Selasa, 06 Des 2022 04:36

Peringatan Hari Guru, Antonius Tumanggor:

Loyalitas Mengajar Guru Harus Kembali Seperti Tahun 80an

Medan (utamanews.com)
Oleh: Tuan Laen
Kamis, 24 Nov 2022 20:24
Istimewa
Tut Wuri Handayani
Hari Guru Nasional diperingati hari ini, Jumat (25/11/2022), semua orang yang pernah sekolah pasti mengenang gurunya. Terlebih setelah tamat, bekerja dan berumah tangga, tentu hari guru ini menjadi kenangan khusus waktu duduk di bangku sekolah.

Waktu peringatan hari guru, ada upacara sederhana, para murid memberikan karangan bunga, membacakan untaian puisi, tidak ketinggalan lantunan lagu terima kasih guru dan pahlawan tanpa tanda jasa.

“Kita patut menghormati jasa-jasa para guru kita yang telah mendidik mulai taman kanak-kanak (TK), SD, SMP dan SLTA. Di empat jenjang pendidikan inilah para murid bergelut menimba ilmu dan menjadi penentu apakah putra-putri bangsa mampu secara ilmu pengetahuan melanjut ke perguruan tinggi. Karena tidak mudah mengajarkan huruf, berhitung dan budi pekerti. Sehingga semua bisa kita lalui, sampai sekarang banyak yang berhasil, tentu tidak lepas dari jasa para guru", kata Wakil Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kota Medan Antonius Devolis Tumanggor S.Sos kepada wartawan, Kamis (2/11/2022) terkait peringatan Hari Guru Nasional tahun 2022.
Antonius Tumanggor
Namun, pada peringatan Hari Guru tahun 2022 ini, dia mau memberi masukan kepada para pejuang pendidikan ini agar citra guru kembali pada awal kemedekaan sampai tahun 1990an. Waktu itu, guru benar-benar mengajar dengan sepenuh hati dan jiwanya. 

Tujuannya bagaimana semua anak didik yang diajarnya benar-benar mengerti mata pelajaran tersebut. Seluruh kemampuan guru untuk mengajar mereka curahkan sampai para murid benar-benar faham.

“Ada yang belum faham? Jangan takut, tunjuk tangan yang belum mengerti ya. Itulah cara guru saya tahun 80an sampai 90an. Guru mengenali kami satu per satu, jka ada yang tidak masuk sekolah 3 hari, guru datang ke rumah, apakah muridnya sakit, malas atau faktor lain", ungkap Antonius menceritakan masa lalunya ketika sekolah.
Jika dibandingkan sekarang, kata anggota Komisi 4 ini, guru sekarang kebanyakan hanya memberi materi sebatas garis-garis besar. Ilmu guru yang kaya akan dituangkan lebih lanjut di kelas bimbingan belajar (Bimbel). Maka tidak heran, anak sekolah zaman sekarang, setelah pulang sekolah langsung Bimbel sampai di rumah sudah malam.

“Sekarang ini, Bimbel menjamur, semua mengaku terbaik. Siswanya pun banyak, masih berseragam sekolah, mulai SD sampai SMA sudah Bimbel. Dahulu tidak ada Bimbel, kalaupun tamat SMA sederajat, kalau mau ikut masuk perguruan tinggi negeri barulah Bimbel, itupun hanya 2 bulan untuk mempertajam pengetahuan dan tahu cara mengerjakan soal paling singkat. Murid sekarang pintar-pintar bukan karena pengajaran dari guru sekolahnya, tapi dari tentor Bimbelnya", terangnya.

Itu makanya kata Antonius, hanya anak-anak ekonomi menengah ke atas yang lulus ke perguruan tinggi negeri favorit, seperti ITB, UI, UGM dan IPB. Karena, hanya anak-anak orang mampulah yang bisa Bimbel secara reguler yang biaya Bimbelnya sampai mencapai 50 juta setahun. Anak-anak orang kurang mampu kalah bersaing menjangkau perguruan tinggi negeri, mereka tidak mampu ikut Bimbel.
“Tapi kalau dulu, di era tahun 80an sampai 90an, anak-anak petani dari kampung bisa lulus ke perguruan tinggi negeri favorit. Karena mereka sudah dibekali guru yang cerdas secara ilmu pengetahuan. Bahkan sakin loyalnya guru zaman dahulu mengajar, para murid yang akan ujian akhir kelas 6 SD, kelas 3 SMP dan SMA belajar tambahan di sore hari. Agar pada ujian akhir yang dulu namanya Ebtanas (Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional) bisa lulus semua dan masuk perguruan tinggi negeri. Dulu ada lagu tentang guru ditayangkan di TVRI yang liriknya: Kita bisa pintar dibimbing bu guru, kita bisa pandai dibimbing pak guru. Tapi kalau sekarang, murid bisa pintar kebanyakan karena tentor Bimbelnya", ungkap Antonius.

Untuk itu, dia sangat berharap citra mengajar para guru dikembalikan seperti semula. Apalagi para guru sekarang ada yang dapat dana sertifikasi guru jika jam belajarnya banyak. Jika dibanding guru di era Orde Baru tanpa ada gaji tambahan tapi sangat loyal mengajar. Pengabdian itulah yang diharapkan Antonius hendaknya dijunjung tinggi para guru sekarang.

“Kepada pemerintah juga kita harapkan kesejahteraan guru lebih ditingkatkan, terlebih mereka yang PNS supaya mereka juga mendapat Tambahan Perbaikan Penghasilan (TPP). Karena semua PNS non guru mendapat TPP. Meski guru sudah mendapat dana sertifikasi, hendaknya TPP juga mereka dapat, karena tugas sebagai pendidik cukup berat, menyita waktu yang banyak juga memeras pikiran. Pemerintah juga harus meniadakan hukuman bagi guru yang memukul muridnya. Karena, salah satu faktor murid zaman dahulu adalah segan kepada guru, jika ketahuan sama orang tua dipukul guru di sekolah, malah orangtua menambah pukulan tersebut. Kalau sekarang, murid dipukul, orang tua langsung melapor ke polisi, mungkin itu salah satu faktor kenapa para guru enggan mengajar serius. Selamat hari guru, hormat saya kepada guru", tuturnya.
Editor: Budi

T#g:Antonius Tumanggorhari guru
Berita Terkait
  • Minggu, 27 Nov 2022 17:37

    Sopo ATRestorasi Bersatu Terbentuk, Antonius Tumanggor Targetkan 25 DPD

    Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Sopo ATRestorasi Bersatu, Antonius Devolis Tumanggor, S Sos mengatakan bahwa telah membentuk satu perkumpul (Ormas) dibawah naungan Sopo ATRestorasi Bersatu di Provinsi Sumatera Utara.

  • Minggu, 27 Nov 2022 10:37

    Wali Kota Pematang Siantar Lepas Gerak Jalan Sehat HUT PGRI ke-77 dan Hari Guru Nasional

    Wali Kota Pematang Siantar dr. Susanti Dewayani SpA didampingi Ketua Dekranasda Kota Pematang Sianțar H Kusma Erizal Ginting SH dan Plt.Kadis Pendidikan, Kusdianto SH, Sekretaris Dinas Pendidikan Rud

  • Jumat, 25 Nov 2022 18:55

    Pj Wako Tebing Tinggi Berharap Guru Tetap Berintegritas dan Menggali Ilmu

    Penjabat (Pj) Wali Kota Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi, berpesan kepada para guru agar tetap memegang integritas dan terus menggali ilmu.

  • Jumat, 25 Nov 2022 12:25

    Jokowi Puji Peran Penting Guru Bagi Masa Depan Bangsa

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan peran penting guru bagi masa depan bangsa. Hal itu disampaikan Jokowi dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, 25 November 2022.

  • Minggu, 20 Nov 2022 13:10

    Sekdako Binjai Lepas Jalan Santai HUT ke-77 PGRI - Hari Guru Nasional

    Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Binjai H Irwansyah Nasution S.Sos, melepas peserta jalan santai dalam Rangka Peringatan HUT ke-77 PGRI sekaligus Hari Guru Nasional Kota Binjai di Lapangan Merdeka Binjai, Jalan Veteran, Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai

  • Komentar Pembaca

    Tentang Kami   Pedoman Media Siber   Disclaimer   Iklan   Karir   Kontak

    Copyright © 2013 - 2022 utamanews.com
    PT. Oberlin Media Utama