Bahkan tidak jarang seruan atau ajakan negatif dengan mengatasnamakan agama dan khilafah, bermunculan di setiap Medsos, seperti di Facebook, Twitter, Instagram dan lain lain. Para kelompok yang beraliran teroris tersebut juga terus berupaya mempengaruhi netizen untuk ikut bergabung dengan mereka.
Bahaya serta akibat yang ditimbulkan para kelompok teroris ini sudah sangat meresahkan dengan membuat kerusakan dimana-mana serta merusak tatanan kehidupan manusia, mengklaim bahwa faham merekalah yang benar.
Peserta sosialisasi paparan pemahaman "Kontra Radikalisme" di Ponpes Sabilul Mukminin
Menyikapi situasi tersebut, Polri telah mengambil langkah langkah antisipasi agar setiap orang tidak mudah terprovokasi dan terpapar radikalisme yang mengarah kepada segala bentuk kegiatan terorisme.
Seperti yang dilakukan pada Rabu (28/9), bertempat di Pondok Pesantren Sabilul Mukminin yang beralamat di Kelurahan Payaroba, Kecamatan Binjai Barat, Tim Divisi Humas Polri yang dipimpin oleh AKBP Gatot Hendro Hartono SE MSi, didampingi Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumut AKBP Dr. Hermawansyah Putra SH M.Si, serta Sihumas Polres Binjai, memberikan paparan pemahaman "Kontra Radikalisme" kepada para santri/santriwati Ponpes Sabilul Mukminin dengan narasumber Ustadz Makmun Rasyid S.Ud, M.Ag (Pengurus harian BPET MUI Pusat).
Dalam kunjungannya, tim Divisi Humas Polri ini disambut langsung oleh pimpinan Ponpes Sabilul Mukminin, Drs Sukirman, beserta ratusan santri/santriwati.
"Selamat datang kepada TIM Divisi Humas Polri, Bid Humas Poldasu, maupun Polres Binjai. Disini kami sampaikan bahwa seluruh pengurus termasuk santri dan santriwati, siap menerima materi yang akan disampaikan oleh narasumber," ungkap Drs Sukirman, pimpinan Ponpes Sabilul Mukminin.
Senada, AKBP Gatot Hendro Hartono yang dipercaya sebagai Ketua Tim dari Divisi Humas Polri, juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pimpinan dan seluruh santri/santriwati atas sambutan yang cukup ramah dan penuh kekeluargaan. Perwira Menengah Polisi ini juga berkesempatan untuk memperkenalkan dirinya.
"Saya berharap kita dapat menyimak materi anti radikal yang mengusung tema :Terorisme Musuh Kita Bersama," pintanya.
Penyampaian materi oleh narasumber Ustadz Makmun Rasyid, menjadi acara puncak dalam kegiatan ini. Ia mengatakan, pemahaman serta pengaruh radikalisme yang mengarah kepada tindakan terorisme saat ini banyak bersumber dari Media Sosial.
"Para kelompok jaringan teroris sangat gencar untuk dapat mempengaruhi setiap siapa saja pengguna medsos agar bisa bergabung dengan kelompok mereka, memberikan pemahaman pemahaman bersifat radikal sesuai ideologi ideologi teroris yang mereka miliki," ungkap Ustadz Makmun Rasyid.
Agar terhindar dari pengaruh radikalisme yang mengarah kepada kegiatan terorisme ini, lanjut Ustadz Makmun Rasyid, diharapkan kepada para santri/santriwati untuk berhati hati dan bijak dalam menggunakan Medsos.
"Jangan mudah terprovokasi. Hindari ajakan ajakan sesat dengan pola pikir yang cerdas, bentengi diri dengan mempertebal keimanan kepada Allah swt dan punya komitmen bahwa Terorisme adalah musuh kita bersama," tegas narasumber.
Di tempat yang sama, Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP Dr Hermawansyah Putra, turut memberikan pendalaman serta motivasi kepada para santri/santriwati agar bisa mewujudkan cita-cita, memiliki jiwa pemberani dalam mempertahankan kebenaran, sungguh bersungguh dan giat dalam belajar, membekali diri dengan terus meningkatkan keimanan kepada Allah SWT, agar terhindar dari perbuatan tercela, terutama segala bentuk kegiatan terorisme yang sangat nyata merugikan diri sendiri, keluarga maupun orang lain.
"Apabila ingin menjadi anggota Polri, kami berharap semoga menjadi anggota Polri yang soleh dan soleha, bahkan dapat menjadi ustadz maupun ustadzah," tuturnya.
Sesi tanya jawab juga menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Bahkan, beberapa santri/santriwati, tampak antusias ingin bertanya kepada narasumber.
Guna memujudkan kepedulian Polri terhadap para santri/santriwati yang ada di Ponpes Sabilul Mukminin, Divisi Humas Polri juga memberikan Cinderamata serta bantuan berupa paket sembako yang diterima langsung oleh pimpinan Ponpes.