Sabtu, 02 Mei 2026

Mobil Dirampas, TPI Polisikan 6 Driver Online, Kok Bisa?

Medan (utamanews.com)
Oleh: Tuan Laen Jumat, 27 Agu 2021 21:07
 Istimewa

Mau kemana kami mengadukan nasib, sudah lah unit dirampas oleh pihak Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI), kami pun dilaporkan ke polisi. Padahal kami yang menjadi korban kesejahteraan sebagai Driver Online juga hilang seketika. Bagai mimpi di siang bolong. Melaporkan perihal ini ke Polresta bulan Maret 2021 kemarin, kasusnya jalan di tempat.

Demikian disampaikan Febry Sihombing, Jumat (27/8/2021) sore, di daerah simpang Pemda. Ia ditemani beberapa driver online (Grab Car) yang mewakili ribuan driver mengadukan masalah yang tengah membelit mereka. 

Pada awak media, Iknasius Sinaga memaparkan bahwa nasib ribuan driver online yang tergabung dalam wadah TPI terdzolomi dan terancam.

Bagaimana tidak, katanya, sejak April 2019 tahun kemarin saat Pandemik tahap awal merebak, perusahaan memutuskan secara sepihak penghilangan intensive sebanyak 20%. Tak itu saja, enam orang dari ribuan driver online bahkan sudah dilaporkan polisi dan sekarang tengah dilaporkan pihak perusahaan dalam kasus pidana Pasal 872 Hukum Pidana. Sedang beberapa driver lain unit mereka dirampas meski sudah menjalani 2 tahun 3 bulan masa kredit.
"Tak ada mediasi atau bahkan pemberitahuan kepada driver, pihak perusahaan main potong intensive saja. Mereka sudah melanggar kontrak kerja yang disepakati antara perusahaan dan driver. Sudah lah jaman sedang menghadapi masa Pandemik, mau makan pun susah apalagi jika unit dirampas seperti yang dialami sebahagian kawan-kawan di lapangan," terang Sinaga.

Masih kata Sinaga yang juga diaminkan Ravera Tarigan, penarikan unit dilakukan secara paksa tanpa menunjukkan penarikan surat keputusan dari Pengadilan (fidusia).

"Kami merasa ditipu perusahaan, perbuatan mereka melanggar kontrak kerja. Bukti rincian dan keterangan di brosur juga ada. Harusnya sebelum menarik unit ada surat atau pemberitahuan bukan main preman. Di jalan dirampas paksa, bak pemain begal. Kasihanilah nasib driver online ini jangan main hakim sendiri tanpa pertimbangan yang ada, padahal jaman tengah susah karena virus Covid19 tengah menyerang ujar sedunia," papar Sinaga dan Tarigan.

Sementara Sihombing, salah satu driver online yang unitnya sudah ditarik paksa ditengah jalan bak preman jalanan, mengatakan, "Aku pikir aku dibegal, karena takut langsung kabur begitu saja meninggalkan mobil. Tak berapa lama aku baru dapat SMS via WA dari perusahaan untuk menyuruh ku datang ke kantor untuk mengambil barang ku yang masih tertinggal di mobil."
produk kecantikan untuk pria wanita

"Mobil kami tarik karena anda tidak membayar cicilan berikutnya," ujarnya menirukan.

"Lantas aku melaporkan kejadian ini ke Polresta Medan bulan Maret 2021 kemarin, namun hingga sekarang kasusnya diam di tempat. Aku orang miskin tak punya uang makanya kasus ini tak berjalan semestinya," terang Sihombing.
Editor: Budi
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️