Berastagi.Pada pidato penutupan Raker DPRD Tah

  • Minggu, 07 Nov 2021 19:17

    Raker DPRD Kota Medan Tahun 2021, "Bangkit Bersinergi Dalam Kolaborasi Mewujudkan Kota Medan Yang Berkah, Maju dan Kondusif"

    Rapat Kerja Tahun 2021 Anggota DPRD Kota Medan di Hotel Grand Mutiara, Jalan Peceran No.168, Berastagi - Sumatera Utara, Minggu (7/11/2021) resmi dibuka mulai pukul 14.00 WIB sampai selesai.Hadir pada

  • Rabu, 20 Okt 2021 12:20

    Seleksi Kepala Lingkungan, Masyarakat Apresiasi Walikota Medan

    Pemko Medan telah melaksanakan seleksi calon Kepala Lingkungan di Kecamatan Medan Barat. Masyarakat mengapresiasi proses seleksi yang dinilai sangat demokratis serta sesuai aturan."Awak (saya) bilang

  • Senin, 18 Okt 2021 19:28

    Fraksi Partai PPP, PSI dan Hanura DPRD Medan Minta Satpol PP Jalankan Fungsinya Tegakkan Perda

    Penyelengaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat adalah urusan wajib Pemerintah Daerah dan menjadi hak masyarakat sebagai bagian dari kebutuhan menuju kehidupan sejahtera. Untuk mewujudkan k

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak