Diprediksi pada akhir 2022, biaya APBN akan mengalami pembengkakan mencapai Rp698 triliun hanya dalam sektor subsidi BBM. Sebagian besar subsidi tersebut hanya dinikmati masyarakat kelas atas.
Hal ini tentu memunculkan polemik dan dilema di tengah masyarakat. Tidak dapat dipungkiri, Subsidi BBM dapat diibaratkan seperti candu yang membuat kita terlena dan menimbulkan ketergantungan.
Untuk melepaskan diri dari ketergantungan tersebut memang sulit, namun tentu bukan hal yang mustahil. Demi kebaikan perekonomian nasional dan kesejahteraan bangsa, secara bertahap kita perlu terus mendorong dan turuk mensukseskan program penyesuaian harga BBM di Indonesia.
H. Kisay Dalimunthe, tokoh agama dan masyarakat Kabupaten Sergai menyatakan mendukung pemerintah untuk penyesuaian harga BBM demi kepentingan kita semua.
"Jangan terprovokasi dengan hal - hal yang dapat mengganggu kekondusifan khususnya di Kabupaten Sergai terhadap penyesuaian harga BBM," ujarnya, Sabtu (3/9/2022).
Diketahui pemerintah juga akan memberikan bantuan BLT secara langsung, yang dinilai lebih tepat sasaran, jika dibandingkan model subsidi harga BBM yang disinyalir lebih banyak kebocoran.
"Uang subsidi BBM sebaiknya diarahkan pada program yang langsung menyentuh masyarakat kecil," pungkasnya.