Kamis, 30 Apr 2026

Anak Korban Kekerasan Orangtua Di Paluta Akhirnya Diasuh BRSAMPK Handayani Jakarta

Paluta (utamanews.com)
Oleh: Aseng Sabtu, 11 Des 2021 22:41
 Istimewa

Seorang anak laki-laki yang menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kecamatan (Kec), Hulu Sihapas Kabupaten (Kab), Padang Lawas Utara (Paluta) Provinsi Sumatera Utara, akhirnya diasuh sementara oleh lembaga yang dikelola oleh Kementerian Sosial, Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Handayani, beralamatJalan P.P.A, Bambu Apus, Cipayung, RT.6/RW.1, Bambu Apus, Jakarta Timur, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13890

Anak berusia 7 tahun berinisial RH tersebut mulai Sabtu (11/12/2021) sekitar pukul 14.30 wib telah bersama BRSAMPK Handayani.

Keputusan hak asuh anak kepada BRSAMPK Handayani setelah dilakukan pertemuan di ruang rapat Sat Reskrim Polres Tapsel

Pertemuan itu dihadiri terduga pelaku KH (35) orangtua RH, Kapolres Tapsel AKBP Roman Smaradhana Elhaj SIK, Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP Paulus Robert Gorby, Pelaksana Sementara Kanit Unit PPA Bripka Wiwi Listary S.Sos, Lia Diana Damanik, S.KM Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A), Pengurus LPA Kab Paluta Mulatua P Siregar, Kadis Dinas Sosial Ongku Bangsawan Hasim Harahap, Sekretaris Dinas Sosial Pattis Siregar, Pekerja sosial balai rehabilitasi sosial anak Jakarta Sri Wahyuni, Balai Bagia Medan Lyana Siregar, Kepala Desa Sappuran Simarloting Kec Hulu Siapas Inra Permana Hasibuan, Orangtua asuh sementara/Pelapor Rahmad Sadoa Situmeang, Sabtu (11/12/2021)
Orangtua asuh sementara/Pelapor Rahmad Sadoa Situmeang berharap mengasuh anak itu. "Saya bersedia mengasuh RH seterusnya, karena udah saya anggap bagaikan anak kandung sendiri," ujar Rahmat sambil berurai air matanya.

Keputusan KH (35) memberikan hak asuh RH kepada BRSAMPK Handayani dan ketiga kakka dan adik RH diasuh oleh keluarga dari RH (34) Kab, Pasaman Provinsi Sumatra Barat.

Petugas dari BRSAMPK Handayani mengatakan, "Selain diasuh di BRSAMPK Handayani, korban juga menjalani pemulihan psikis, termasuk luka-luka di tubuhnya perlu mendapat perawatan dan itu semua di tanggung oleh negara."

Diberitakan sebelumnya,

Foto dan video mengenai anak tersebut kemudian disebarkan dan viral di media sosial.

Anak yang mengalami luka pada wajah dan tubuhnya itu mengaku telah dianiaya oleh orangtuanya.
Editor: Adjie
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️