Sabtu, 02 Mei 2026

Horja Godang Bobby-Kahiyang Tunjukkan Kekayaan Adat Budaya Nusantara

Medan (utamanews.com)
Oleh: Sam Kamis, 30 Nov 2017 09:40
Presiden Jokowi saat mengikuti prosesi adat pernikahan Kahiyang-Bobby di Medan, Sabtu (25/11).
 Humas Pemprovsu

Presiden Jokowi saat mengikuti prosesi adat pernikahan Kahiyang-Bobby di Medan, Sabtu (25/11).


Pesta adat atau Horja Godang pernikahan Muhammad Bobby Afif Nasution dengan Kahiyang Ayu Siregar di komplek Bukit Hijau Regency (BHR)-Taman Setia Budi Indah Medan, Sabtu (25/11/2017), berlangsung meriah dihadiri tokoh-tokoh masyarakat, ulama, tokoh adat dan tokoh lintas etnis.

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi, usai menghadiri Horja Godang tersebut mengatakan, pesta adat atau horja godang ini menunjukkan kayanya adat budaya nusantara.
"Ini menunjukkan bahwa Indonesia itu kaya, khususnya Sumatera Utara yang juga kaya dengan adat budaya," sebut Erry.

Erry pun menegaskan bahwa pesta adat yang telah dilangsungkan baik di Solo dengan ritual suku Jawa dan Medan dengan Horja Godang ala Mandailing, menandakan begitu kayanya Indonesia dengan adat budaya yang masing-masing punya keunikan tersendiri, khususnya Sumatera Utara yang juga terdapat berbagai suku di dalamnya.

Dalam kesempatan itu, Erry yang turut hadir pada acara tersebut bersama istri, Ny. Evi Diana Br Sitorus terlihat menikmati dan meresapi setiap prosesi adat yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari. 

Dalam pesta adat itu, Presiden Jokowi memberikan nasihat atau Ajar Poda dengan bahasa Mandailing. Hal ini disebutkan sebagai bagian dari kekayaan adat budaya nusantara.

"Kita diajarkan, holong da maroban domu, domu maroban parsaulian. Kasih sayang membawa persatuan. Persatuan membawa kebaikan bersama," ucap Jokowi.

produk kecantikan untuk pria wanita
"Ada beberapa hal yang ananda berdua amalkan, pantun hangoluan, teas hamatean, untuk itu harus menjaga sopan santun, jika tidak menjaga sopan santun maka malapetaka akan datang," sebut Jokowi didampingi Ibu Iriana.

Jokowi juga mengingatkan dalam bahasa Mandailing 'suan tobu di bibir dohot di ate-ate'. Artinya sesuatu yang baik itu, tidak hanya terlihat manis di bibir saja, tetapi dalam hati juga harus sama. Begitu juga dalam membina kerukunan bertetangga, bersaudara, dan memberikan manfaat bagi banyak orang. Sehingga apa yang diperbuat, maka begitu pula yang akan diterima dari orang lain.

"Tangi di siluluton, inte di siriaon. Artinya, jika ada kemalangan walaupun kita tidak diundang, kita wajib untuk datang dan menolong. Tetapi jika ada kegembiraan, kita hanya wajib datang kalau diundang. Bahat disabur, anso bahat salongon, kalau kita banyak menanam (kebaikan) maka kita akan banyak memetik hasilnya," sebut Presiden RI pada anak dan menantunya.

busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️