Senin, 04 Jul 2022 03:17
  • Home
  • Sosial Budaya
  • GNPF Ulama Kota Binjai angkat bicara terkait penolakan Singapura terhadap UAS

GNPF Ulama Kota Binjai angkat bicara terkait penolakan Singapura terhadap UAS

Binjai (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Aqil
Senin, 23 Mei 2022 19:13
Istimewa
Ustadz Sanni Abdul Fattah
Kecaman terhadap negara Singapura pasca dideportasinya penceramah kondang asal Pekan Baru, Riau, Ustadz Abdul Somad (UAS) yang terjadi pada Senin (16/5) lalu hingga saat ini terus terjadi. 

Kali ini tokoh agama asal Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara, Sanni Abdul Fattah, angkat bicara terkait dideportasinya da'i atau penceramah agama Islsm asal Indonesia ini. 

"Apa yang dilakukan oleh singapura (yaitu pengusiran/deportasi) terhadap Ustadz Abdul Shomad pada pekan lalu tentunya membuat marah ummat islam yang ada di Indonesia," ucap Sanni Abdul Fattah, Senin (23/5).

Sebagai Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Kota Binjai, Sanni juga dengan tegas bahwa pihaknya menyatakan marah serta tidak terima atas perlakuan yang dilakukan oleh pihak imigrasi Singapura terhadap UAS.

Apalagi menurut Sanni, UAS bukanlah seorang teroris dan bukan pula seorang koruptor serta bukanlah buronan kejahatan.

"Akan tetapi mengapa perlakuan yang dilakukan oleh pihak imigrasi Singapura sudah sangat keterlaluan. Padahal di lain pihak, bukankah selama ini yang kita ketahui bahwa Singapura itu adalah surganya para koruptor untuk bernaung didalamnya," tegas pria yang aktif di kegiatan keagamaan ini. 

Tidak hanya terhadap negara Singapura, sebagai Warga Negara Indonesia, Sanni Abdul Fattah juga mengaku kecewa terhadap para penguasa di negara Indonesia. 

"Alasan kami mengapa kecewa dengan para penguasa yang ada di rezim ini yaitu kenapa bisa seorang UAS ditolak untuk masuk ke Singapura namun rezim ini terkesan diam saja, bahkan terkesan senang dan tidak merasa terhina atas pengusiran warganya yang mau memasuki negara Singapura tanpa alasan yang jelas bahkan terkesan mengada ada," tegas Ketua GNPF Ulama Kota Binjai ini. 

Sebagai Warga Negara Indonesia, Sanni juga menegaskan bahwa pihaknya menduga ada oknum penguasa direzim ini yang ikut bermain dalam kasus ini. Sebab sampai saat inipun, alasan alasan yang disampaikan menurutnya tidak masuk akal.

"Pantas saja UAS menyampaikan bahwa rezim ini belum bisa move on dengan Pemilu kemarin, padahal pihak mereka adalah yang berkuasa, atau kami menduga bahwa rezim ini ternyata masih mengidap satu penyakit yang berbahaya, yaitu Islamophobia atau penyakit benci dengan Islam," beber Sanni Abdul Fattah, seraya menambahkan sepertinya rezim ini sangat khawatir bahkan sangat takut dengan kebangkitan Ummat Islam di Indonesia.

Tidak hanya itu, lanjut Sanni Abdul Fattah, kami juga menduga untuk yang kesekian kalinya bahwa rezim ini lebih kuat mengarah ke paham komunis yang sangat membenci Islam.

"Kita ketahui bahwa tokoh tokoh atau pun para ulama' yang senantiasa menyerukan ummat untuk bangkit dan bersatu dimasukkan dalam kelompok Radikal ala rezim ini, bahkan digolongkan kedalam kelompok berpaham ekstrimis hingga harus dihabisi melalui berbagai macam cara dan kasus ini adalah salah satu caranya," ujarnya. 

Pria yang juga dipercaya sebagai Ketua Pengacara dan Jawara Bela Ummat (Pejabat) Kota Binjai ini juga menambahkan, paham yang dilakukan oleh oknum oknum di Indonesia ini menurutnya juga sejalan dengan Singapura.

"Menurut data yang kami terima bahwa Singapura ini adalah mata matanya zionis di Asia Tenggara. Sehingga analisa kami, mereka sepaham untuk menolak kedatangan tokoh tokoh atau para ulama' ke Negara Singa tersebut. Sebaliknya, mengapa negara Malaysia dan Brunai Darussalam serta negara negara lainnya malah menghormati UAS. Hal itu karena negara tersebut tidak berpaham Islamophobia," demikian ungkap Sanni Abdul Fattah. 

Diketahui, Penceramah kondang asal Pekanbaru, Riau, Ustaz Abdul Somad (UAS), dideportasi dari negara tetangga, Singapura.

Kejadian itu terjadi saat Ustaz Abdul Somad hendak berlibur ke Singapura dari Batam pada Senin 16 Mei 2022. Saat itu, Ustaz Abdul Somad masuk ke Singapura dari Pelabuhan Internasional Batam Center.

Setiba di Pelabuhan Tanah Merah, Singapura, sekitar pukul 13.20 Wib, petugas memeriksa dokumen Ustaz Abdul Somad dan tidak diizinkan melanjutkan perjalanan sehingga harus kembali ke Indonesia. 
Editor: Herda

T#g:GNPF UlamaSingapuraUAS
Berita Terkait
  • Kamis, 23 Jun 2022 11:53

    Pisah Sambut Konjen Singapura, Ijeck Harap Hubungan Persahabatan Terus Terjaga

    Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah berharap hubungan persahabatan, perdagangan dan lainnya antara Indonesia dan Singapura tetap terjaga. Meski Konsul General (Konjen) Singapu

  • Minggu, 12 Jun 2022 13:42

    Bendera Tauhid Muncul Dalam Deklarasi Mendukung Anies Baswedan Menjadi Presiden

    Sejumlah tokoh agama menyesalkan adanya bendera hitam bertuliskan kalimat Tauhid saat gelaran deklarasi mendukung Anies Baswedan menjadi Presiden 2024-2029 yang digelar oleh Majelis Sang Presiden, Rab

  • Minggu, 12 Jun 2022 17:02

    Menhan Prabowo Temui PM Singapura, Bahas Isu Global Terorisme

    Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto bertemu dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, pada Sabtu (11/6/2022) kemarin.Prabowo menyampaikan apresiasinya kepada PM Lee atas kontribusinya mendo

  • Selasa, 07 Jun 2022 03:07

    Ijeck Siap Perkenalkan UMKM Sumut ke Investor Singapura

    Musa Rajekshah bersilaturahmi dan berdiskusi dengan para pengurus Ikatan Keluarga Besar Sumatera Utara (IKABSU) di Batam, Senin (6/6). Dalam silaturahmi ini, Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sum

  • Sabtu, 04 Jun 2022 13:14

    Ketua GNPF Ulama Kota Binjai Sesalkan Pernyataan Grace Natalie

    Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Kota Binjai, Sanni Abdul Fattah, menyesalkan ucapan Grace Natalie, terkait ancaman dan tenaga kerja asing asal China yang masuk ke Indonesia, sepert

  • Kamis, 02 Jun 2022 19:02

    Ketua GNPF Ulama Kota Binjai Apresiasi Sutiyoso

    Apresiasi disampaikan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Kota Binjai Sanni Abdul Fattah, kepada mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen (Purn) Sutiyoso, yang telah menyoroti

  • Minggu, 29 Mei 2022 23:49

    Cegah Kegiatan Ilegal, Satgas Yonif 144/JY Gelar Sweeping di Jalan Raya Perbatasan

    Personel Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 144/JY menggelar sweeping di jalan raya Desa Kapar, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.Hal ini disampaikan Dansatgas Pamtas Letkol

  • Selasa, 24 Mei 2022 11:44

    Khairil Anwar kecam perlakuan Singapura terhadap UAS

    Anggota DPRD Binjai dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Khairil Anwar S.Pd.I, mengecam keras perlakuan negara Singapura yang diduga mendeportasi pendakwah kondang Ustadz Abdul Somad (UAS).&nbs

  • Selasa, 24 Mei 2022 14:44

    Singapura Minta Warga Hati-hati Terhadap Ceramah UAS

    Menteri Hukum dan Dalam Negeri Singapura, K. Shanmugam, meminta warga berhati-hati mendengarkan ceramah dari pengkhotbah asing yang berpotensi memecah belah dan mencetus konflik, termasuk dakwah Ustaz

  • Rabu, 18 Mei 2022 09:18

    Ini Jawaban Singapura Soal Penolakan UAS

    Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Singapura buka suara soal alasan menolak Ustaz Abdul Somad (UAS). Kemendagri Singapura mengungkap pandangannya soal sosok UAS.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2022 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak