Dampak kenaikan harga BBM global menyebabkan tekanan subsidi BBM yang terus membengkak dari asumsi awal sebesar Rp152,5 triliun menjadi Rp698 triliun. Kenaikan harga BBM sulit untuk dihindari karena tekanan terhadap keuangan negara untuk subsidi semakin membengkak.
Tokoh Buruh Pematang Siantar, Ramlan Sinaga menyatakan tidak keberatan dengan penyesuaian harga BBM oleh pemerintah, karena selama ini subsidi kebanyakan dinikmati oleh orang-orang mampu.
Ia berharap subsidi BBM dialihkan dengan memberikan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak.
Hal senada disampaikan Albert, warga Pematang Siantar. Ia mengungkapkan jika mengacu pada skema yang masih berjalan, subsidi BBM masih dinikmati masyarakat kelas atas yang tidak termasuk sasaran subsidi. Sementara masyarakat kelas bawah sedikit yang memanfaatkan BBM.
Pihaknya mendorong pemerintah untuk menerapkan subsidi BBM. "BLT yang disalurkan Presiden Jokowi kami nilai langkah yang tepat karena Pemerintah sulit untuk menunda penyesuaian harga BBM," katanya.