Pemilik Colt Diesel Viral di Sibolga Sangkal Ungkapan BT
Tapteng (utamanews.com)
Oleh: Bambang E. F Lubis
Senin, 26 Sep 2022 05:56
Dok. Istimewa
Pria inisial B, pemilik mobil colt diesel bak hijau, Nopol BK 9949 CL
Pemilik mobil colt diesel nomor polisi (Nopol) BK 9949 CL plat hitam yang viral karena bolak balik isi solar di SPBU dalam tempo hanya beberapa jam, mengklaim tidak ada permainan minyak di rumah susun, atau asrama sebagaimana yang diungkapkan oleh BT.
Hal itu diungkapkan B, di Pandan. Kepada Utamanews.com B mengaku, jika mobil tersebut tidak pernah melakukan bongkar muat, apalagi sampai menggunakan fasilitas milik negara untuk bisnis solar diduga ilegal.
"Mobil ini milik saya bang, bukan milik (Oknum S-red) yang seperti dikatakan oleh BT. Dan mobil ini hanya parkir di asrama, tidak pernah sama sekali melakukan bongkar muat solar subsidi di lokasi asrama," sebut B kepada wartawan.
B yang bermukim di seberang sungai Sarudik, harus melewati jembatan gantung. Sehingga B memilih untuk parkir di lokasi halaman asrama yang berada di Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
"Untuk menuju rumah saya, harus melewati jembatan gantung yang ada di sungai seberang SMAN 2 Sarudik. Selain jalannya sempit dan tidak ada halaman warga yang dapat menjadi tempat untuk parkir mobil saya, maka saya permisi dan parkir di halaman asrama Sarudik," jelasnya Minggu (25/9/2022).
Dia mengaku tidak pernah bertemu bahkan mengenal BT. Namun yang ia sesalkan, kicauan tersebut seakan mobil dengan nopol BK 9949 CL sebagai pengangkut BBM solar ilegal yang digunakan oleh oknum S.
"Siapa itu BT, saya sama sekali tidak mengenal dia. Kalau dia (BT) kenal saya, dapat dipastikan. Saya tidak pernah berbuat jahat kepada orang lain khususnya di Sibolga dan Tapteng ini. Disini saya sampaikan juga, tidak pernah mobil saya ini digunakan oleh oknum marga S (Memiliki nama pasaran S), apa lagi sebagai alat transportasi permainan minyak solar subsidi ilegal," kata supir colt diesel bak hijau itu.
Pria yang bekerja sebagai supir ini berharap, agar BT menarik statemennya untuk menghindari tanggapan miring kepada oknum (Marga S alias S) yang disebut BT.
"Saya harapkan kepada BT, untuk menarik statemennya di media online. Jangan karena dia (BT) sakit hati kepada saya atau mobil ini, yang kena imbasnya orang tak bersalah (Oknum S). Kan kasihan jika orang tidak berbuat, tapi kena imbasnya. Sesama manusia, saya hanya dapat memaafkan BT dan selebihnya kepada Tuhan Yang Maha Esa," tandasnya.