Ucapan yang dinilai kontroversial yang dilontarkan seorang Politikus asal India dari Partai Bharatiya Janata (BJP) Nupur Sharma, dalam perdebatan di televisi yang dinilai menghina nabi Muhammad SAW, banyak mendapat kecaman dari masyarakat, khususnya umat muslim.
Salah satunya organisasi Islam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Kota Binjai. Melalui Ketuanya, Sanni Abdul Fattah, mereka mengaku sangat marah dengan penghinaan terhadap nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh politikus India tersebut.
"Kami sangat marah sekali atas penghinaan yang di lakukan oleh juru bicara Partai Perdana Menteri India tersebut," ungkap Sanni Abdul Fattah, Jumat (10/6) siang.
Diakuinya, ada 2 orang dari partai Perdana Menteri India yang dengan jelas telah menghina Nabi Muhammad SAW. "Setidaknya ada 2 orang dari PM India yang telah menghina nabi yang sangat dimuliakan dan menjadi panutan Ummat Islam," tegasnya.
Dengan dilontarkannya ucapan kontroversial yang dinilai menghina nabi Muhammad SAW, kata Sanni, hal itu terlihat dengan jelas bahwa India yang dipimpin oleh Perdana Menteri Narendra Modi, sangat anti dengan Islam.
"Hal inii bisa di lihat dari kejadian kejadian kekerasan yang dialami oleh Ummat Islam yang ada disana. Ditambah lagi terjadi penghinaan kepada nabi Muhammad SAW, nabi-nya ummat islam," ungkap Sanni Abdul Fattah.
Komentar kontroversial soal nabi Muhammad SAW dalam perdebatan di televisi setempat tersebut juga dinilai Sanni Abdul Fattah, sengaja dibuat untuk menimbulkan kegaduhan.
"Menurut Kami memang ini sengaja dibuat untuk menimbulkan kekisruhan yang nantinya bisa saja terjadi kekerasan yang lebih besar terhadap Ummat Islam. Apa orang orang Hindu di India itu tidak ada yang hidup di negerinya ummat Islam hingga mereka berani bertindak seperti itu," kata Ketua GNPF Ulama Kota Binjai ini dengan nada kesal.
Diakhir ucapannya, Sanni Abdul Fattah menegaskan bahwa yang dilakukan oleh Jubir dan ekstrimis India terhadap Ummat Islam saat ini telah memancing kemarahan Ummat Islam dunia dimanapun saja berada.
Diketahui, seorang politikus India dari Partai Bharatiya Janata (BJP) memicu kemarahan usai melontarkan komentar kontroversial soal Nabi Muhammad SAW dalam perdebatan di televisi setempat. BJP merupakan partai berkuasa di India yang juga merupakan partai dari Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi.
Seperti dilansir Times of India dan India Today, Senin (6/6/2022), komentar bernada menghina Nabi Muhammad yang dilontarkan Nupur Sharma, yang juga menjabat juru bicara BJP ini, telah memicu kerusuhan sarat kekerasan di Kanpur, Uttar Pradesh. Tidak dijelaskan lebih lanjut soal komentar kontroversial yang dilontarkan Sharma itu.
Dalam pernyataannya, BJP mengumumkan Sharma telah diperiksa oleh komisi disiplin partai dan hasilnya dia dinonaktifkan dari BJP.