Selasa, 18 Jun 2024 15:26
busana muslimah

Kapuspen TNI: Prajurit dan PNS TNI Tingkatkan Kepekaan dan Kesigapan Merespons Berita Hoaks

Jakarta (utamanews.com)

Oleh: Mandra Ramadhan

Senin, 18 Sep 2023 17:28

Puspen TNI
Laksda TNI Julius Widjojono
flash sale baju bayi
Prajurit TNI maupun PNS TNI diminta meningkatkan kepekaan dan kesigapan untuk merespons kabar-kabar hoaks yang bisa mencoreng Netralitas TNI. Saatnya nanti pasti banyak sekali berita-berita hoaks; hal ini harus diantisipasi.

"Apabila menemukan berita hoaks, khususnya terkait instansi TNI, segera laporkan ke komando atas agar temuan bisa segera ditindaklanjuti," kata Kapuspen TNI, Laksda TNI Julius Widjojono, saat menjadi Inspektur Upacara 17-an, yang diikuti Prajurit dan PNS TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (18/9/2023).

Kapuspen TNI menyampaikan bahwa pada tanggal 12 September 2023, atau enam hari yang lalu dalam acara Netralitas Pemilu dan Bimbingan Teknik Tindak Pidana Pemilu di Mabes TNI, Panglima TNI, Laksamana TNI Yudo Margono, mengingatkan semua prajurit untuk menjaga netralitas dalam menghadapi Pemilu serentak 2024.

Panglima TNI mengingatkan seluruh Prajurit dan PNS TNI agar hati-hati dengan semakin maraknya berita hoaks seiring semakin meningkatnya suhu politik beberapa bulan ke depan. "Panglima TNI, Laksamana TNI Yudo Margono, meminta seluruh Prajurit, PNS, dan Keluarga TNI untuk mewaspadai hoaks menjelang Pemilu serentak 2024. TNI juga harus sigap berkoordinasi dengan Kementerian Kominfo untuk melawan berita-berita hoaks," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapuspen TNI mengatakan bahwa penyebaran berita hoaks bukan tidak mungkin bisa diatasi, karena semua masalah pasti ada solusinya. Setidaknya ada enam langkah sederhana yang bisa membantu dalam mengidentifikasi mana berita hoaks dan mana berita asli.

Pertama, hati-hati dengan judul provokatif. Kedua, cermati alamat situs. Ketiga, periksa fakta. Keempat, cek keaslian foto. Kelima, ikut serta dalam grup diskusi anti-hoaks. Keenam, jadikan media sosial sebagai sarana untuk mendapatkan informasi," pesan Laksda TNI Julius.

Lebih lanjut, Kapuspen TNI mengingatkan bahwa netralitas TNI dalam Pemilu 2024 tidak hanya berlaku secara langsung, tetapi juga berlaku dalam media sosial. Jangan sampai Prajurit TNI maupun PNS TNI ikut-ikutan memberikan dukungan atau komentar terhadap kontestan politik, baik dalam masalah pencalonan Presiden maupun Wakil Presiden, begitu juga terhadap partai politik.

"Bahkan Panglima TNI dalam menjaga netralitas TNI juga sudah mengingatkan agar jangan berfoto dengan simbol jari tangan, karena dalam suasana Pemilu, jari tangan bermakna nomor kontestan politik," katanya.

"Oleh sebab itu, pada kesempatan yang baik ini saya ingatkan agar berhati-hati dalam menggunakan gadget atau HP, jangan asal forward, jangan asal share," pungkas Kapuspen TNI.
Editor: Herda

T#g:Kapuspen TNImedsos
glazed
Berita Terkait

Bonnet Sleeping Double Sensyne Extendable Wireless Compatible Android Children Camcorder Silicone JBL Tune 510BT Ear Headphones
girl underwear 1 girl underwear 2 girl underwear 3 girl underwear 4
tiktok rss yt ig fb twitter

Tentang Kami    Pedoman Media Siber    Disclaimer    Iklan    Karir    Kontak

Copyright © 2013 - 2024 utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

⬆️