Palang Merah Remaja (PMR) dan Pramuka Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 2 Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Provinsi Sumatera Utara (Sumut), salurkan bantuan sembako kepada korban dampak bencana banjir di Desa Sigambo- gambo, Kecamatan Barus dan Desa Siharbangan Kecamatan Barus Utara, Rabu (16/11/2022).
H. Zufri Ramadhan Nasution, S.PdI, Pembina PMR dan Pramuka yang juga Wakil Kepala Bagian Kesiswaan MTs Negeri 2 Tapanuli Tengah, menyebutkan bencana banjir yang menimpa masyarakat Barus dan sekitarnya harus evakuasi, karena rumahnya terendam banjir dan terkena longsor.
Prihatin akan kejadian itu, MTs Negeri 2 Tapanuli Tengah berinisiatif memberikan donasi melalui Palang Merah Remaja dan bekerja sama dengan Pramuka MTs Negeri 2 Tapanuli Tengah, untuk disalurkan kepada warga terdampak bencana alam di Barus.
"Kegiatan sosial ini murni inisiatif dari Palang Merah Remaja dan Pramuka MTs Negeri 2 Tapanuli Tengah, sebagai bentuk peduli terhadap korban bencana alam, yang mana bantuan ini diperoleh dari guru, staf dan seluruh siswa - siswi," kata H.Zufri Ramadhan Nasution,S.PdI.
Pembina PMR dan Pramuka juga sebagai Wakil Kepala Bagian Kesiswaan MTs Negeri 2 Tapanuli Tengah mengungkapkan, mereka menyambut baik aksi yang dilakukan oleh siswa - siswi MTs Negeri 2 Tapteng. Sebab kegiatan tersebut, mengajarkan peserta didik dengan aksi nyata untuk memiliki nilai - nilai kepedulian dan empati kepada warga tertimpa musibah bencana alam, terutama dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN).
“Kegiatannya mengajak siswa - siswi untuk simpati terhadap korban bencana alam yang terjadi," tutur Zufri kepada Utamanews.com
Sementata itu, Kepala MTs Negeri 2 Tapanuli Tengah, Drs.H Alfan Surya Hutagalung MM mengatakan, bantuan ini adalah sebagai bentuk solidaritas keluarga besar Madrasah yang ia pimpin, kepada sesama yang tertimpa musibah.
"Ini adalah bentuk solidaritas kemanusiaan yang tertanam pada keluarga besar MTs Negeri 2 Tapanuli Tengah. Kami berharap bantuan ini bisa meringankan sedikit beban warga yang menjadi korban bencana banjir," ungkap Alfan.
Sementara itu Aswin Hasibuan.S.Pd yang merupakan Wakil Kepala bagian Humas berharap, jiwa sosial kemanusiaan terus bisa tertanam pada keluarga besar MTs Negeri 2 Tapanuli Tengah. Guru tidak hanya berkutat pada masalah pembelajaran dikelas semata, namun juga sebagai abdi negara yang memberikan pelayanan pada masyarakat. Salah satu bentuk pelayanan itu adalah peka, peduli dan tanggap pada bencana.
Minris Br Simbolon, ibu dari korban longsor di Desa Siharbangan, Kecamatan Barus Utara, menyampaikan rasa terimakasih kepada Palang Merah Remaja dan Pramuka MTs Negeri 2 Tapteng, yang telah memberikan sumbangan dari Sekolah tersebut.
"Terima kasih kepada Guru dan tenaga didik beserta murid MTs Negeri 2 Tapanuli Tengah, telah meringankan langkahnya untuk datang ke rumah kami. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati, memberi rejeki dan kesehatan untuk kalian semua," ucapnya sembari meneteskan air mata penuh haru.
Di lain tempat, Apre Solli Manalu selaku Kepala Desa Sigambo - gambo, Kecamatan Barus, mengucapkan apresiasi kepada keluarga besar MTs Negeri 2 Tapanuli Tengah, yang telah berkunjung dan memberikan partisipasi kepada korban dampak bencana di Barus.
"Saya mewakili masyarakat Desa Sigambo - gambo, menyampaikan terima kasih kepada Keluarga besar MTs Negeri 2 Tapanuli Tengah. Terkhusus kepada adek - adek PMR dan Pramuka MTs Negeri 2 Tapteng, yang telah sudi datang mengunjungi kami. Mudah mudahan bantuan ini bermanfaat bagi kami. Mohon maaf kami, jika ada penyambutan yang kurang berkenan. Kirim salam kami sampaikan kepada Keluarga besar MTs Negeri 2 Tapanuli Tengah. Sehat kita dan kami disini, begitu juga adek - adek dan para guru - guru selamat dalam perjalan pulang nantinya," tandasnya, mengingat perjalanan dari Kecamatan Barus ke Lokasi sekolah yang ada di Kecamatan Pinangsori, berjarak ± 93,9 KM. Atau memakan waktu 2 Jam 40 Menit.
Sebelumnya, tingginya curah hujan menyebabkan pemukiman warga di Desa Sigambo - gambo, Kecamatan Barus, terendam air. Sementara di Desa Siharbangan, Kecamatan Barus Utara, Kabupaten Tapteng, empat rumah warga mengalami dampak longsor, yang mengakibatkan tiga orang, terdiri dari satu perempuan dan dua anak kecil tertimbun longsor pada Jumat 11 November 2022 kemarin.