Sabtu, 24 Feb 2024 23:11

Profil Raminah Garingging Pelestari Budaya Simalungun Penerima AKI 2023, sebut Wali Kota dr Susanti sebagai Bunda Toleransi Siantar

Pematang Siantar (utamanews.com)

Oleh: LEP27

Rabu, 08 Nov 2023 21:18

Istimewa
dr Susanti Dewayani dan Raminah Garingging
Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) merupakan bentuk sebuah apresiasi tertinggi pemerintah kepada para individu, komunitas, dan lembaga yang berprestasi atau berkontribusi luar biasa untuk pelestarian kebudayaan. Malam puncak AKI Tahun 2023 yang digelar pada Jumat 27 Oktober 2023 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan mengusung tema “Para Perawat Harmoni”.

Tema AKI tahun 2023 ini diusung untuk memperkuat ekosistem kebudayaan dan meneguhkan komitmen bersama seluruh pihak untuk merawat harmoni manusia dan alam melalui kerja-kerja budaya.

Malam puncak Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) sudah sukses digelar pada Sabtu (28/10/2023). Salah satu penerima AKI kategori Maestro Seni Tradisi adalah Ramingah Garingging atau sapaan akrab Oppung Garingging sebagai pelestari Tor-tor Simalungun berumur 88 tahun.

Raminah Garingging lahir di Sorbadolog, pada 10 Oktober 1934, dan kini beralamat di Jl. Bulang, Pamatang Simalungun, Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun, sempat mengenyam pendidikan sekolah rakyat.

Riwayat Raminah Garingging, Maestro Seni Tradisi Tor-Tor Simalungun.

Raminah Saragih Garingging (88) lahir di sorbadolog, 10 Oktober 1934. Sorbadolog sebuah kampung yang dibatasi oleh dinding tebing bukit dan dikelilingi banyak aliran air, masih wilayah kec. Silou Kahean Kab. Simalungun. Sejak bayi, kedua orang tua nya, Tuan Ikan Sorbadolog dan Panakboru Panis Purba Tambak selalu memberi makan serba sayur sayuran dan tidak pernah memberi ikan atau daging. Kebiasaan ini terbawa hingga besar bahkan sampai hari tua walaupun ia tidak pernah mengenal ajaran dan sikap hidup vegetarian.

Masa kanak kanak hingga remaja, Tutua (nenek) membawa Raminah ke Sorbananti untuk dibimbing sekolah oleh Tengku Utih (orang tua dari Tengku Tokoh), Kerajaan Padang Tebing Tinggi. Pada masa itu hubungan antara klan Saragih Garingging dari Kerajaan Raya dengan klan Saragih Dasalak dari Kerajaan.

Padang Tebing Tinggi sangat erat hubungan sesama saudara. Di sana ia diajari menganyam, membuat tikar, menjahit kebaya dan lain lain agar dewasa penuh dengan ketrampilan. Sesudah sekolah, ia belajar menari tari payung, tari piring, lancang kuning dari guru tari Bu Bakul, juga tari simalungun Bagot I Huta Nami dengan pelatih Datuk Bustami.

Pada tahun 1956, ia kembali ke Sorbadolog. Tetapi tidak lama harus mengikuti latihan sukarelawan militer selama 3 bulan, keterlibatan indonesia dalam penyelesaian konflik perang Israel dengan Mesir.

Keberangkatan dibatalkan sebab sudah dapat diatasi dengan diplomasi perdamaian. Lalu ia mengikuti casting dalam pembuatan film dengan sutradara besar P. Ramlee di Medan dan Singapura dengan judul “Turun Hujan di Tengah Hari”.

Raminah berperan sebagai isteri tidak tahu diuntung, mengikuti pembuatan film berikutnya hingga selama 1 tahun. Tak lama kemudian, Pada tahun 1957 ia menikah dengan Saudin Sinaga dari kampung Bah Tonang, hingga kini memiliki dua putera dan dua puteri.

Pada tahun 1990, Mayor Andreas Lingga yang saat itu menjabat sebagai Kepala Museum Simalungun, memintanya datang berkunjung ke Rumah Bolon Pamatang Purba. Ia terkejut, karena tiba tiba sudah diperkenalkan kepada par sarunei dan panggual, pemain musik tradisional yang sudah berada di sana, serta langsung diminta jadi pelatih tari simalungun.

“Dari mana jalanku bisa mengajar tari simalungun ? Kenapa aku tiba tiba di hunjuk jadi pelatih ?” Tanyanya heran.

Ilham datang kepadanya, ia menyerahkan semua intuisi nya kepada Tuhan, dengan tekun mendengarkan suara gonrang, ternyata mampu mendapat inspirasi menari banyak tor tor simalungun dengan sendirinya. Raminah selalu bertanya dan mengamati langsung perilaku belalang lalu menjadi tor tor Balang Sahua yang bermain berpasangan, mencermati tingkah laku kera lalu menjadi Tor Tor Bodat Na Haudanan, mempelajari karakter pemancing lalu menjadi Tor Tor Makkail, begitu juga dengan Tor Tor Sirintak Hotang, Imbou Manibung, Manogu Losung dll.

Semua peristiwa itu ia pelajari semasa bekerja di tengah ladang, perjalanan bersama saudara ke sungai dan hutan.

Setelah beberapa lama bergaul dengan panggual (pemain musik tradisional) di Rumah Bolon tersebut, akhirnya ia juga mampu memainkan gonrang. Bakat ini bermula dari kebiasaan semasa remaja mendengarkan group kesenian tradisional orang tua nya dulu di Sorbadolog. Ia mengingatkan banyak alat musik tradisional simalungun yang sudah tidak lagi dikenal seperti garantung, tawak tawak (satu buah gong kerajaan), tjaulul/tengtung, tulila, gonrang sidua dua dll.

Ia juga memiliki banyak perbendaharaan legenda atau cerita rakyat simalungun termasuk inggou turi turian (cerita yang disampaikan dengan cara bernyanyi), diantara nya legenda Pining Anjei, Rottagan kisah putera Tuan Jorlang Hataran, Sae Sae (Pesan Perang), Dolok Simarsulpit Simarsolpah (Raksasa membuang Sopah/ampas sirih), Kisah Tuan Bandar Pulou, Kisah Gasing Tuan Mortiha (asal mula Saragih Dasalak), Jambak Malayur (Raja beristeri dua), Tanduk Murlei Urlei (Kisah gadis bertujuh), Kisah Kerbau dan Kera bertukar suara, dll. Ayahnya memiliki kebiasaan selalu mendongeng sebelum semua anak anak nya tidur.

Raminah juga mengetahui obat tradisional Simalungun yang berasal dari daun daunan. Misalnya daun Sialagundi, daun sengketan, jeruk hajur, bawang batak, kemiri, hajor untuk penyakit epilepsi. Daun bunga raya dan madu untuk penyakit panas dalam. Kunyit dan temu lawak untuk penyakit maag, bila sudah blooding bisa memakai lapuyang dan telur bebek hijau, serta berbagai tanaman obat obatan lainnya.

Setelah beberapa lama melatih tari Simalungun di RS Vita Insani, ia sesakali bertani bercocok tanam di Tanjung Pinggir, Siantar. Walau telah berusia 88 tahun, Raminah masih menerima ajakan siapa saja bila hendak memajukan seni tradisi simalungun.

Bersama Sanggar Budaya Rayantara, ia kini mengajarkan kepada remaja putri sebagai upaya regenerasi, Tor Tor Ilah Panakboru Uou (Burung Merak Simalungun) yang sudah lama tidak pernah diperlihatkan.

Tahun-Tahun Raminah Garingging

1936 - 1945
Belajar Tari Piring, Tari Payung, lancang kuning dari Bu Bakul, Belajar Tari Bagod I Huta Nami dengan Datuk Bustami Tebing Tinggi.

1945
Mengikuti latihan Srikandi Laskar Kemerdekaan 1945 Tebing Tingi.

1956-1957
Casting dan latihan peran untuk film “Hujan Di Tengah Hari” P Ramlee, “Bawang Merah” Benyamin S Medan, Jakarta.

1957
Menikah dengan Saudin Sinaga Bah Tonang.

1990 - 1995
Pelatih Tari dan belajar otodidak tari simalungun Tor Tor Bodat Na haudanan, Tor Tor Makkail, Tor Tor Balang Sahua, Tor Tor Sirinttak Hotang, Tor Tor Sombah, Tor tor Manogu Losung, Tor Tor Mangalo alo (penyambutan) Rumah Bolon Pematang Purba, Kabupaten Simalungun.

1995
Pelatih Tari dan Taur-taur untuk HUT Rindam dan RS Vita Insani.

6 November 2013
Pelatih Tari/TorTor Imbou Manibung dan fragmen Tabas (mantra) dalam pertunjukan Huda Sitajur, event Gelar Seni Budaya Sumatera Utara di Taman Budaya Sumatera Utara, Medan.

10 November 2015
Pelatih Tor Tor (Tari), narasumber dan penutur dalam pementasan Teater Tradisioal Simalungun “Raja Raya, Tuan Rondahaim” Lapangan SMA Negeri 2 Pematang Siantar.

3 Juni 2016
Pelatih Tor Tor (Tari), Narasumber dan penutur dalam pementasan Teater Tradisional Simalungun “Raja Siantar, Sang Naualuh Damanik” Museum Simalungun, Pematang Siantar.

10 November 2016
Pelatih Tor Tor (Tari), Narasumber dan penutur dalam pementasan Teater Tradisioal Simalungun “Raja Raya, Tuan Rondahaim” Museum Simalungun, Pematang Siantar.

20 Mei 2017
Pelatih Tor Tor (Tari), Narasumber dan penutur dalam pementasan Teater Tradisional Simalungun “Raja Siantar, Sang Naualuh Damanik” Lapangan Merdeka Medan.

27 – 29 Juni 2017
Pelatih Tor Tor dan Penutur untuk Pementasan Teater Tradisional Simalungun “Ritual Parsimagotan” event Batak Fiesta, Ayo ke Samosir Open Stage Tuk Tuk Siadong, Kabupaten Samosir.

15 – 19 September 2017
Pelatih Tor Tor dan penyanyi Taur Taur dalam Festival Keraton Nusantara XI Keraton Cirebon.

10 November 2017
Pelatih Tor Tor (Tari), Narasumber dan penutur dalam pementasan Teater Tradisional Simalungun “Raja Raya, Tuan Rondahaim”
Karya tari : Tor Tor Nanggurdaha Rumah Adat Simalungun, Anjungan Sumut TMII, Jakarta Timur.

21-24 Juli 2018
Pelatih Tor Tor (Tari) , Narasumber dan penutur Pesta Rondang Bintang Sarimatondang, pertunjukan Teater Tradisional Simalungun, Puang Sorma, Putri Ular Kerajaan Siantar” Kampung Budaya Op. Tuan Djorhatim Damanik, Sarimatondang, Sidamanik Kabupaten Simalungun.

14 - 16 September 2018
Pelatih Tor Tor (Tari) Sombah untuk performance peresmian Rumah Batak Jangga Dolok, Kabupaten Toba Jangga Dolok, Kab Toba.

4 November 2018
Pelatih Tor Tor (Tari), Narasumber dan penutur dalam pembuatan film “Raja Raya, Tuan Rondahaim Saragih” Pemandian Pulo Batu dan kampung Gurilla, Pematang Siantar.

27-30 November 2018
Pelatih Tor Tor dan penyanyi Taur Taur dalam Festival Keraton Nusantara XII di Pagaruyung, Sumatera Barat Batusangkar, Tanah Datar, Pagaruyung Sumatera Barat.

8-9 Juli 2019
Pelatih Tor Tor (Tari), Narasumber dan penutur dalam pembuatan film “Puang Sorma, Putri Ular Kerajaan Siantar” Mata Air Bah Ulu, Mariah Bandar dan Rumah Bolon Gunung Malela, Kabupaten Simalungun.

19-21 Juli 2019
Pelatih Tor Tor Sanggar Budaya Rayantara untuk event “Great Harvest Festival Jangga Dolok Jangga Dolok, Kabupaten Toba.

10 Desember 2019
Seniman Seni Tari, pelatih tari selama workshop 3 bulan pada Gerakan Seniman Masuk Sekolah, Dinas Pendidikan Kota Pematang Siantar–Direktorat Kesenian Kemendikbud RI Pematang Siantar.

29 Juli 2020
Peserta terpilih pada Ekspresi Tari Virtual Kemendikbud RI Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan kebudayaan.

8 September 2020
Pelatih tari “Krincing-krincing Hanuman Simalungun” dan penutur dalam pembuatan film pendek dokumenter PAR HEREK sutradara Onny Kresnawan – Nominasi FFI 2020 Taman Kera Sibaganding.

Mei –Juli 2022
Pelatihan permainan tradisional simalungun SAP SAP SERE dan tor tor Balang Sahua SD RK 7 Jl. Medan km6 Kota Pematang Siantar.


Sering bersua dan berbincang dengan Wali Kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani SpA. Di beberapa kesempatan, Raminah Garingging sebut dr Susanti sebagai Bunda Toleransi, Bunda Simalungun. Sebelum menjadi Wali Kota, dr Susanti dan Erizal Ginting sering berbincang guna melestarikan kebudayaan simalungun di Pematang Siantar.

PERTEMUAN PERTAMA,

Wali Kota Pematang Siantar dr. Susanti Dewayani, Sp.A menerima audiensi Sanggar Rayantara Kota Pematang Siantar bertempat di Balai Kota, Kantor Wali Kota Pematang Siantar, Selasa (13/09/2022), pertemuan tersebut dalam rangka kegiatan Sanggar Rayantara untuk memperingati Hari Ulang Tahun sang Maestro Sanggar Rayantara.

Perwakilan Sanggar Rayantara Sultan Saragih menyampaikan keinginan untuk berkolaborasi bersama Pemko Pematang Siantar untuk mengadakan pagelaran seni dan tari Tradisional Simalungun. Keinginan ini juga disampaikan Raminah Garingging yang juga pegiat seni tari simalungun, bahwa Pagelaran seni dan kebudayaan simalungun harus dilestarikan bersama agar adat dan istiadat tidak menghilang begitu saja dikarenakan perkembangan zaman.

Wali Kota Pematang Siantar dr. Susanti Dewayani, Sp.A menyampaikan, bahwa, Kami turut akan selalu mendukung kegiatan para pegiat seni terutama tari simalungun, saya sangat mengapresiasi sanggar rayantara yang akan melaksanakan pagelaran seni dan budaya dalam waktu dekat. Maka dari itu, sinergi dan kolaborasi ini menjadi kewajiban yang harus dilakukan dalam merangkul semua kalangan di Kota Pematang Siantar,” ungkapnya.

“Kami mendoakan segala persiapan-persiapan panitia untuk agenda pagelaran dapat lancar tanpa hambatan, Pemko Pematang Siantar akan terus mendukung,” jelasnya.

Banyak sekali upaya-upaya yang dilakukan dalam melestarikan tari tradisional yang sedang digalakan Pemerintah Kota Pematang Siantar yakni dengan mengadakan lomba-lomba tari antar sekolah, pagelaran seni dan budaya, dan event-event lainnya yang hampir selalu diselingi tari-tarian. Pelestarian adat dan budaya yang secara konsisten selalu ditunjukkan Wali Kota Pematang Siantar dr. Susanti Dewayani, Sp.A di berbagai kesempatan agenda acara pemerintah dan masyarakat.

Wali Kota Pematang Siantar dr. Susanti Dewayani, Sp.A berharap melalui refleksi yang akan digelar oleh Sanggar Rayantara dapat menjadi wadah Pelestarian Budaya sebagai Local Wisdom dan menjunjung Identitas Budaya Lokal terutama Tari Tradisional Simalungun.


PERTEMUAN KEDUA,

Wali Kota Pematang Siantar dr. Susanti Dewayani, Sp.A menghadiri Perayaan Ulang Tahun Sang Maestro ke-88 Tahun bersama Sanggar Rayantara. Bertempat di Lapangan Pariwisata, Jln. Merdeka Kota Pematang Siantar. Sabtu (15/10/2022).

Ketua Dekranasda Kota Pematang Siantar H.K Erizal Ginting, SH menyampaikan rasa bangga bahwa, banyak bibit-bibit pegiat seni simalungun sejak dini diajarkan oleh Sang Maestro Raminah Garingging.

“Saya ingin memberikan kesan dan pesan kepada Ibunda Raminah Garingging, bahwa kata “Sang Maestro” ini memiliki makna yang dalam dan pantas disematkan kepada beliau, karna keyakinan dan hidupnya diabdikan total untuk kesenian,”

Ketua Dekranasda Kota Pematang Siantar H.K Erizal Ginting, SH mengingatkan bahwa dengan perkembangan Kesenian kontemporer, jangan sampai menghilangkan esensi budaya dan adat istiadat yang berlaku.

“Kita semua berdoa dan berharap bahwa Esensi Budaya Seni tari Simalungun harus kita pelihara dan lestarikan dengan menumbuhkan bibit penerus bangsa dalam seni dan budaya.”

Pemberian buku kepada Wali Kota Pematang Siantar dr. Susanti Dewayani, Sp.A.

PERTEMUAN KETIGA, 

Kegiatan Siantar Culture Show menampilkan tari-tarian nuansa Simalungun, Sanggar Budaya Rayantara dibawah asuhan Raminah Garingging turut tampil mewarnai malam Puncak HUT Kota Pematang Siantar.


PERTEMUAN KEEMPAT, 

Wali Kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani SpA terima dengan akrab dan kekeluargaan Audensi Sanggar Budaya Rayantara pimpinan Sultan Saragih dengan pengasuh tradisi Maestro Opung Raminah Garingging yang akan menyelenggarakan Pelatihan Sendratari Warna Simalungun Melanjutkan Warisan Tradisi, Berkreasi Dengan Topeng-Topeng Simalungun, Selasa (29/08/2023) di Ruang Kerja Wali Kota, Jalan Merdeka Kota Pematang Siantar.

Kedatangan Sanggar Budaya Rayantara pimpinan Sultan Saragih dengan pengasuh tradisi Maestro Opung Raminah Garingging disambut baik langsung Wali Kota dr Susanti Dewayani SpA didampingi Plt.Kadis Pendidikan R. Barmen Manurung bersama dengan salah satu Kabid di Dinas Pendidikan, dan Kabag Porkopim Suherman S.SosI.

Dalam Silaturahmi dan Audiensi , Wali Kota dr Susanti Dewayani SpA mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Sanggar Budaya Rayantara dengan pengasuh tradisi Maestro Opung Raminah Garingging, serta menyambut baik kegiatan pelatihan Sendratari Warna Simalungun dengan tema "mewariskan seni tradisi, berkreasi dengan topeng topeng Simalungun", yang akan diselenggarakan pada hari Kamis - Minggu 7 - 10 September 2023.

Wali Kota Pematang Siantar dr. Susanti Dewayani SpA sangat mendukung upaya pelestarian Budaya termasuk kegiatan pelatihan Sendratari Warna Simalungun dengan tema "mewariskan seni tradisi, berkreasi dengan topeng topeng Simalungun", dan siap membantu untuk memudahkan kegiatan pelatihan hingga penampilan hasil akhir berupa simulasi di Halaman Kantor Dekranasda, tepatnya Lapangan Parkir Pariwisata Jalan Merdeka Pematang Siantar. 

Selain itu dr Susanti Dewayani SpA juga menyampaikan bahwasanya, "saya sejak kecil belajar menari Bali, jadi tahu betul bagaimana proses latihan, semangat dan ekspresi penari. Kalau Opung dan Bapak Sultan saragih menari, saya perhatikan betul gerak geriknya sudah sangat menjiwa semua. Apalagi topeng topeng, hal yang tidak mudah dan sakral. Di nusantara rata rata butuh penjiwaan yang dalam sesuai karakter topeng," tambahnya.

Sebelumnya Sultan Saragih bersama tim Rayantara dalam audensinya dengan ibu wali kota Pematang Siantar dr. Susanti Dewayani SpA, mengatakan Pelatihan Sendratari Warna Simalungun dipersiapkan untuk berbagai event dan festival kota Pematang Siantar dan kawasan Danau Toba mendatang. 

Sanggar Budaya Rayantara pimpinan Sultan Saragih dengan pengasuh tradisi Maestro Opung Raminah Garingging menyelenggarakan pelatihan Sendratari Warna Simalungun dengan tema "mewariskan seni tradisi, berkreasi dengan topeng topeng Simalungun", Kamis - Minggu 7 - 10 September 2023 di Pusat Spiritual Karmel, Tanjung Pinggir. 

Topeng-topeng dipilih karena memiliki kemungkinan terancam punah, sangat jarang ditampilkan dalam acara adat istiadat maupun pertunjukan, bahkan beberapa jenis topeng simalungun sudah tidak diproduksi lagi, sehingga perlu penggalian lebih mendalam tentang warisan seni tradisi tersebut dan explorasi lebih jauh agar dapat berkembang dan beradaptasi dengan zaman.

Official Hasudungan Purba Siboro menjelaskan, pelatihan Sendratari Warna Simalungun merupakan bagian program bantuan Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Balai Pelestarian Kebudayaan II Sumut yang kini dipimpin oleh Bapak Sukronedi S.Si. MA. 

"Kita membutuhkan produk seni tradisi yang berkualitas, tidak meninggalkan karakter khas dari akar warisan budaya simalungun itu sendiri, juga memiliki standard kemasan yang layak tonton sehingga siap ditampilkan dalam berbagai event" tegas nya.

Pelatihan selama 3 hari akan berlangsung intens dengan 15 - 20 peserta baik dari anak didik sanggar maupun talent tradisi dari generasi muda lainnya, serta mengundang narasumber pelaku tradisi, praktisi seni dan kurator untuk memenuhi kebutuhan workshop tersebut.

Lanjut Sultan Saragih menyampaikan sebagai upaya koordinasi dan sinergi dengan pihak Pemko Pematang Siantar agar mendukung garapan simulasi sendratari warna simalungun yang akan ditampilkan Minggu, 10 Oktober 2023 pukul 15.00 di Halaman Kantor Dekranasda, tepatnya Lapangan Parkir Pariwisata Jalan Merdeka Pematang Siantar bersama pertunjukan tambahan lainnya dari 60 an anak didik asuhan Sanggar, baik dari Sanggar Tari SMA Kartika maupun Sanggar Tari Sinaksak.

Selain itu Sultan Saragih juga melaporkan bahwa Sendratari Warna Simalungun akan ditampilkan dalam berbagai event, termasuk Siantar Heritage Festival jilid II (program kalender wisata setiap 3 bulan), Road Show Batam - Malaysia 2023, maupun dalam atraksi budaya lainnya untuk menyambut kunjungan rombongan wisatawan.

Kurator Thompson Hs dalam pertemuan sebelumnya menyatakan selain sendratari warna simalungun, tiga sendratari lainnya akan segera menyusul untuk melaksanakan pelatihan yang sama agar bisa dipersiapkan dalam kolaborasi "Empat Warna" ke depan. Ketiga sendratari yang dimaksud adalah dari Pakpak, Toba, dan Karo.

“Dengan Harapan nya, kelanjutan dari Warna Danau 2021 ini dapat lebih menggali akar tradisi sehingga pemajuan kebudayaan 4 puak kawasan Danau Toba semakin diperhitungkan,” terangnya.


PERTEMUAN KELIMA,

Spektakuler, Wali Kota dr Susanti dan Ribuan Masyarakat Siantar Ramaikan Festival Seni Budaya PRSU ke-49 dengan Busana Adat Simalungun.

Wali Kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani, Sp.A bersama Ribuan Masayarakat lengkap dengan Busana Simalungun memadati panggung Pagelaran Pentas Seni dan Budaya Pekan Raya Sumatera Utara Tahun 2023. Di Panggung PRSU, Minggu 9 Juni 2023.

Dihadapan Ribuan Masyarakat Siantar baik dari Kota Siantar dan Warga Siantar yang di Kota Medan Sekitar, Wali Kota dr Susanti mengatakan sangat bangga dengan Penampilan Seni dan Budaya yang ditampilkan para putra Putri Siantar. Hal ini sangat berpengaruh pada kelestarian Budaya Di Kota Pematang Siantar yang memang memiliki kemajemukan masyarakat dari berbagai ragam suku.

dr Susanti juga mengatakan saat ini Kota Pematang Siantar terus berbenah menuju Kota Smart City berbagai program pembangunan terus dilaksanakan untuk kemajuan pembangunan di Kota Pematang Siantar.

Diharapkan kreatifitas serta Kolaborasi untuk mewujudkan Kota Pematang Siantar Sehat Sejahtera dan Berkualitas dapat terwujud.

Kalau kita lihat tadi penampilan pemuda pemuda pematang Siantar talenta luar biasa, kami dari Pemko Siantar memilliki komitmen tinggi untuk pengembangan Adat Budaya di Kota Pematang Siantar untuk merawat budaya dan etnis dipematang Siantar sesuai dengan slogan Sapangambei menoktok Hitei yang berarti bergotong royong untuk tujuan mulia.

Sementara itu Kadis Pariwisata Kusdianto, SH mengatakan kegiatan berlangsung dengan baik akibat dukungan Penuh dari ibu Wali Kota Pematang Siantar.

Kadis juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak 6ang telah mendukung penuh kesuksesan acara.

Meski diguyur hujan diawal acara tampak para penari dari SMP N 8, Cinta Rakyat, Sultan Agung nampak bersemangat menampikan tarian diatas Pentas.

Pagelaran semakin semarak dengan penampilan Fragmen Raja Sangnawaluh dari Sanggar Rayantara. Serta Tarian SMA Sultan Agung tarian multi etnis.

Diakhir acara terlihat Wali Kota didampingi Ketua Dekranasda yang juga Suami Tercinta H Kusma Erizal Ginting beserta Cucu membaur bernyanyi bersama para Talent penampil pengisi acara.

Acara juga diisi dengan penampilan dari Taman Hewan Pematang Siantar.

Hadir dalam acara Pj Sekda Kota Pematang Siantar Dwi Aries Soedarto, SH MH, Ketua Dekranasda H Kusma Erizal Ginting, Para Asisten, Staf Ahli, Pimpinan OPD, Camat dan Lurah SE Kota Pematang Siantar, Para Kepsek di Kota Pematang Siantar.

Hadir juga Tokoh Masyarakat Simalungun, Parlindungan Purba, Pengasuh Sanggar Rayantara Ibu Rasminah Garingging, Direktur Taman Hewan Pematang Siantar Nelly Rasyid, 
Ketua RKLA Indah, serta masyarakat Kota Siantar di Medan 

Para Penampil terdiri dari Sanggar Rayantara, Tarian SMP N 8, Tarian SMP Cinta Rakyat, Tarian Sultan Agung, Fashion Show IB Managemen, Band Pengisi Acara musik dan Penampilan Taman Hewan Pematang Siantar.

PERTEMUAN KEENAM,

Wali Kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani, Sp.A dan Ketua Dekranasda H Kusma Erizal Ginting hadiri program pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Politeknik Negeri Medan sebanyak 42 Mahasiswa dari Seluruh Indonesia di Pematang Siantar.

Wali Kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani, Sp.A menghadiri program Pertukaran Mahasiswa Merdeka dari Politeknik Negeri Medan di ruang serbaguna Bappeda, Jumat 20 Oktober 2023.

Dalam Arahannya Wali Kota Mengucapkan Selamat datang kepada para mahasiswa, Wali Kota merinci Kondisi Geografis Kota Pematang yang berdiri diatas 400 Meter diatas Permukaan Air Laut dengan Motto Sapangambei Manoktok Hitei. Memiliki 8 Kecamatan dan 53 Kelurahan dengan jumlah Penduduk mencapai 270 ribu lebih.

Saya selaku Wali Kota sangat mengapresiasi kegiatan sore ini, kami mengucapkan terimakasih Bahwa Kota Siantar adalah Kota Tujuan ini semua akan membawa berkat untuk mewujudkan kota Siantar lebih baik lagi 

Di Kota Siantar banyak situs situs sejarah. Kota Siantar dengan latar belakang masyarakat heterogen baik Suku dan Budaya 
Dengan keanekaragaman menjadi kekuatan untuk membangun kota Siantar.

Kota Siantar adalah miniatur Indonesia sebagian suku bangsa ada di Indonesia. Kami hidup penuh toleransi. Keberagaman latar belakang menjadi Kekuatan besar mewujudkan. Siantar Sehat Sejahtera berkualitas.

Sementara itu Ketua Dekranasda H Kusma Erizal Ginting yang juga Tokoh Budaya mengatakan momentum ini menjadi catatan sejarah kita kedatangan tamu yang sangat istimewa.

Terimakasi kepada pimpinan Program Studi ibu Irma Suryani Lubis bersama rombongan yang datang di Pematang Siantar.

Mudah-mudahan Siantar memberi kontribusi. Mereka banyak mutiara mutiara untuk meraih ruh kebhinekaan. Di Kota Siantar juga ada seorang maestro Tari Ibu Raminah Garingging yang pada Bulan ini akan memperoleh pin emas dari Presiden RI.

Mari kita membangun untuk menjadi lebih baik dari bumi dan langit. Saya sangat bersukacita Kita Memiliki Wali Kota yang sangat total untuk kota Siantar.

Semantara itu Ketua Rombongan sekaligus kordinator modul Irma Suryani Lubis mengatakan dirinya merupakan asal Kota Pematang Siantar. Saya keluarga besar Siantar. Siantar ini kota Pendidikan dengan terkenal Paris Van Sumatera.

Kehidupan Toleransi hidup dengan baik dikota ini . Program PMM ke 3 adalah membentuk kebhinekaan bertujuan memberi masukan kepada mahasiswa yang kurang peduli rasa cinta mendalam pada budaya di Indonesia.
Kata Intoleransi bisa kita Lenyapkan dari Bumi Indonesia. Terimakasih yang sebesar besarnya cukup memberi kami tersanjung untuk dapat diterima di Kota Pematang Siantar , katanya.

Saat ini kami membawa rombongan 42 mahasiswa dari seluruh Indonesia luar kota Sumatera. Dari berbagai daerah di Indonesia.
Kiranya pertemuan ini dapat membawa semangat persaudaraan. Berharap kami mengenal budaya Simalungun katanya.

Acara ditandai dengan saling bertukar dari Ibu Wali Kota Bersama Ketua Dekranasda dan Rombongan Pertukaran Mahasiswa Merdeka.
Diisi juga dengan dialog tentang kebudayaan.Serta pertunjukan Tari tarian.

Hadir dalam Kesempatan Pimpinan OPD Terkait, Maestro Tari Raminah Garingging, Pimpinan Sanggar Rayantara Sultan Saragih, Para Penari SMA Kartika dan Sanggar Rayantara, para Mahasiswa dari Berbagai Daerah Seluruh Indonesia.

PERTEMUAN KETUJUH,

Konsisten Lestarikan Tor-Tor Simalungun, Raminah Garingging: Saya Ucapkan Terima Kasih Kepada Ibu Wali Kota dr Susanti


Selamat atas pencapaian Opung Raminah Garingging yang telah mendapat gelar Maestro dalam anugerah kebudayaan Indonesia tahun 2023 yang telah dilakukan penilaian oleh tim penilai anugerah kebudayaan Indonesia terhadap usulan yang direkomendasikan sebelumnya.

Hal itu diucapkan Wali Kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani SpA yang didampingi Kadisdik Rudolf Barmen Manurung menyambut Opung Raminah Garingging Maestro sekaligus pengasuh Sanggar Budaya Rayantara di Ruang Kerja Balai Kota, Rabu (18/10/2023).

Wali Kota dr Susanti juga mengatakan bahwa ketekunan, konsistensi, serta komitmen Opung Raminah Garingging merupakan keteladanan untuk kita banggakan dalam melestarikan budaya Tari Simalungun.

“Kami sangat bangga dan mengapresiasi, bahwa ketulusan, keikhlasan, dan semangat Opung Raminah Garingging patut menjadi panutan kita, keteladanan kita, hingga gelar Maestro yang ditetapkan oleh tim penilai Anugerah Kebudayaan Indonesia Tahun 2023,” ucapnya.

Kami berharap, sebut dr Susanti, penghargaan yang nanti diberikan dapat menambah semangat untuk terus melestarikan budaya simalungun.

Raminah Garingging sang maestro tor-tor simalungun menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota dr Susanti dan jajaran Dinas Pendidikan Pematang Siantar dan Dinas Pariwisata yang telah memfasilitasi kegiatan-kegiatan pertunjukan sanggar.

“Saya ucapkan terima kasih kepada ibu Wali Kota dr Susanti dan jajarannya yang telah membantu selama ini, sudah tiga tahun ini terkendala, pada zaman ibu lah baru bisa kita raih penghargaan ini. Sekali lagi saya ucapkan ribuan terima kasih,” ungkapnya sembari menangis saat mengungkapkannya.

Sesuai salinan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 316/P/2023 tentang Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia Tahun 2023 menetapkan Raminah Garingging sebagai Tor-Tor Simalungun asal sumatera utara, kota pematang siantar.

Kemudian, Raminah Garingging dan Sultan Saragih, Hasudungan Purba Siboro juga memberikan buku berjudul “Biografi Opung Raminah Garingging, Maestro Seni Tradisi” yang telah ditandatangani oleh Wali Kota dr Susanti dan Tokoh Kesenian dan Kebudayaan Sumut H.K Erizal Ginting SH.

Sebagai informasi, Opung Raminah Garingging akan menghadiri Malam Puncak Anugerah Kebudayaan Indonesia Tahun 2023 pada Jumat, 27 Oktober 2023, Pukul 18.00 s.d 21.30 WIB bertempat di Puri Agung Ballroom, Hotel Grand Sahid Jaya, Jl. Jenderal Sudirman, No.Kav. 86, Jakarta.

Informasi terkini, akan hadir juga Presiden Joko Widodo menyerahkan langsung penghargaan pada malam Anugerah Kebudayaan Indonesia Tahun 2023.

Penghargaan tersebut juga berupa Pin Emas, Dana Apresiasi sebesar 50 juta, dan Dana Apresiasi pertahunnya sebesar 25 juta seumur hidup serta Piagam Penghargaan.

Menuju Malam Anugerah Kebudayaan Indonesia Tahun 2023,

Pemerintah Kota Pematang Siantar melalui Dinas Pendidikan Kota Pematang Siantar Plt. Kadisdik Rudolf Barmen Manurung, Hotman Purba, dr. Sarmedi Purba SpOG, Sultan Saragih bersama anak dan cucu, Mariani Sinaga dan Minaria menghadiri malam Anugerah Kebudayaan Indonesia Tahun 2023

Malam Anugerah Kebudayaan Indonesia Tahun 2023 juga langsung dihadiri Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga, Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid.

"Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan terima kasih dan selamat kepada para peraih Anugerah Kebudayaan Indonesia tahun ini. Anugerah ini bernilai lebih dari sekadar penghargaan, tetapi menyimpan semangat untuk terus menguatkan kolaborasi dalam upaya kita mengembangkan ekosistem kebudayaan di seluruh Indonesia," kata Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim pada sambutannya, di Jakarta, Jumat (27/10) malam.

Nadiem berharap bahwa momentum AKI 2023 menjadi pintu baru yang membuka peluang bagi para penerima anugerah untuk lebih banyak hadir di ruang-ruang publik dan memperluas jejaring. Sehingga, prestasi yang dicapai bukan hanya bermanfaat bagi penerima, namun juga untuk kemaslahatan masyarakat.

"Saya juga mengajak seluruh pihak yang hadir untuk berpartisipasi, berkolaborasi, dan menghasilkan program-program yang produktif. Kebudayaan menyimpan solusi atas persoalan-persoalan kita saat ini. Oleh karenanya, menjadi kewajiban kita merawat kekayaan bangsa ini. Karena merawat kebudayaan, berarti merawat harmoni," lanjut Nadiem.
Editor: Yudi Setyawan

T#g:Budaya SimalungunRaminah Garingging
Berita Terkait
tiktok rss yt ig fb twitter

Tentang Kami    Pedoman Media Siber    Disclaimer    Iklan    Karir    Kontak

Copyright © 2013 - 2024 utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

⬆️