Selain mengadakan buka bersama digedung DPRD Kota Binjai, kedatangan puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam "Cipayung Plus Kota Binjai dan Aksi Mahasiswa Binjai Bersatu (GMNI, KAMMI, Aliansi Pemuda Mahasiswa Kota Binjai, HMI, IMM) juga beraudensi sekaligus menyampaikan pendapatnya terkait isu yang hingga kini masih terus menjadi pembicaraan.
Dipimpin oleh Idris yang dipercaya sebagai kordinator lapangan serta Windy Tanjung, puluhan mahasiswa ini diterima langsung oleh sejumlah Forkopimda Binjai, seperti Walikota Binjai Drs H Amir Hamzah MAP, dan Kapolres Binjai AKBP Ferio Sano Ginting. Asisten lll Pemko Binjai Meidy Yusri, Kaban Kesbangpol Kota Binjai HT Syarifuddin, Sekwan DPRD Binjai Putri Syawal Sembiring, serta Kabag Ops Polres Binjai Kompol Agung Basuni, juga ikut menyambut kedatangan puluhan mahasiswa yang akan menyampaikan tuntutan mereka.
Pantauan awak media, sebelum memasuki gedung DPRD Binjai, puluhan Mahasiswa ini terlebih dahulu menggelar doa, untuk selanjutnya bergerak menuju gedung Dewan dengan berjalan kaki.
Sebagai sarana untuk menyampaikan aspirasinya, puluhan mahasiswa ini juga tampak membawa alat pengeras suara (Toa) di di gedung dewan, tepatnya diruang sidang DPRD Kota Binjai.
Dipercaya sebagai kordinator lapangan, dalam orasinya, Idris terlebih dahulu mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada pihaknya untuk menyampaikan aspirasi terkait kebijakan Pemerintah yang dinilai tidak pro terhadap rakyat.
"Diarenakan waktu yang terbatas, untuk itu kami minta kepada DPRD Kota Binjai agar segera melakukan dialog terkait isu isu nasional seperti kenaikan harga BBM, harga pangan dan lain sebagainya," ungkap Idris.
Namun Idris seperti terlihat kecewa. Sebab menurutnya, tuntutan mereka yang seharusnya ditujukan kepada DPRD Binjai, namun diterima oleh Walikota Binjai.
"Yang kami pertanyakan, mengapa seorang Walikota Binjai yang menerima kami, padahal aksi kami ditujukan kepada anggota DPRD Kota Binjai, kemanakah anggota DPRD Kota Binjai. Apakah harus bersama dan serentak melakukan kunjungan kerja. Kami hadir disini namun tuan rumah, yakni anggota DPRD Kota Binjai tidak satupun yang berada ditempat. Artinya kami merasa sangat tidak dihargai," tegas Idris.
Tidak hanya isu nasional, isu daerah juga disampaikan oleh para mahasiswa dalam kegiatan itu, seperti rusaknya infrastruktur.
"Dalam hal ini, kami juga minta kepada Walikota Binjai untuk segera memperbaiki jalan yang rusak di Jalan Payaroba. sesuai yang telah Bapak Walikota Binjai janjikan beberapa waktu yang lalu kepada masyarakat," ungkap orator aksi, sembari menegaskan bahwa Cipayung Plus Kota Binjai akan kembali melakukan aksi lanjutan yang sama dengan kehadiran anggota DPRD Kota Binjai.
Menyikapi hal itu, Walikota Binjai Drs H Amir Hamzah, terlebih dahulu mengucapkan terima kasih atas kehadiran para mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Binjai, untuk melakukan dialog sekaligus diskusi terkait isu nasional maupun isu daerah.
"Terkait isu nasional, nanti Ibu Sekwan Putri Syawal Sembiring-red) yang akan menyampaikan tuntutan dari mahasiswa kepada pimpinan DPRD," kata Walikota Binjai.
Sedangkan untuk tuntutan yang meminta bantuan Beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu, Walikota Binjai berjanji akan segera membicarakannya dengan anggota DPRD Kota Binjai. "Sebab terkait anggaran harus mendapat persetujuan dari DPRD Binjai seperti apa mekanisme," tutur Amir Hamzah.
Untuk infrastruktur berupa rusaknya jalan di Kelurahan Payaroba, Kecamatan Binjai Barat, Walikota Binjai mengatakan bahwa sebelumnya sudah ia sampaikan kepada masyarakat, untuk perbaikannya sudah dianggarkan secara multi year, yaitu ditahun 2022 ini dianggarkan 10 miliar, dan ditahun selanjutnya juga sebesar 10 miliar kembali.
"Namun itu perlu proses dalam pengadaannya, yakni mekanisme lelang pengadaan barang jasanya," beber Walikota Binjai.
Ditempat yang sama, Kaban Kesbangpol Kota Binjai HT Syarifuddin, meminta kepada para mahasiswa agar melakukan aksi serupa pada tanggal 19 April 2022 mendatang. "Mengingat pada tanggal tersebut semua anggota DPRD Binjai sudah berada di Kota Binjai," pungkas HT Syarifuddin.
Sementara itu, Sekretaris Dewan (Sekwan) Kota Binjai, Putri Syawal Sembiring, menyampaikan permintaan maafnya kepada para mahasiswa atas ketidakhadiran anggota DPRD Kota Binjai.
"Hal itu dikarenakan para anggota Dewan sedang melakukan perjalanan dinas ke luar daerah. Begitupun apa yang menjadi tuntutan adik adik mahasiswa, akan saya sampaikan kepada pimpinan DPRD," ujar Putri Syawal Sembiring.
Diakhir acara, para mahasiswa juga memberikan Pernyataan Sikap kepada Sekwan Kota Binjai, yang memuat tuntutan aksi mereka untuk selanjutnya disampaikan kepada Ketua DPRD Binjai.
Berikut isi pernyataan sikap dari Cipayung Plus Kota Binjai :
- Masa jabatan Jokowi yang sudah 8 tahun tidak berjalan begitu mulus. Pengambilan kebijakan yang dilakukan kerap kali menjadi Boomerang kepada dirinya. Bahkan sering terjadi Miss comunication antara para pembantu presiden dengan presiden sehingga melahirkan konflik yang timbul terhadap masyarakat
- Kebijakan yang dibuat (Jokowi) kerap kali mengejutkan rakyat. Yang lebih menggelitik ketika kebijakan dikeluarkan di Istana kerap kali menyatakan tidak tau permasalahan. Namun ketika negara mulai gaduh, baru diakhir mengeluarkan statement yang kondradiktif, seperti naiknya BBM dan lain lain.
- Berkaca dari statement diatas, para elit politik dinilai membuat kebijakan sendiri tanpa kordinasi dengan presiden. Cukup banyak kegaduhan di negeri ini yang dibuat, seperti penimbunan minyak goreng. Kemana Menteri Perdagangan?? Ditengah situasi sulit seperti saat ini, harusnya negara hadir bertanggung jawab kepada rakyat, bukan melahirkan masalah baru seperti IKN yang dibebankan ke APBN dengan hitungan sementara sebesar 466 triliun rupiah.
- Apakah kehadiran PPN 11% sebagai bantuan menutupi anggaran IKN?!
Hal itu membuat kami para Mahasiswa sangat resah dengan kebijakan tersebut tanpa ada kordinasi yang baik dan tidak pro terhadap rakyat. Untuk itu kami memutuskan untuk turun kejalan dengan menyampaikan aspirasi rakyat melalui beberapa tuntutan, diantaranya
1. Menolak kenaikan harga BBM
2. Menolak kenaikan PON 11%
3. Menolak kenaikan harga sembako
4. Kaji kembali pemindahan IKN
5. Turunkan Luhut Binsar Panjaitan
6. Meminta kepada DPRD Kota Binjai untuk segera membuat Perda tentang Beasiswa terhadap mahasiswa berprestasi dan kurang mampu.