Mayat kering perempuan di semak-semak gegerkan warga Tebingtinggi, diduga siswi SMA yang hilang
Tebing Tinggi (utamanews.com)
Oleh: Erick Yoma
Senin, 22 Agu 2022 14:52
Istimewa
Kondisi jenazah sudah mengering dan tak lagi utuh saat ditemukan warga, Senin (22/8)
Penemuan mayat perempuan di semak - semak gegerkan warga Tebing Tinggi. Pihak Polres Tebing Tinggi segera turun untuk melakukan evakuasi terhadap jenazah perempuan yang ditemukan warga tergeletak di sebuah lahan kosong di Jalan Dr Hamka, Kelurahan Durian, Kecamatan Bahjenis, Kota Tebingtinggi, Senin (22/8) pukul 08.30 Wib pagi.
Diduga kuat jenazah perempuan tersebut adalah korban pembunuhan yang telah menghilang selama tiga minggu, seperti penuturan warga dan keluarga ketika berada di lokasi.
Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah mengering dan berwarna kecoklatan. Diduga korban telah meninggal dunia sejak beberapa hari terakhir dengan melihat kondisi mayat yang sudah mengering.
"Saat ini masih kita lakukan penyelidikan mengenai identitas korban, kita akan Indetifikasi jenazah dan melakukan autopsi terlebih dahulu," ucap Junisar.
Junisar mengatakan polisi belum dapat memastikan apakah korban merupakan korban pembunuhan, terlebih kondisi jenazah yang sudah tidak utuh.
"Untuk itu nanti kita lakukan proses autopsi dulu agar tahu apa penyebabnya. Nanti hasilnya akan kita sampaikan," lanjutnya.
Penemuan mayat perempuan tersebut awalnya ditemukan warga yang sedang mencari rumput di bawah pohon yang tertutup tinggi rerumputan.
Penemuan jenazah tersebut membuat heboh karena sudah dalam kondisi mengering dan berwarna coklat. Selain itu kondisi jenazah juga sudah tak lagi utuh, terpisah antara organ satu dengan lainya.
Menurut warga mayat tersebut adalah N siswa kelas 2 SMA yang sudah menghilang selama tiga minggu terakhir.
"Ku rasa itu memang N jika melihat cirinya seperti itu, dengan sendal coklat yang tertinggal di lokasi. Karena ada anak tetangga saya yang hilang sudah tiga minggu belum kembali," kata Aisyah.
"Mungkin dibunuh atau seperti apa itu yang kurang tau kita karena memang sudah tidak bisa dikenali jenazahnya," tutur Aisyah.