Aksi Mahasiswa Binjai hampir ternoda hadirnya puluhan pelajar SLTA dari Diski, Siapa yang mengkoordinir?
Binjai (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Aqil
Kamis, 08 Sep 2022 15:38
Istimewa
Para pelajar berseragam SMA bahkan ada SMP tampak hendak bergabung dengan aksi mahasiswa Binjai, Kamis (8/9)
Aksi unjukrasa damai yang dilakukan oleh para mahasiswa Binjai terkait adanya penyesuaian harga Bahan Bahar Minyak (BBM) yang digelar di Jalan Soekarno - Hatta, Kecamatan Binjai Timur, tepatnya di Simpang Awas Binjai, Kamis (8/9) berjalan damai.
Namun sebelum aksi dilakukan, atau tepatnya di lapangan merdeka Binjai yang dijadikan sebagai titik kumpul, puluhan pelajar yang umumnya tingkat SLTA Sederajat, tampak ingin bergabung dengan para mahasiswa.
Beruntung, petugas Kepolisian dari Polres Binjai, segera membubarkan puluhan pelajar tersebut dengan cara memisahkan dari para para mahasiswa yang akan melakukan aksi unjukrasa.
"Sebelumnya saya lihat ada sekitar 70 orang pelajar yang mau bergabung. Mereka umumya naik kereta (Sepeda Motor-red). Bahkan ada yang berbonceng tiga," ungkap sang sumber yang merupakan warga Binjai yang enggan disebutkan namanya dan mengaku melihat para pelajar tersebut.
Lebih lanjut dikatakan sang sumber, bukan hanya berasal dari berbagai Sekolah yang ada di Kota Binjai, para pelajar yang ingin bergabung itupun juga ada yang berasal dari Diski (Deli Serdang).
"Seperti ada yang mengkoordinir mereka. Bahkan ada beberapa orang yang berseragam SMP juga ikut bergabung. Sampai di tanah lapang ini para pelajar itu sebagian mengganti bajunya dengan pakaian biasa. Bahkan mereka juga sudah sempat memegang beberapa karton yang dibawa oleh para mahasiswa," tutur sang sumber.
Hal itupun segera ditindaklanjuti oleh petugas kepolisian dari Polres Binjai. Dengan menggunakan alat pengeras suara (Toa) tampak Kasat Binmas Polres Binjai AKP Arnawati, meminta para pelajar untuk membubarkan diri dari lokasi itu sekaligus menghimbau agar tidak ikut berunjukrasa.
"Setelah ada polisi datang, para pelajar itu berkumpul secara berkelompok. Akhirnya mereka pun membubarkan diri setelah polisi mendatanginya," urai sang sumber kepada awak media.
Aksi itu pun banyak disesalkan masyarakat. Sebab warga menduga para pelajar tersebut dikoordinir oleh orang lain. "Walau ada dari Binjai, namun umumya pelajar itu berasal dari sekolah yang ada di Binjai Timur hingga daerah Diski," ungkap warga sekitar lapangan Merdeka Binjai yang mengaku bernama Andi.