Usianya terbilang muda, 33 tahun. Namun pengalaman Sabran Pohan di bidang bisnis perikanan dikenal banyak kalangan. Karirnya di bisnis perikanan diawali dengan berdagang ikan keliling menggunakan becak motor.
Sebagai alumni SMA Matauli Sibolga, salah satu SMA terbaik di Sumatera Utara, serta mengantongi gelar Sarjana Hukum dari Universitas Airlangga Surabaya, tidak membuat Sabran Pohan malu menjadi pedagang ikan keliling dalam merintis bisnisnya.
"Ibu saya sampai menangis, melihat saya setiap hari bangun jam 3 pagi untuk membeli ikan ke nelayan lalu menjualnya keliling" terang Sabran Pohan yang akrab disapa "Bapak" oleh rekan-rekannya ini, Rabu (20/1/2021).
Sabran mengisahkan, Ibunda tidak sampai hati melihat putranya yang lulusan sarjana harus bersusah payah menjual ikan keliling menggunakan becak motor. Padahal keluarga sudah memberikan tawaran untuk menjalankan bisnis keluarga yang sudah mapan.
"Sejak sekolah saya sudah bertekad, bahwa saya harus menguasai bisnis ini sampai hal-hal terkecil. Sehingga saya menolak tawaran keluarga untuk langsung menjadi pimpinan perusahaan. Dengan proses dari bawah saya memahami bisnis secara detail" tegas pria yang sudah menikah dan memiliki 1 anak ini.
Dalam menjalankan usahanya, Sabran Pohan senantiasa berniat setiap langkah dan perbuatannya untuk amal ibadah. Kini di usia yang masih terbilang muda, Sabran Pohan sudah berhasil mendirikan dan memimpin PT. Maju Indah Tapanuli yang bergerak di bidang Cold Chain Integrity di wilayah Jakarta, Medan dan Sibolga. "Doa dari Ibu menjadi hal terpenting dalam perjalanan karir saya" Sabran Pohan menambahkan.
Jelang Mubes Ikatan Alumni Matauli Sibolga (IKAMA) yang ke-5 pada 6-7 Februari 2021, Sabran Pohan menyatakan kesiapannya untuk memimpin organisasi alumni yang keanggotaannya sudah tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia, bahkan manca negara. Sabran bertekad mensinergikan IKAMA dengan dunia usaha untuk menopang program IKAMA di bidang sosial dalam membantu sesama alumni, memajukan kualitas alumni yang kompetitif di semua bidang profesi serta mendukung kemajuan kualitas pendidikan di SMA Matauli Sibolga.
"Sebagai putra asli Sibolga, saya punya panggilan hati yang paling dalam membawa alumni SMA Matauli Sibolga agar mampu kompetitif di kancah nasional. Anggota-anggota IKAMA punya potensi yang cukup besar untuk berkontribusi di kancah Nasional tidak hanya Sumatera Utara. Tentunya saya sudah membuktikan hal itu, sebagai alumni Matauli saya tidak pernah ragu untuk menaklukkan ketatnya persaingan usaha di Ibu Kota Jakarta" tegas Sabran Pohan dengan tetap rendah hati.
"Tekad maju sebagai Ketua IKAMA, juga terdorong dari arahan senior-senior IKAMA, rekan-rekan satu angkatan dan adik-adik kelas yang mengharapkan perubahan paling fundamental pada IKAMA. Saya telah melakukan konsolidasi ke semua lapisan alumni", terang Sabran Pohan.