Jumat, 01 Mei 2026

YASOBAS minta warga Tebing Tinggi yang ingin ibadah Cengbeng ikuti aturan

Tebing Tinggi (utamanews.com)
Oleh: Athar Rabu, 24 Mar 2021 20:14
Ilustrasi
 Istimewa

Ilustrasi

Masyarakat Etnis Tionghoa mulai melakukan upacara keagamaan sembahyang Cengbeng di komplek pemakaman Yayasan Sosial Budiamal Sukhavati (YASOBAS) di Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi. Agar kegiatan keagamaan ini berjalan sesuai aturan, pihak YASOBAS akhirnya memberikan himbauan kepada masyarakat yang beribadah.

Wakil Ketua YASOBAS Tebingtinggi, Alin kepada wartawan, Rabu (24/3/2021) di kantornya mengatakan, "Himbauan kita kepada masyarakat Tebingtinggi ini, berhubung situasi saat ini masih pandemi Covid-19 dan sesuai himbauan pemerintah tentang Protokol Kesehatan, maka kalau bisa bagi masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah penghormatan kepada leluhur (Sembahyang Cembeng) agar dilakukan di rumah masing-masing."

"Namun jika tetap mau ziarah ke pemakaman, ya harus mengikuti seluruh rangkaian Protokol Kesehatan dengan baik yaitu, memakai masker, menghindari kerumunan, rajin mencuci tangan, mengurangi mobilitas dan terutama menjaga jarak saat beribadah di pemakaman," ucap Alin.
Alin menjelaskan, masyarakat yang ingin melakukan sembahyang Cengbeng sebelum ke pemakaman, awalnya mereka akan melakukan sembahyang di Pekong terlebih dahulu. "Jika sembayang di Pekong kita himbau agar yang turun atau yang melakukan sembahyang Pekong itu 1 orang saja mewakili keluarga guna menghindari kerumunan orang banyak," ujarnya.
"Yang paling utama, kita himbau kepada masyarakat Tebingtinggi yang mau melakukan ibadah Cengbeng pada tanggal 28 Maret, tanggal 2 dan 4 April 2021, kalau bisa, kita mengalah dululah sama warga yang dari luar kota. Karena pada hari libur itu kita beri kesempatan kepada orang luar kota saja yang beribadah, agar kita bisa mengurai kepadatan pengunjung yang beribadah di lingkungan makam," ajaknya.

"Kita harus benar-benar menerapkan Protokol Kesehatan yang dianjurkan pemerintah, jangan sempat kita melanggar aturan tersebut dan kita dibubarkan oleh Satgas Covid Tebingtinggi, itu yang kita takutkan," kata Alin.
Alin mengajak warga Tebingtinggi yang ingin melakukan ibadah sembahyang Cengbeng bersama-sama menjaga Protokol Kesehatan. "Agar kegiatan sembahyang kita dapat berjalan dengan baik dan selesai ibadah diharapkan langsung pulang ke rumah", harapnya.

Ibadah sembahyang Cengbeng ini setiap tahunnya diperingati oleh warga Tionghoa. Banyak masyarakat berasal dari berbagai daerah akan melakukan sembahyang makam sebagai penghormatan kepada leluhur dan keluarga mereka. Karena pandemi Covid-19 yang masih mewabah, terpaksa pihak YASOBAS memberikan himbauan tegas soal penerapan Protokol Kesehatan. 
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️