Sabtu, 02 Mei 2026

Resah Nomor ID Dicabut Sepihak, Pelanggan PLN Sibolga Komplain

Sibolga (utamanews.com)
Oleh: Firmansyah Simatupang Jumat, 01 Jul 2022 13:51
Dua Pelanggan PLN Komplain ID Pelanggan dicabut sepihak, (insert) Bukti Pembayaran Dan Permohonan Ganti Meteran Listrik
 Istimewa

Dua Pelanggan PLN Komplain ID Pelanggan dicabut sepihak, (insert) Bukti Pembayaran Dan Permohonan Ganti Meteran Listrik

Warga Kota Sibolga, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) resah dengan tingkah laku PLN Cabang Sibolga yang bertindak semena-mena kepada konsumen dengan mencabut ID pelanggan atau konsumen secara sepihak dan akhirnya pelanggan pun tidak dapat membayar tagihan pemakaian listrik.

"Saya tidak dapat membayar tagihan listrik kami, alasan tempat membayar, bahwa ID Pelanggan kami sudah tidak terdaftar, saya bingung entah apa maksud dari PLN ini, saya tidak tahu harus melapor kemana persoalan ini pak," ucap Rommy Pasaribu yang mengaku sudah hampir 1 bulan ID Meteran PLN milik mertuanya dicabut tanpa alasan yang jelas, di Kelurahan Sibolga Ilir, Kota Sibolga, Jumat (1/7/2022).

Rommy mengaku, tindakan PLN Sibolga dengan sesuka hati mencabut ID Pelanggan PLN hanyalah modus, sebagaimana yang sudah dirasakan konsumen PLN yang lain.

"Saya pernah dengar, ada pelanggan yang meterannya rusak, kemudian dilaporkan ke PLN. lalu pihak PLN mencabut meteran tersebut, dan saat pemasangan konsumen langsung ditagih uang listrik sebesar Rp1 juta lebih, kita bingung dasar penagihannya bagaimana, dan apa sebelumnya dalam perjanjian kepada pelanggan akan membayar tagihan sebesar satu juta saat dipasang," beber Rommy kepada Utamanews.com
Dalam kesempatan itu, Rommy juga mengingatkan Kepala PLN Cabang Sibolga, kalau tidak mampu maka berhenti saja jadi Kepala PLN, karena menurut Rommy perbuatan PLN itu adalah jebakan yang mematikan terhadap pelanggan.

"Berhenti saja jadi Kepala PLN kalau tak mampu memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggan, jangan buat resah konsumen lah. Bagus berhenti saja kalau hanya buat konsumen risau, kita tidak minta dibebaskan arus, katanya pasang meteran pra bayar, sudah kita tanyakan, tapi sekarang belum juga dipasang," pungkasnya.

Hal serupa juga dirasakan Titin Simanullang, warga Perumahan Anugerah Pelangi III, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), yang juga kecewa dengan sikap pihak dari PLN Sibolga yang membebaskan arus secara sepihak. 

"Tidak terima nya kami saat mau pembayaran meledak mencapai 1 juta rupiah. Jadi pertanyaannya siapa yang meminta dibebas arus, tapi meteran sampai berbulan-bulan tidak diganti dengan pascabayar (Token-red). Jadi datang saja surat pemberitahuan tagihan pembayaran yang diluar dugaan," kesalnya wanita itu.
produk kecantikan untuk pria wanita

Sementara kedua pelanggan sebelumya sudah pernah mendatangi kantor PLN Sibolga diminta agar dilakukan pemasangan meteran pascabayar. Namun hingga sampai sekarang diduga pihak PLN belum mengindahkan permohonan konsumen.

Ketika wartawan ingin konfirmasi ke pihak PLN Sibolga, security yang berada di Pos mengatakan bahwa humas bernama Marphin Tanjung sudah pensiun.

"Gimana bang bapak itu sudah pensiun jadi belum ada yang menggantikan dia," kata Security di Pos Satpam.

busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️