Kamis, 30 Apr 2026

Sekjen Paparkan Tugas Berat Kemenhumkam di KTT G20, 12.750 WNA Masuk RI

Jakarta (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Aqil Kamis, 20 Okt 2022 16:10
Doa Bersama Jajaran Kemenhumkam hadapi KTT G20
 Dok. Lapas Binjai

Doa Bersama Jajaran Kemenhumkam hadapi KTT G20

Jelang KTT G20 yang akan digelar di Indonesia, tepatnya di Bali, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menyelenggarakan do'a bersama untuk mendukung kesuksesan pelaksanaan presidensi tersebut.

Do"a bersama dipimpin oleh lima pemuka agama yaitu Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, dan Budha, serta diikuti oleh seluruh jajaran Kemenkumham.

Dilansir dari Humas Lapas Binjai, Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Komjen Pol. Andap Budhi Revianto, mengajak para pegawai Kemenkumham untuk berdoa agar tercipta suasana yang aman dan kondusif, khususnya menjelang acara puncak Presidensi G20 di Bali.
“Tinggal 26 hari lagi sebelum acara puncak G20 pada 15-16 November 2022 di Bali. Mari kita satukan hati dan pikiran seraya berdoa agar pada pelaksanaan dan setelah pelaksanaan, suasana tetap aman, kondusif, dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Komjen Pol. Andap Budhi Revianto, saat kegiatan do'a bersama, Rabu (19/10).

Dalam hal ini, Kemenkumham mendapatkan tanggung jawab dalam beberapa bidang di kepanitiaan nasional Presidensi G20, seperti Menteri Hukum dan HAM sebagai anggota penanggung jawab bidang logistik dan infrastruktur, Wakil Menteri Hukum dan HAM sebagai anggota penanggung jawab bidang kesehatan, dan Direktur Jenderal Imigrasi menjadi anggota Sekretariat Bidang Dukungan Penyelenggaraan Acara.
“Menteri Hukum dan HAM, Wamenkumham, serta Dirjen Imigrasi masuk dalam panitia nasional. Amanah ini harus kita kerjakan secara bersama sama. Bekerja all out dan saling melengkapi,” pinta Andap, di aula lantai 18 Kemenkumham.
Kemenkumham dalam penyelenggaraan Presidensi G20, lanjut Perwira Tinggi Polisi ini, mempunyai tugas untuk melaksanakan pelayanan keimigrasian.

Sebab menurutnya, imigrasi sebagai penjaga pintu gerbang negara harus memberikan kontribusi positif dalam mendukung kesuksesan Presidensi G20.

“Akan datang negara negara anggota G20, badan-badan dunia, dengan estimasi total 12.750 peserta. Jumlah ini yang harus diantisipasi untuk pelaksanaan pelayanan dan pengawasan keimigrasian yang baik,” jelasnya. 
produk kecantikan untuk pria wanita

Komjen Pol. Andap Budhi Revianto juga menegaskan, guna melakukan antisipasi terhadap lonjakan orang asing, Kemenkumhan juga sudah menyiapkan beberapa langkah.
Yang pertama, menurut Andap adalah peningkatan layanan saat keluar masuk orang asing di Bandara. Agar tidak terjadi penumpukan dan kepadatan, akan dipersiapkan beberapa konter tambahan di samping konter reguler.

"Terdapat tiga konter khusus presidensi G20 dan 13 konter layanan reguler. Jika terjadi penumpukan, empat konter reguler akan dialihfungsikan menjadi konter delegasi G20," jelasnya. 

iklan peninggi badan
Sekretaris Jenderal Kemenkumham ini juga menegaskan, praktis dengan peningkatan ini, jumlah petugas layanan imigrasi juga akan ditambah dua kali lipat, termasuk sarana prasarana dan perangkat pendukung lainnya.

“Kedua, kita menyiapkan jumlah SDM petugas imigrasi. Secara organik, imigrasi di Bali berjumlah 32 orang. Persiapan KTT G20 di Bali ini, kita tambah menjadi 64 orang. Perangkat pendukungnya juga, seperti komputer dan lainnya akan ditambah menjadi 64 paket unit,” jelasnya.
"Disamping itu disediakan juga 10 mobile unit. Unit ini akan ditempatkan di sejumlah pos, termasuk pos VVIP dan terminal kedatangan," sambung Sekretaris Jenderal Kemenkumham tersebut. 

Guna memastikan agar layanan tetap lancar, Komjen Pol. Andap Budhi Revianto menjelaskan jika pelayanan keimigrasian akan terus dikawal hingga kepulangan delegasi beserta rombongannya nanti. 

"Untuk kepulangan delegasi, Kemenkumham menyiapkan 10 petugas dan 10 perangkat komputer. Kami pastikan delegasi G20 akan mendapatkan layanan keimigrasian yang baik sejak kedatangan hingga kepulangan," tegas Andap. 

Pada kesempatan itu, dirinya juga menyinggung masalah antisipasi adanya penyalahgunaan visa atau overstay, serta Pengawasan terhadap orang orang asing tetap dilakukan secara ketat, diantaranya melalui pemantauaan durasi izin waktu. 

Sedangkan pasca KTT, lanjutnya, tim pengawasan orang asing atau tim PORA akan intensif melaksanakan tugas-tugasnya.
“Peningkatan pelayanan terhadap orang asing tidak berarti memperlemah pengawasan terhadap keberadaan mereka. Tim PORA akan bekerja lebih intensif agar tidak terjadi penyalahgunaan visa atau overstay,” jelas Andap. 

Untuk memperlancar tugas tersebut, kementerian di bawah komando Yasonna Laoly ini juga melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait seperti TNI, Polri dan Pemda.

“Khusus penanganan VVIP yang menjadi ranah TNI, saya juga sudah menitipkan kepada Panglima TNI mengenai tugas-tugas layanan keimigrasian agar terjadi sinergisitas demi terselenggaranya tugas masing masing instansi sesuai amanat undang undang yang diembannya masing masing dalam rangka mendukung dan menyukseskan KTT G20 di Bali nanti,” pungkas mantan Kapolda tiga kali itu.
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️