Minggu, 19 Mei 2024 08:45
flash sale baju bayi
Bonnet Sleeping Double Sensyne Extendable Wireless Compatible Android Children Camcorder Silicone JBL Tune 510BT Ear Headphones

Kerajinan Anyaman Khas Melayu Pesisir Pantai Cermin, Merambah Pasar Internasional

Sergai (utamanews.com)

Oleh: Elya/rls

Minggu, 29 Sep 2019 06:29

Istimewa
Setelah menjadi bagian dari produk unggulan daerah Serdang Bedagai, kerajinan anyaman Pandan Khas Pantai Cermin mulai mengepakkan sayap untuk memperluas pemasaran hingga keluar negeri. Hal ini ditandai dengan dikirimnya beberapa olahan produk anyaman pandan yang dikerjakan oleh pengerajin asal pantai Cermin ke beberapa negara Asean seperti Malaysia dan Singapura. Tak tanggung-tanggung banyak permintaan dari luar dari butik-butik ternama.

Eva Harlia (38) didampingi Mei Dirita, Ketua Kelompok Pengerajin Anyaman Kria Pandan dan Purun di pantai Cermin mengungkapkan bahwa kerajinan anyaman ini merupakan kerajinan yang telah dilakoni oleh keluarganya dan masyarakat melayu Pantai cermin secara turun menurun serta menjadi bagian kebudayaan masyarakat pesisir.

Awalnya pandan ini hanya dianyam untuk dijadikan alas tikar, sebagai wadah anggota keluarga untuk berkumpul agar tidak kotor dan menghindari dinginnya lantai. Secara berlahan dengan kemajuan zaman kerajinan anyaman ini berkembang manjadi bagian yang tak terpisahkan bagi puak Melayu.

"Untuk saat ini produk Kerajianan anyaman sudah berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman dan variasi produknya sudah berbagai macam seperti tas, dompet, sendal, kotak tisu, tikar adat, tas laptop dan sebagainya. Dan dengan Isu Go Green barang-barang dari pandan ini sangat diminati di luar negeri karena ramah lingkungan serta punya nilai seni tinggi" ungkap pengerajin sumut penerima OVOP Award dari kementerian perindustrian ini, Sabtu (28/9).
Selain itu perkembangan anyaman pandan khas melayu Pantai Cermin ini tak lepas dari kerjasama dan pendampingan yang dilakukan oleh berbagi pihak, yaitu diantaranya dari pemerintahan Kabupaten Serdang Bedagai, Propinsi Sumatera Utara melalui dinas terkait, juga Kalangan Kampus dan akademisi seperti Universitas Negeri Medan.

"Kami bersyukur banyak lembaga serta dinas yang memberi perhatian kepada kami, terutama pihak kampus yang melakukan pendampingan sehingga Budaya khas Anayaman Melayu Pesisir pantai Cermin tidak menjadi sejarah dan mampu bangkit bersaing dengan produk-produk unggulan lainnya. Dan besar harapan kami tidak hanya dalam pendampingan usaha Teknologi Tepat guna dan Pengembangan Usaha, akan tetapi pihak kampus Unimed mampu menjembatani menjadikan pantai cermin menjadi kawasan wisata budaya dan kampung wisata kerajinan anyaman bahkan menjadi sentra anyaman di Sumatera Utara", harap wanita pelopor anyaman Melayu modern di Sumatera Utara tersebut.
Menganggapi hal tersebut Irfandi, Ketua Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPUD) DRPM Kemenristek Dikti didampingi anggota Adek Cerah dan Taufik Hidayat, mengungkapkan bahwa Universitas Negeri Medan berkomitmen untuk mengangkat budaya khas Melayu yang memiliki potensi dijadikan sebagai produk yang mampu untuk dimajukan sebagai produk yang mewakili Sumatera Utara di pentas Internasional. Maka semua perangkat pendukung dalam Bidang teknologi tepat Guna, Kreasi dan Inovasi produk, manajemen dan pemasaran menjadi perhatian serius kampus.

"Program ini merupakan program yang berkelanjutan yang dilaksanakan mulai dari maping potensi, pengambilan sampling dan data hingga analisis kebutuhan pendampingan. Pada tahap pertama kita fokus pada penggunaan teknologi tepat guna untuk menggantikan sistim manual, desain inovasi produk, serta pembenahan manajemen kelompok. Dan saat ini kita juga mulai meningkatkan teknologi untuk luaran tidak hanya tikar duduk akan tetapi produk-produk yang di minati pasar sertaPendaftaran Ijin Usaha di Kementerian Koperasi dan UKM, dan tak kalah penting  pemasarannya online berbasis e-comerce", ungkap Senator FMIPA Unimed tersebut.

Lanjutnya, Unimed dan DRPM Kemenristek Dikti akan terus berkomitmen memberikan pendampingan dan pengembangan teknologi tepat guna (TTG) kepada UMKM dan aktivitas perekonomian rakyat dengan target utama adalah UMKM mampu naik kelas dan menjadi pilar perekonomian riil di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan penyerahan Alat Teknologi Tepat Guna Mesin Pemipih atau pelurut pandan, mesin jahit pandan pada masing-masing pengerajin Pandan dan  purun serta penyerahan Sertifikat Ijin Usaha dari  Kementerian Koperasi dan UMKM, yang diberikan kepada pengerajin anyaman Pandan di kecamatan pantai Cermin.
Editor: Budi

T#g:kerajinansergai
glazed
makeup remover
Berita Terkait

tiktok rss yt ig fb twitter

Tentang Kami    Pedoman Media Siber    Disclaimer    Iklan    Karir    Kontak

Copyright © 2013 - 2024 utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

⬆️