Selasa, 06 Des 2022 05:11
  • Home
  • advertorial
  • Waspada Penipuan Dari Facebook, Mengaku Pekerja Lepas Pantai Ajak Nikah

Waspada Penipuan Dari Facebook, Mengaku Pekerja Lepas Pantai Ajak Nikah

Medan (utamanews.com)
Oleh: Anton
Kamis, 02 Mei 2019 08:02
Capture
Akun Facebook Zihan-zihan yang digunakan untuk menipu Meta, 35 tahun.
Berbagai modus penipuan terus dirancang oleh para penjahat untuk menguras uang para korbannya. Namun dari semua jenis penipuan tersebut yang teranyar adalah modus asmara, yang yang pelakunya mengaku sebagai pekerja pengeboran minyak lepas pantai.

Dengan memajang foto profilnya yang ganteng lengkap dengan seragam pekerja migas, pelaku pun menjelajah para korbannya melalui akun facebooknya Zihan Zihan.

Tidak diketahui pasti sudah berapa banyak korban oknum pelaku ini. Salahsatu korban, sebut saja Meta (35), Warga Sumut kepada wartawan mengaku baru saja menjadi korban penipuan.

Ditemui pada Rabu (1/5), korban menceriterakan kronologis peristiwa yang dialaminya. Berawal dari perkenalannya di media sosial FB dengan Zihan-Zihan yang mengaku memiliki nama asli Muhammad Irfan sesuai dengan KTP yang dikirimkannya via WhatsApp.

Beranjak dari sini kemudian mereka saling chat. Tidak perlu waktu yang lama pelaku pun mulai melancarkan serangan aksi penipuannya dengan berbagai bujuk-rayu yang membuat korban terbuai.


Kepada korban, oknum pelaku meminta segera mentransfer ke rekening BNI dengan nomor rekening 0674867432 atas nama Cecep Sugandi, untuk biaya jaminan ke supervisor sebanyak Rp 8.500.000,-

Untuk memperdaya korban, pelaku pun menjanjikan akan menggantinya dengan berlipat ganda apabila gajinya sudah cair.

Bahkan demi meyakinkan korban pelaku pun menelpon korban dengan mengatakan kalau ibunya ingin bicara, untuk memberikan restu atas pernikahan mereka nantinya. "Aku sudah ngomong dengan orang yang mengaku ibunya via telpon, anehnya bisa suaranya di seberang sana memang persis seperti suara wanita, namun entahlah ... Aku juga bingung kok bisa seperti itu, mungkin aku sudah kena hipnotis sehingga aku mudah percaya begitu saja," urai Meta yang mengaku menyesal karena sudah sempat mentransfer sehingga dia harus mengalami kerugian sebanyak Rp 6,5 juta.

Itupun pelaku masih terus menagih kekurangannya.

Kepada wartawan korban mengharapkan agar pelaku ini secepatnya bisa tertangkap.



Penipuan modus pekerja lepas pantai ajak nikah ini sedang trend

Dalam akun facebooknya, Airin, pemerhati media sosial, menulis pesan buat para wanita agar mewaspadai modus ini.

"Lama saya tidak update disini, maklum sekarang saya sibuk jadi wanita karir, antar tunggu dan jemput anak pulang sekolah ^_^. Saya tergerak untuk menulis lagi karena rasa prihatin saya terhadap beberapa percobaan (atau mungkin sudah kejadian) penipuan dari orang-orang yang mengaku sebagai pelaut atau pekerja lepas pantai atau pekerja migas.

Beberapa bulan terakhir ini Airin jadi sering menerima email dari perempuan-perempuan yang mengaku punya pacar pelaut, mereka mengaku diajak nikah sama pelaut dan si pelaut minta mereka untuk mentransfer sejumlah uang yang katanya uang itu untuk jaminan kepada supervisor, untuk biaya transportasi dari laut ke darat, untuk jaminan ke kantor agar uang gajinya cair, agar diberi izin cuti dan alasan-alasan lainnya. Mereka bertanya kepada Airin apakah hal-hal tersebut lazim adanya?

Sebisa mungkin  Airin membalas email mereka, tapi seringnya telat membalas email karena inboxnya penuh dengan pemberitahuan-pemberitahuan dari e-commerce, hiksss! 

Oleh karena itulah Airin  menjawab beberapa pertanyaan yang masuk, besar harapannya mereka tidak mudah tertipu dan dijauhkan dari segala marabahaya.

Transportasi dan akomodasi pekerja migas lepas pantai siapa yang nanggung

Perusahaan, apapun itu hingga hal-hal terkecil sekalipun semua ditanggung perusahaan seperti makan, minum, tempat tinggal, hotel, helikopter, boat, pesawat atau bis sekalipun semua ditanggung perusahaan. (misalnya anda tinggal di Cirebon, untuk mencapai bandara anda harus naik bis atau kereta api ke Jakarta, ongkos tersebut nanti diganti, kalau tiket pesawat sudah jelas yah karena dibooking oleh perusahaan).

Jadi jangan percaya ketika pacar anda bilang perlu uang untuk menyewa helikopter, menyewa boat, itu bisa dipastikan percobaan penipuan.

Jika akan menikah, perlukah izin dari perusahaan?

Setahu saya tidak, dulu kami menikah juga tidak perlu izin dari perusahaan dengan catatan menikahnya bukan di saat jadwal kerja. Kerja di migas lepas pantai itu jadwal kerjanya biasanya 28:28 atau 56:28 (28 hari di laut kerja dan off pulang ke darat 28 hari atau 56 hari kerja di laut dan off pulang ke darat selama 28 hari) atau jadwal-jadwal lainnya sesuai kebijakan perusahaan.

Benarkah perusahaan meminta data calon istri seperti KTP, KK, no rekening dengan alasan agar gaji masuk rekening calon istri?

Waduh kalau ini sih sudah pasti penipuan ya, karena perusahaan merasa tidak ada urusan dengan pacarnya atau calon istrinya pegawai. Jika sudah menikah memang perusahaan meminta data-data tersebut tapi jika no rekening ya terserah si pegawai gajinya mau dimasukkan ke rekening siapa? Mayoritas sih harus rekening atas nama si pegawai tersebut karena untuk kesamaan data secara keseluruhan (KTP ,KK, paspor, buku pelaut, buku tabungan, dll).

3 tahun di lepas pantai bekerja terus, benarkah bekerja di migas bisa selama itu?

Setahu saya, (lagi-lagi ini sepengetahuan saya yah) bekerja di migas lepas pantai itu tidak pernah lebih dari 3 bulan, seringnya malah 28:28 artinya kurang lebih 1 bulan kerja di laut kemudian off pulang ke darat libur kerja selama 1 bulan, begitu seterusnya hingga kontrak kerja berakhir. "Ini jauh mba, pacar saya kerjanya di perairan afrika", itu balasan email dari salah satu perempuan. Oalah.. sama saja, suami saya pernah dapat kontrak di Rusia, sebulan sekali pulang kok. Jadi bukan masalah jauh atau dekatnya tapi bagaimana kesepakatan atau peraturan yang dibuat perusahaan.

Airin menyarankan jangan terlalu percaya dengan orang-orang yang dikenal di dunia maya, apalagi belum pernah tahu bagaimana wujud asli mereka. Please jangan cepat percaya, tidak pernah bertemu ujug-ujug diajak nikah? 

Duh realistis saja yah jika ada laki-laki yang berniat menikahi kita minimal datang dululah ke orang tua kita, pastikan kita harus tahu siapa, dari mana, bagaimana laki-laki tersebut.

"Mungkin itu jawaban saya atas pertanyaan-pertanyaan yang masuk ke email saya, yang masih ada pertanyaan boleh inbox via email ya, feel free to ask."



Di tempat terpisah, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Pemberdayaan Anak Bangsa Indonesia (FPABIN) P Harry Silaen kepada wartawan mengatakan, "Diduga kuat berdasarkan informasi yang diperolehnya, para oknum pelaku ini  umumnya berasal dari balik jeruji alias penjara, lembaga permasyarakatan. "Oleh karenanya hendaknya petugas Lapas di seluruh Indonesia  segera merazia para napi yang masih dengan bebasnya menggunakan handphone android", tuturnya, Kamis (2/5).

Harry juga mengharapkan aparat Kepolisian berkenan membuka layanan SMS pengaduan khusus untuk korban penipuan penjahat cyber, dengan tetap menjaga kerahasiaan indentitas para korbannya yang juga merasa teraniaya secara mental sehingga mereka tidak tahu harus mengadu.

Menurut Harry penjahat cyber ini menggunakan Aplikasi Facebook Palsu atau Browser Extensions untuk menyebarluaskan Scam atau penipuan mereka dari satu pengguna ke pengguna lainnya. Cara lainnya adalah mengirimkan pesan ke para pengguna Facebook, berdalih sebagai tentara, pilot, lawyer, dan memakai foto orang kulit putih atau pekerja pengeboran minyak lepas pantai.

"Mereka merayu dan menyebarkan 'virus cinta' dulu. Setelah rayuannya mampu memikat sasaran, mereka akan melakukan pemaksaan secara tidak langsung atas nama cinta supaya wanita yang ia rayu mau mengiriminya duit dengan alasan yang dibuat-buat", pungkasnya.
Editor: Dito

Sumber: Antara

T#g:378facebook
Berita Terkait
  • Rabu, 26 Okt 2022 18:06

    Video Sebut 'Institusi' Beredar di Sosmed, Aktivis Minta Polresta Sibolga Buka Tabir

    Sebuah rekaman video percakapan oknum yang diduga bahas kios baru di Pasar Sibolga Nauli, menyebut 'Polres' beredar di Sosial Media (Sosmed), yang ada di grup Facebook (FB), Tapteng Bersatu Untuk Perubahan (TBUP).

  • Rabu, 19 Okt 2022 20:49

    Tak terima dituduh Pelakor, Syahfitri Hutagalung melapor ke Polres Sidimpuan!

    Syahfitri Hutagalung, wanita beranak dua, membuat laporan pengaduan ke Polisi karena dituduh "pelakor", sesuai surat tanda terima laporan polisi nomor STTLP/B/379/X/2022/SPKT/Polres Padang Sidimpuan/Polda Sumatera Utara.

  • Rabu, 28 Sep 2022 20:28

    Oknum Kadus Desa Tebing Linggahara Diduga Langgar Perda, Kampanyekan Calon Kades

    Oknum Kepala Dusun (Kadus) Hatinar A Desa Tebing Linggahara, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, diduga kangkangi Perda Kabupaten Labuhanbatu No 5 Tahun 2017 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa.

  • Senin, 19 Sep 2022 22:09

    Heboh Foto Syur Diduga Mirip Oknum Guru SMP Negeri Tapteng

    Foto syur diduga mirip oknum guru SMP Negeri di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Provinsi Sumatera Utara (Sumut), beredar di media sosial Facebook dan menjadi bahan pembicaraan netizen di Sibolga - Tapteng.

  • Kamis, 16 Jun 2022 21:56

    Gadis Cantik Terdakwa Pelaku Penipuan Mulai Disidang di PN Binjai

    Sidang kasus dugaan penggelapan dan penipuan atas terdakwa Siska Maulida Ginting, hingga kini masih bergulir di Pengadilan Negeri Binjai.Dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Mukhtar, d

  • Komentar Pembaca

    Tentang Kami   Pedoman Media Siber   Disclaimer   Iklan   Karir   Kontak

    Copyright © 2013 - 2022 utamanews.com
    PT. Oberlin Media Utama