Rabu, 29 Jun 2022 19:35
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Dua Oknum Kepling di Medan Denai Klarifikasi Dugaan Pungli Rp10 Juta

Dua Oknum Kepling di Medan Denai Klarifikasi Dugaan Pungli Rp10 Juta

Medan (utamanews.com)
Oleh: Tuan Laen
Rabu, 25 Mei 2022 13:45
Istimewa
Ilustrasi
Baru-baru ini marak beredar pemberitaan mengenai adanya dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum Lurah dan Kepling (Kepala Lingkungan) terhadap calon Kepling di Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan yang saat ini telah menjadi oknum Kepling 8 dan 9.

Menanggapi hal tersebut, Kepling 8 berinisial AI dan Kepling 9 berinisial AR mengklarifisi mengenai pemberitaan yang telah beredar di berbagai media online beberapa waktu lalu dengan didampingi kuasa hukumnya, M. Ardiansyah Hasibuan, SH.,MPCLE dan Muhardi, SH di kantor hukum AL&P Ade Lesmana, SH dan Partners di Lantai 3, Jalan Sisingamangaraja KM 8, No.185, Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Selasa (24/5/2022). 

Saat konfrensi Pers, AI mengungkapkan sebuah fakta sesuai dengan yang terjadi dan Ardiansyah selaku kuasa hukumnya juga menyebutkan ada sebanyak 23 media online yang memberitakan mengenai dugaan pungli yang dilakukan oknum Lurah dan Kepling kepada calon kepling. Pemberitaan tersebut sudah ada sebelumnya di salah satu media online, akan tetapi diduga dari pihak lain membuat berita yang diduga tidak berimbang dengan fakta yang sebenarnya. 

"Saya sudah sebutkan, ada 23 media online. Salah satu judulnya yaitu mengatakan bahwa AI dan AR disebut membuat onar dan meminta agar dipenjarakan. Sampai saat ini kami selaku kuasa hukumnya belum ada menerima surat dari Kepolisian untuk dugaan pungli yang dilakukan oleh klien kami hingga ke proses pidana. Setelah kami membaca berita yang beredar disini, tidak ada sama sekali konfirmasi dari oknum yang membuat berita kepada oknum Kepling atau klien kami. Seharusnya melakukan konfirmasi terlebih dahulu lah. Menurut kami, pemberitaan di 23 media yang saya sebutkan tadi hanya sepihak dan dianggap melanggar peraturan suatu hukum. Pada judul berita itu juga seperti sebuah ancaman yang dilontarkan kepada klien kami, meminta dipidanakan, dan pada dasarnya klien kami tidak menghina, tetapi mengungkap fakta. Kami juga punya rekaman berupa rekaman suara sebagai barang bukti saat melakukan transaksi didalam ruangan Lurah Denai. Didalam rekaman suara juga ada beberapa Kepling lainnya", jelas Ardiansyah. 

Lanjut kuasa hukum AI dan AR, sebelumnya klien kami membuat pemberitaan di sebuah media online mengenai pengutipan sejumlah uang untuk jabatan Kepling tersebut. 

"Pada judul berita itu tertulis, lapor pak Wali, oknum Lurah Denai dan kepling kutip uang kepling sebesar Rp.10 juta. Dalam pemberitaan ini nyata. Adanya pungutan yang dilakukan oleh Lurah terhadap calon kepling (AI dan AR) ini, biaya Rp.10 Juta untuk calon kepling ini. Namun, dari yang dua ini hanya Kepling 9 (AR) yang tidak membayarkan. Sementara AI menyerahkan uang, tetapi melalui oknum Kepling lainnya di dalam ruangan Lurah itu", jelas Ardiansyah. 

Tambahnya, pada berita yang beredar tanpa konfirmasi tersebut, menyebutkan bahwa agar AI dan AR di polisikan karena dianggap telah membuat onar. "Setelah kami membacanya, pad pemberitaan itu, meminta agar 2 oknum Kepling yang mengungkap fakta segera diberi sanksi pidana, sementara AI dan AR mengungkap fakta," sebutnya. 

Pantauan awak media dilokasi, Kepling 8 pun angkat bicara, AI mengatakan, adanya pengutipan di kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai itu adalah benar. Di dalam rekaman suara itu juga ada beberapa oknum Kepling lainnya. 

"Saya adalah korbannya. Saya diminta oleh oknum Kepling 6 (ZN) didalam ruangan oknum Lurah. Di dalam ruangan itu juga ada oknum Kepling 7 (KH) dan juga ada oknum Lurah Denai (JH). Yang saya sangkal itu saat di dalam ruangan kenapa Pak Lurah ini hanya diam saja, kan dipertanyakan itu. Jika tidak ada pengutipan, seharusnya pak lurah melarang dan kenapa dibuat surat setelah pengutipan tersebut, itu jadi tanda tanya besar apa maksud dan tujuannya seperti itu. Yang anehnya di surat pernyataan itu tidak ada melakukan pengutipan uang. Penerimaan calon Kepling di bulan Januari 2022 dan kenapa di bulan Maret 2022 itu saya harus membuat surat pernyataan, kenapa?", paparnya. .

Sambung Kepling 9 (AR), mengaku bingung dengan pemberitaan yang sempat ada. Sebab, disebutkannya dadi 23 pemberitaan yang dapat dilihat saat ini hanya beberapa saja. "Di pemberitaan itu menyebutkan agar pidanakan 2 oknum Kepling, gitu. Saya nggak habis pikir, salah saya dimana? Salah saya apa? Gitu kan. Disitu juga tertulis pelanggaran UU ITE yang ditujukan kepada kami. Sementara disitu posisi saya dan AI ini mengungkapkan kebenaran dari teman saya. Disitu tertulis bahwa saya tidak kooperatif karena tidak mau meneken surat pernyataan bahwa tidak adanya pungutan. Sedangkan saya disini bingung karena Lurah itu nggak pernah bicara menyuruh saya datang untuk membuat menandatangani surat pernyataan itu", cetusnya. 

AR juga merasa heran, kenapa dirinya disuruh menandatangani surat pernyataan tersebut dikarenakan dirinya tidak pernah bermasalah sebelumnya.

"Saya heran kenapa saya disuruh tandatangan juga. Selama ini saya tidak pernah punya masalah. Ini yang tidak cocok untuk saya sampai di media pun saya di seperti difitnah dan dikucilkan. Tuhan itu tidak tidur, yang benar dan yang salah pasti tahu," bilangnya dihadapan sejumlah awak media. 

Menyahuti pertanyaan sejumlah awak media yang ingin mengetahui untuk apa biaya Rp.10 juta tersebut, AI pun menjawab bahwa uang tersebut akan dibagikan kepada beberapa oknum lainnya. 

"Saya sempat bertanya ke ZN, uang itu untuk apa? Ia mengucapkan untuk pak Camat, Sekretaris Camat dan Lurah. Pertama kali saya kasih Uang Rp.2 juta ke ZN dan dibilangnya untuk administrasi dan sisanya Rp.8 juta saya berikan melalui ZN juga. Uang itu saya berikan secara tunai tanpa kwitansi dan diterima Kepling 6 (ZN) diruangan Lurah pada bulan Maret 2022 siang dan kami cuma 4 orang didalam ruangan itu. Saat saya tanya Kepling lain mengenai pengutipan itu, mereka tidak berani menjawab dan diduga tutup mulut", ungkapnya. 

Usai jumpa pers untuk konfirmasi lanjut, tim awak media dilokasi pun mencoba bertanya langsung kepada Lurah Denai dan Camat Medan Denai, pada Selasa (24/5/2022) sore sekitar pukul 16.00 WIB melalui pesan WhatsApp, namun tidak ada balasan sama sekali. Begitu juga saat dilakukan melalui telepon selulernya, Camat Medan Denai menolak dua kali panggilan melalui panggilan telepon dan Lurah Denai pun tidak menjawab pangilan masuk.
Editor: Budi

T#g:camatLurahpemko medanpungli
Berita Terkait
  • Senin, 27 Jun 2022 23:27

    Sekda: Pemko Medan Ingin Pejabat Eselon III & IV Lebih Baik

    Sebanyak 372 pejabat Administrasi Administrator dan Lurah di lingkungan Pemko Medan mengikuti assessment yang digelar di Pusat Sistem Informasi Universitas Sumatera Utara (USU) Jalan Universitas Kampu

  • Minggu, 26 Jun 2022 09:26

    Meriahkan HUT Ke 432, Pemko Medan Gelar Kompetisi Sepak Bola dan Futsal Antar OPD

    Dalam rangka memeriahkan HUT Kota Medan ke 432, Pemko Medan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan menggelar kompetisi Sepak Bola dan Futsal antar instansi Pemko Medan. Kompetisi

  • Kamis, 16 Jun 2022 17:06

    Realisasi Pendapatan Daerah Capai 96.43%, Bukti Anggaran Pemko Medan Semakin Stabil dan Meningkat

    Wali Kota Medan Bobby Nasution berhasil membuktikan pengelolaan anggaran Pemko Medan semakin baik setiap tahunnya. Hal ini tampak dari realisasi pendapatan daerah yang mencapai 96.43% dari target yang

  • Rabu, 15 Jun 2022 20:55

    Bobby Nasution Lantik 15 Pejabat Administrator dan Pengawas

    Wali Kota Medan Bobby Nasution kembali melantik 15 orang pejabat administrasi administrator dan pengawas di lingkungan Pemko Medan di Balai Kota Medan, Rabu (15/6/2022). Diharapkan, para pejabat

  • Selasa, 14 Jun 2022 11:54

    Wakili Sumut di Liga Futsal Nusantara, Ijeck Bantu Fasilitasi Tim Taruna Satria

    Musa Rajekshah mendukung Tim Futsal Taruna Satria yang akan berlaga pada Liga Futsal Nusantara yang digelar pada 17 sampai 29 Juni mendatang di Jalan William Iskandar Medan.Bentuk dukungan itu diberik

  • Jumat, 10 Jun 2022 15:30

    Pemko Medan Apresiasi Peresmian Gedung Sekolah SMP dan SMA Santo Thomas

    Pemko Medan mengapresiasi dengan diresmikannya gedung baru sekolah SMP dan SMA Santo Thomas di jalan S. Parman Medan, Kamis (9/6/2022). Apresiasi tersebut disampaikan Wali Kota Medan Bobby Nasuti

  • Jumat, 10 Jun 2022 12:10

    Cegah Stunting, TP PKK Medan Tuntungan sosialisasi sekaligus beri makanan tambahan untuk bayi dan ibu hamil

    TP PKK Medan Tuntungan menyosialisasikan pencegahan stunting kepada warga Kelurahan Mangga dan Namo Gajah Kecamatan Medan Tuntungan, kemarin.Selain sosialisasi, TP PKK Medan Tuntungan berkolaborasi d

  • Senin, 06 Jun 2022 17:56

    Fraksi Gerindra DPRD Medan Soroti Kinerja 11 OPD

    Fraksi Gerindra DPRD Medan dalam pemandangan umum terhadap nota pengantar oleh Kepala Daerah atas Ranperda Kota Medan tentang LPJ Pelaksanaan APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2021, menyoroti kinerja 11

  • Minggu, 05 Jun 2022 09:05

    Bobby instruksikan Camat & Lurah jaga rumah yang ditinggalkan 1.077 Calhaj Medan

    Wali Kota Medan Bobby Nasution berpesan kepada 1.077 jemaah calon haji (calhaj) asal Kota Medan agar fokus dalam melaksanakan seluruh ibadah haji. Sebab, jajaran kecamatan dan kelurahan diminta untuk

  • Jumat, 03 Jun 2022 23:43

    Lantik Pimpinan Kecamatan, Ketua TP PKK Kota Binjai Ingatkan Fungsi Organisasi Sebagai Mitra Pemerintah

    Ketua PKK Kota Binjai Hj Nurhayati Simanjuntak Amir Hamzah, melantik Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Binjai Utara, Binjai Selatan, dan Binjai Kota, Jumat (3/6) di Aula Kantor Camat Binjai Selatan.&n

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2022 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak