Rabu, 29 Apr 2026

Nawal Lubis Buka Pelatihan Craft dari Anyaman di  Kepulauan Nias

Nias (utamanews.com)
Oleh: Hendry Rabu, 14 Sep 2022 15:04
Nawal Lubis saat membuka pelatihan craft berbahan anyaman  wilayah zona kepulauan Nias di Resto Umbu Kaliki, Jalan Yos Sudarso Ujung, Ombolata Ulu, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Selasa (13/9).
 (DISKOMINFO SUMUT)

Nawal Lubis saat membuka pelatihan craft berbahan anyaman  wilayah zona kepulauan Nias di Resto Umbu Kaliki, Jalan Yos Sudarso Ujung, Ombolata Ulu, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Selasa (13/9).

Nawal Lubis berharap pemerintah daerah senantiasa mendukung serta mendorong tumbuhnya kreativitas  pengrajin anyaman untuk menambah wirausaha baru. Salah satunya dengan menggunakan produk hasil anyaman pengrajin di lingkungan Pemda.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumatera Utara (Sumut) Nawal Lubis saat membuka pelatihan craft berbahan anyaman wilayah zona kepulauan Nias di Resto Umbu Kaliki, Jalan Yos Sudarso Ujung, Ombolata Ulu, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli. Selasa (13/9).

"Nias memiliki empat kabupaten dan satu kota. Ini berpotensi menjadi media promosi untuk mengenalkan hasil kerajinan anyaman kepada masyarakat luas, juga menjaga dan melestarikan kerajinan turun temurun dari nenek moyang orang Nias," kata Nawal Lubis.
Dengan diketahui oleh masyarakat luas serta dapat dijual keluar daerah, hal ini tentu juga bisa meningkatkan penghasilan, karena anyaman tersebut memiliki nilai ekonomi serta dapat membantu bangkitnya prekonomian masyarakat.

"Hasil anyaman berbahan pandan ini bisa bapak/ibu gunakan di kantor-kantor, sebagai hiasan atau oleh-oleh untuk kerabat yang berkunjung ke sini", ujarnya.
Untuk itu, Nawal berharap pelatihan ini memberi motivasi para pengrajin anyaman agar dapat meningkatkan kualitas kerajinan, sehingga dengan kualitas yang dimiliki dapat bersaing dan lebih mudah dipasarkan.

Kepada peserta Nawal Lubis berpesan untuk berperan aktif, kembangkan bakat yang dimiliki, jangan takut berinovasi, manfaatkan teknologi sehingga apa yang dihasilkan memiliki nilai tambah prekonomian keluarga.
"Berbagilah ilmu dengan pengrajin lain, jangan takut disaingi untuk regenerasi lahirnya perajin-perajin yang bisa memberikan kontribusi dalam memenuhi kebutuhan produk anyaman di Kepulauan Nias," harap Nawal Lubis.

Ketua Dekrnasda Gunungsitoli Tini Lakhomizaro Zebua mengatakan anyaman pandan di Kepulauan Nias merupakan kerajinan yang hasilkan turun temurun oleh nenek moyang orang Nias. Bisa diolah menjadi tikar, keranjang (bola-bola), dompet dan alat-alat rumah tangga yang memiliki ciri khas anyaman dengan bentuk dilipat atau sering disebut Niotarawa.
produk kecantikan untuk pria wanita

"Memang tidak bisa kita pungkiri, seiring waktu berjalan dan perkembangan teknologi anyaman ini kurang diminati karena produk-produk saat ini lebih praktis dan bervariasi," katanya.
Tini berharap dengan adanya pelatihan ini bisa menghidupkan kembali kerajinan anyaman dalam bentuk produk craft yang inovatif dan berkualitas. "Ini kebanggaan tersendiri bagi kami Dekranasda di Kepulauan Nias, ini trobosan terima kasih kepada Ibu Dekransda Sumut atas perhatianya kepada pengrajin di Nias Ini," katanya.

Salah satu peserta dari Dekrnasda Nias Selatan Ani mengatakan, kerajinan anyaman ini sangat bagus dikembangkan kembali karena memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat jika memiliki kreativitas merubah  bahan dasar anyaman (Pandan, Sinasa, dan Kiliyomo) menjadikan bahan bernilai ekonomis setelah menjadi tas, tikar dan berbagai bentuk anyaman lainnya.

iklan peninggi badan
"Sekitar tahun 2000  bahan baku anyaman ini gampang ditemukan, ini tumbuhan liar tapi sekarang  bahannya sangat sulit, masyarakat lebih memilih menebang pohon Sinasa dan Kiliyomo menggantinya dengan tanaman karet, sawit dan kelapa," jelasnya.
Ani berharap dengan pelatihan ini bisa mengedukasi masyarakat kembali untuk menanam dan mengembangkan kembali bahan dasar pembuatan anyaman ini untuk membantu prekonomian dan tumbuhnya pengrajin anyaman di kepulauan Nias ini.

Turut hadir Ketua Harian Dekenasda Sumut Aspan Sofian, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumut Suherman, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Hendra Dermawan Siregar, Ketua Dekransda se-kawasan Kepulauan Nias, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Se Kepulauan Nias.
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️