Dengan menggunakan alat pengeras suara (Toa) dan karton yang bertuliskan tuntutan mereka, para pengunjukrasa yang dikordinatori oleh Dodi Setiawan, menyoroti adanya dugaan prostitusi online yang dilindungi oleh oknum di sebuah Hotel yang ada di Kota Binjai, yaitu Hotel dengan inisial GK.
"Untuk Pemko, bohong kalian kalau tidak tau. Tidak ada tempat bagi oknum/perusahaan penyediaan prostitusi online di Kota Binjai," demikian isi tulisan di beberapa karton yang ditulis oleh para pengunjukrasa.
Sementara itu, Dodi Setiawan dalam orasinya menegaskan, dalam orasinya menegaskan, berdasarkan data yang yang diterima pihaknya yang bersumber dari masyarakat, salah satu hotel yang berada ditengah Kota Binjai, diduga menyediakan tempat penyediaan prostitusi online.
"Inisial hotelnya GK. Mendengar info dari masyarakat tersebut, kami langsung mencari bukti apakah benar adanya penyediaan prostitusi online tersebut," sebut Dodi.
Salah satu buktinya, lanjut Dodi, kami mendownload aplikasi yang diduga kuat dipakai dalam aksi prostitusi online yang dimaksud.
"Ternyata dugaan masyarakat yang memberikan informasi itu benar. Karena dari beberapa bukti yang kami dapat, pelaku yang menawarkan jasa prostitusi online, menawarkan jasa prostitusinya di hotel GK," ungkap Ketua Kordinator, Dodi Setiawan.
Tidak hanya itu, lanjut para mahasiswa, guna memuluskan aksinya, pelaku prostitusi juga diduga bekerjasama dengan pemilik hotel.
"Kami minta segera usut dugaan itu. Jika terbukti, tindak tegas pemilik hotel penyedia jasa prostitusi tersebut," demikian ungkap para mahasiswa dalam aksinya.
Unjukrasa damai tersebut tersebut tampak dijaga oleh aparat kepolisian dari Polres Binjai, Satpol PP Binjai, serta Dishub Binjai yang mengamankan jalannya arus lalulintas.