Sabtu, 02 Mei 2026

Melestarikan Musik Perkusi Tradisional pada Era Globalisasi di Medan, Sumatera Utara

Medan (utamanews.com)
Oleh: Dian Senin, 17 Mei 2021 14:07
 Ankaa Publisher

Komunal Primitif Percussion, aliran musik anak muda, memperkenalkan musik perkusi tradisional.

Perkusi adalah alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara dipukul, diadukan, dikocok atau dengan cara apapun yang dapat menghasilkan suara dan getaran pada alat musik tersebut. 

Di tangan mahasiswa Universitas Sumatera Utara Fakultas Sastra, ternyata perkusi dijadikan instrument musik yang indah.
Salah satu wadah yang melestarikan perkusi yaitu Komunal Primitif Percussion, biasa disebut dengan Komunal. Pasalnya perkusi ini dimainkan menggunakan barang-barang bekas seperti mereka menggunakan gendang rusak dan barang-barang bekas (jeregen, ember kaleng dan plastik) sebagai alat musik untuk latihan.

Tujuan dimainkannya perkusi ini untuk dapat melestarikan dan memperkenalkan musik tradisional kepada masyarakat kota Medan Sumatera Utara.
Pada tahun 2008, Komunal Primitif Percussion biasa dikenal dengan sapaan Komunal, berasal dari mahasiswa Etnomusikologi Universitas Sumatera Utara (USU) yang dipegang oleh Freddy Purba sebagai pencetus Komunal Primitif Percussion, atas nama Komuna itulah hasil dari pemikiran teman seperjuanganya.
Komunal sendiri melahirkan tiga generasi untuk saat ini dan terdiri dari 22 orang personel, di antaranya yaitu Benny Sintong Pasaribu, Tambak, Pande Gopas, Nevo Kaban, Hiskia Hutabarat, Arnold Sitorus, Deni Siregar, Baktiar Sinaga, Ando Sipayung, Tondi Nababan, Tina Ginting, Karia Silalahi, Rahmat, Olo Sitohang, Jawara, Boby Damanik, Denra Tambunan, David Sidabari, Samuel Tampubolon, Fitri, Miranda Sinaga, Nia Barus dan Maria.

Alat musik perkusi yang dimainkan pun cukup banyak, sehingga melibatkan personel yang banyak pula. Seperti Gordang Sambilan, keteng-keteng dan Ogung Bulu membutuhkan beberapa orang dalam memainkan alat musik tersebut. Alat musik yang banyak dimainkan dengan ciri khas Sumatera Utara yaitu menggunakan alat musik Batak.
Komunal memang sudah seharusnya menjadi pencetus musik tradisional yang diacungi jempol, karena banyak menoreh prestasi yang telah dijelajahi oleh Komunal, diantaranya festival tanah air, seperti Festival Musik Nusantara oleh KEMENPORA RI tahun 2014 di Jakarta, Festival Tabuik Pariaman tahun 2015 di Pariaman, Sumatera Barat, Festival Musik Tradisional Sumatera Utara tahun 2016 di Medan, Pesta Rakyat Guro-guro Aron tahun 2016 di Patumbak, Deli Tua, Batak Fiesta tahun 2017 di Tuktuk Siadong, Samosir, Ramoti Tao Toba tahun 2018 di Pagoda, Parapat, Jong Batak Art Festival tahun 2017 di Taman Budaya, Medan, Coca Cola Company tahun 2019 di Medan, Kegiatan Toba Caldera Word Music Festival (TCMWF) tahun 2019 Di Lintong Ni Huta,Kabupaten Tobasa.
produk kecantikan untuk pria wanita

Tak sedikit masukan positif yang masuk dengan karya yang luar biasa, Komunal mendapat panggilan untuk tampil di Festival Musik Nusantara mewakili Kota medan yang diadakan langsung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (KEMENPORA) dalam rangka mendapat posisi Runner up, Republik Indonesia tahun 2014 di Jakarta.
Pada awal-awal menggunakan alat musik perkusi pun dengan cara sederhana hanya menggunakan barang-barang bekas seadanya. Semakin lama berkembang Komunal Primitif Percussion bisa membeli dan menggunakan alat musik perkusi yang mendukung kinerja mereka. Ide awal digagas dari salah satu mahasiswa Etnomusikologi, Universitas Sumatera Utara yaitu Freddy berperan mengembangkan musik tradisional dengan cara memainkan alat musik yang di pukul dan disebut dengan perkusi.

Jaman yang semakin canggih dan modren khususnya menggunakan alat musik, membuat Komunal Primitif Percussion tertantang untuk mengembangkan dan melestarikan perkusi sebagai alat musik yang dapat dimainkan dengan melodi yang indah.

iklan peninggi badan
Mereka sadar dan merasa bahwa generasi millenial saat ini kurang pemahamanya mengenai musik tradisional. Sudah jarang sekali di sekolah langsung diperkenalkan alat musik tradisional. Komunal menggunakan perkusi karena alat musik ini jarang di temukan diberbagai musik aliran anak muda.

Alat perkusi memiliki nada dan suara yang dapat dibunyikan not, seperti pada alat musik pada umumnya, seperti xylophone, timpani, atau piano. Namun sebagian alat musik perkusi tidak memiliki nada, seperti cymbals, bass drum, atau castanets.

Sebagai generasi selanjutnya dalam evolusi musik, instrumen perkusi seperti tangan, kaki, tongkat, batu, dan kayu masuk sebagai alat bantu pertama dalam bermain musik.

Komunal Primitif Percussion memperkenalkan kepada masyarakat baik di dalam maupun luar daerah bahwa dengan berkarya melalui musik tradisional pada umumnya anak muda di kota Medan untuk lebih melestarikan dan memainkan alat-alat musik tradisional yang hampir hilang termakan jaman Globalisasi dimana budaya musik barat menjadi hal yang dianggap lebih keren.
Editor: Budi
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️