Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Kota Tebing Tinggi mengajak generasi muda untuk berperan aktif perangi aksi terorisme di Indonesia.Hal ini seperti disampaikan J. Medianda ketua HIMMAH Tebing Tinggi ketika ditemui media di sela kegiatan Sarasehan Ramadhan yang dilaksanakan oleh HIMMAH di sebuah cafe di Tebingtinggi, Rabu (30/5).
"HIMMAH mengajak seluruh generasi muda di Tebing Tinggi khususnya generasi muda Islam untuk berperan aktif dalam perangi aksi terorisme, kegiatan Sarasehan Ramadhan ini menjadi salah satu bentuk kampanye yang kami lakukan untuk mengajak generasi muda perangi terorisme dan jauhi bentuk radikalisme yang negative dan bertentangan dengan nilai-nilai Islam sebagai agama Rahmatan Lil Alamin," ujar J. Meidianda.
Kegiatan Sarasehan Ramadhan yang dilaksanakan HIMMAH mengangkat tema "Semangat Deradikalisasi, Peran Generasi Muda Islam Perangi Aksi Terorisme."
Hadir sebagai narasumber pada kegiatan tersebut Ustad Jufri yang saat ini menjabat sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Eko Marhaendy, salah seorang intelektual Muda Sumatera Utara yang juga merupakan Direktur Eksekutif Rumah Konstituen, yang dalam pembahasannya, menjabarkan berdasarkan data penelitiiannya ada beberapa alasan kenapa generasi muda harus perangi tindakan terorisme.
"Antara lain,ada beberapa alasan yang harus kita pahami, pertama, berdasarkan data BNPT, 2,7 Juta jiwa penduduk Indonesia terlibat Terorisme. Kedua Rangkaian aksi Terorisme (di Indonesia) cenderung bermotif 'Jihad', yang 'melibatkan umat Islam, dan ketiga, rata-rata pelaku Terorisme merupakan kelompok usia produktif di antara 20 hingga 30-an tahun. Sehingga dengan alasan ini, berdasarkan data yang dihimpun pembicara, tidak ada alasan lagi bagi generasi muda Islam untuk perangi aksi terorisme di Indonesia," terang Eko Marhaendy.
"Jawabannya untuk memerangi Radikalisme tersebut adalah dengan menumbuhkan Nasionalisme. Radikalisme adalah virus yang mengkhawatirkan yang berimplikasi kepada tindakan terorisme. Anti virusnya adalah Nasionalisme. Nasionalis memerupakan 'idelogi' yang bertujuan menciptakan dan mempertahankan kedaulatan negara dengan konsep identitas bersama, guna mewujudkan kepentingan nasional. Nasionalisme sama dengan Cinta Tanah Air," jelas Eko.
Kegiatan ini dihadiri oleh peserta dari STAIS Tebing Tinggi Deli, STAIS Al HIKMAH, Mahasiswi AKBID Pemko Tebing Tinggi, beberapa pengurus OSIS SMA di Tebing Tinggi, Ormas Islam FPI dan ICMI Muda, OKP Islam Pemuda Muhammadiyah, BKPRMI, IPA, PMII dan FMI.