Jumat, 01 Mei 2026

Ratusan Elemen Masyarakat dan Pemuda Kota Binjai Ikuti Dialog Interaktif "Cinta Tanah Air, Cegah Konflik"

Binjai (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Aqil Senin, 31 Okt 2022 13:21
Pemaparan oleh narasumber "Dialog Interaktif Cinta Tanah Air Antara Pemerintah dan Masyarakat Dalam Rangka Pencegahan Konflik", Senin (31/10).
 Istimewa

Pemaparan oleh narasumber "Dialog Interaktif Cinta Tanah Air Antara Pemerintah dan Masyarakat Dalam Rangka Pencegahan Konflik", Senin (31/10).

Diikuti oleh ratusan elemen masyarakat, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Binjai, menggelar "Dialog Interaktif Cinta Tanah Air Antara Pemerintah dan Masyarakat Dalam Rangka Pencegahan Konflik", Senin (31/10).

Kegiatan yang digelar di Aula Dinas Sosial, Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Limau Mungkur, Kecamatan Binjai Barat, dibuka langsung oleh Plt. Kaban Kesbangpol Binjai, Nelly Rosa Hasibuan S. STP, serta menghadirkan sejumlah narasumber lainnya dan dihadiri oleh Mahasiswa STMIK Kaputama dan tokoh masyarakat dari 5 Kecamatan yang ada di Kota Binjai.
Plt. Kaban Kesbangpol Binjai, Nelly Rosa Hasibuan, dalam sambutannya terlebih dahulu mengucapkan terima kasih kepada panitia serta seluruh peserta yang hadir dalam dialog interaktif yang diisi dengan sesi tanya jawab ini. Ia juga mengakui, dialog interaktif ini telah vakum sekitar dua sampai tiga tahunan ini dikarenakan Pandemi Covid-19.

"Kita harus waspada bahwa Pandemi Covid belum berakhir," ungkap Nelly Rosa, sembari membuka dialog interaktif antara Pemerintah dan masyarakat.

Sebagai Plt. Kaban Kesbangpol Kota Binjai, Nelly Rosa juga meminta kepada para peserta untuk aktif bertanya kepada para narasumber.
Sementara itu, Pasi Ter Kodim 0203/LKT Kapt Arh. Utoyo yang dipercaya sebagai salah seorang narasumber dalam paparannya mengupas tentang bagaimana menghadapi konflik pangan di tahun tahun selanjutnya.

"Perang masa kini bukan hanya perang dengan rudal, bukan perang senjata, tapi perang energi menjadi perang pangan, air dan energi (energi hayati) di sekitar Khatulistiwa," ungkapnya.
Pun begitu, lanjut Kapten Arh. Utoyo, di Sumatera Utara, belum pernah terjadi perang pangan. "Tempat konflik pangan air dan energi di Sumatera belum ada, kecuali di daerah timur seperti di Papua dan perbatasan Timor Leste," tegasnya seraya menambahkan sebanyak 3,2 miliar jiwa saat ini berebut pangan di daerah ekuator.

Ia juga menegaskan bahwa negara Indonesia kaya akan sumber daya alamnya. "Namun mengapa kita sulit untuk maju!! Hal itu karena konsumen dan pasar dunia dibatasi. Untuk itu kta harus bijak dan bersatu," katanya.
produk kecantikan untuk pria wanita

Sebagai Pasi Ter Kodim 0203/LKT, Kapten Arh. Utoyo juga meminta perlunya mewujudkan persepsi tentang ancaman dan solusi oleh semua masyarakat.

"Motornya adalah pemuda. Pemuda harus selalu di depan dan berperan penting dalam sejarah Indonesia," bebernya.

Sedangkan perihal Ideologi, ia juga membeberkan perihal mahasiswa Indonesia di negara asing yang menjelekkan bangsanya sendiri dan itu pertanda nasionalismenya sudah luntur.

iklan peninggi badan
Perihal ideologi, lanjutnya, siswa di Indonesia diberi beasiswa dan dimanjakan sampai di doktrin dan selanjutnya dijadikan agen untuk negara asing. Akhirnya menciptakan konflik, hembuskan isu disentigrasi.

"Untuk itu mari kita bersatu dan pemuda harus berada di barisan depan," pintanya di akhir paparannya.

Di tempat yang sama, Posda BinDa Sumut, Ismail, yang juga dipercaya sebagai narasumber, mengupas tentang konflik sosial, seperti perseteruan atau adanya benturan fisik dengan kekerasan antara 2 kelompok masyarakat yang berlangsung dalam waktu tertentu yang berdampak luas sehingga dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan disentigrasi sosial.

"Binjai adalah kota yang heterogen yang terdiri dari berbagai suku, agama, etnis, pandangan politik, serta adanya beberapa organisasi. Kondisi tersebut merupakan kekayaan sekaligus potensi akan munculnya konflik sosial di masyarakat," bebernya.

Jika potensi konflik tersebut tidak dapat dikelola dengan baik, sambung Ismail, maka akan menyebabkan terjadinya gangguan Kamtibmas, sehingga dapat menghambat pembangunan dan perkembangan di Kota Binjai.

"Seperti saat ini, konflik terkait lahan eks HGU PTPN ll Sei Semayang yang terjadi di Beguldah, Kelurahan Tanah Merah, yang digarap oleh Poktan Mekar Jaya," urainya.

Kasus gagal ginjal akut pada anak serta munculnya ancaman varian baru Covid-19, juga dikupas oleh pria berkacamata ini.

Sesi tanya jawab juga menjadi bagian dalam dialog interaktif yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Binjai.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kabid WasNas Kesbangpol Binjai M. Irsan beserta Kasi Willy Diwana, serta ratusan tokoh masyarakat dan mahasiswa.
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️