Selasa, 06 Des 2022 04:12
  • Home
  • Hukum & Keamanan
  • Johan Wijaya Terpidana Kasus Pencabulan Akhirnya Dieksekusi Kejaksaan Negeri Serdang Bedagai

Johan Wijaya Terpidana Kasus Pencabulan Akhirnya Dieksekusi Kejaksaan Negeri Serdang Bedagai

Sergai (utamanews.com)
Oleh: Erick Yoma
Senin, 21 Nov 2022 18:31
Istimewa
Kasi Intel Kejari Sergai memaparkan proses penangkapan Johan Wijaya
 
Setelah menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang) beberapa bulan yang lalu oleh Kejaksaan Negeri Serdang Bedagai, Johan Wijaya als Johan, terpidana kasus pencabulan terhadap putri kandungnya sendiri pada tahun 2019 yang lalu, akhirnya ditangkap di Medan Sumatera Utara, Senin (21/11) Pukul 11.40 Wib

Kasus pencabulan ini berawal ketika Ibu kandung korban (Istri Pelaku) melaporkan terdakwa (terpidana) ke Polres Serdang Bedagai pada 2019 yang lalu hingga pada akhirnya putusan Pengadilan Negeri Serdang Bedagai menetapkan terdakwa ditahan dengan kurungan 8 (delapan) tahun penjara.
Terpidana Johan Wijaya als Johan yang ditangkap atas kasus pencabulan terhadap putri kandungnya sendiri yang masih berusia 4 (empat) tahun, setelah ditangkap oleh pihak Intelijen Kejaksaan Negeri Serdang Bedagai, terpidana langsung dilimpahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Rutan) Kelas B (2) Tebing Tinggi.

Kepala Kejaksaan Negeri Serdang Bedagai Sumatera Utara Muhammad Amin S.H., M.H. melalui Kasi Intel Kejari Sergai Renhard Harve S.H., M.H.  menyatakan kepada para awak media, "Kami telah melakukan penangkapan terhadap salah seorang terpidana yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang yang sudah inkrah oleh putusan Mahkamah Agung R.I No. 3731 K/PidSus/2021, tanggal 24 November 2021 di daerah Medan setelah melakukan pengintaian selama 2 (dua) hari ini."

"Terpidana selalu berpindah - pindah tempat," papar Renhard.
Terpidana Johan Wijaya als Johan dihukum atas perbuatan tindak pidana dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sesuai Pasal 82 ayat (2) Juncto Pasal 76 E Undang - undang R.I Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang - undang R.I  Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan Kedua  atas Undang - undang R.I Nomor 23  Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Undang - undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana serta peraturan perundang-undangan lain. 

Yanh bersangkutan disangkakan "Dengan tipu muslihat melakukan perbuatan cabul yang dilakukan oleh orang tua" dan divonis pidana kurungan 8 (delapan) tahun serta denda lima ratus juta rupiah. 
Editor: Donini Ari Rajagukguk

T#g:Kejari Sergainarapidanapencabulan
Berita Terkait
  • Senin, 28 Nov 2022 20:48

    Kades Blok 10 Belum Dieksekusi, Kasi Intel: Akan Kita Eksekusi Karena Sudah Inkrah Sesuai SOP

    Suhardi, Kepala Desa Blok X, Kecamatan Dolok Masihul yang saat ini belum dieksekusi oleh pihak Kejaksaan Negeri Serdang Bedagai terkait kasusnya yang menggunakan ijazah palsu Paket B (setara SMP) untu

  • Minggu, 20 Nov 2022 09:00

    Lari dari penjara, akhirnya Laurensius Sitorus berhasil ditangkap Polres Toba

    Akhirnya satu dari 6 tahanan yang kabur dari RTP Polres Toba pada hari Selasa tanggal 15 November 2022 lalu, atas nama Laurensus Sitorus Perkara Pasal 363 KUHP, berhasil ditangkap.

  • Rabu, 18 Mei 2022 19:28

    Sidang Pencabulanan Anak Di Bawah Umur, Keluarga Korban Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

    Sidang kasus pencabulan sesama anak di bawah umur yang terjadi beberapa pekan lalu dengan terdakwa JCL (17) mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Binjai, Rabu (18/5) siang.Sidang perdana yang di

  • Sabtu, 14 Mei 2022 18:04

    LBH Medan minta Polda Sumut usut tuntas kematian tersangka di ruang Penyidik

    Seorang terduga tersangka tindak pidana pencabulan bernama Irwanto alias Muhammad Ragil, diduga meninggal dunia di ruangan Sat Reskrim Polresta Deli Serdang. Meninggalnya Irwanto pada hari Rabu P

  • Rabu, 13 Apr 2022 19:23

    Narapidana Lapas Kelas IIA Binjai Berkontribusi Membantu Negara Lewat Ketrampilan Kerja

    Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Binjai, berkontribusi kepada negara dengan menyetorkan Pendapatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari hasil karya dan keterampilan kerja para warga binaa

  • Komentar Pembaca

    Tentang Kami   Pedoman Media Siber   Disclaimer   Iklan   Karir   Kontak

    Copyright © 2013 - 2022 utamanews.com
    PT. Oberlin Media Utama